< >

Venezuela Tangkap Pemimpin Pasukan Terkait Kolombia

Minggu, 22 November 2009 17:48
Kapanlagi.com - Polisi Venezuela telah menangkap seorang pemimpin pasukan paramiliter yang memiliki hubungan dengan Kolombia, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan Sabtu, di tengah ketegangan militer yang sangat tinggi antara kedua tetangga Amerika Selatan itu.

Magaly Janeth Moreno Vega ditangkap Kamis oleh polisi Venezuela di Maracaibo di dekat perbatasan utara negara itu, kata Menteri Dalam Negeri Tareck El Aissami, yang melukiskan perempuan berusia 39 tahun itu sebagai "pemimpin paramiliter" Pasukan Bela-Diri Bersama Kolombia (AUC).

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

"Ia memiliki nama julukannya ...`Pearl` dalam AUC dan menangani informasi yang sangat penting," tambah El Assami.

Namun, Bogota dengan cepat memuji penangkapannya, dan berjanji untuk mengusahakan ekstradisinya dari Venezuela untuk diadili karena berbagai kejahatan di negara asalnya, Kolombia.

AUC menyatakan mereka mengangkat senjata untuk memerangi pemberontak sayap kiri yang telah melancarkan pemberontakan beberapa dasawarsa lamanya di Kolombia, tapi kelompok itu juga dituduh telah mengeksekusi ribuan warga sipil.

El Assami mengatakan Moreno Vega, bersama dengan koleganya, menguasai "hubungan antara pasukan keamanan itu, DAS (badan intelijen Kolombia) militer dan polisi".

Menteri itu menyatakan Moreno Vega adalah "wanita kepercayaan" bekas jaksa agung Kolombia Luis Camilo Osorio Isaza, duta besar untuk Meksiko sekarang ini, dan menyatakan penangkapan itu adalah bukti "agresi" terhadap Venezuela.

Ketika berbicara pada televisi negara VTV, El Assami menuduh Presiden Kolombia Alvaro Uribe menyebabkan "kerusakan lembaga dan moral" karena hubungan pemerintahnya dengan kelompok paramiliter yang "menyerang rakyat kami, serta mengancam perdamaian dan ketertiban".

Penangkapan itu dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut, yang melanda ketika Presiden Venezuela Hugo Chaves --yang dari sayap kiri-- membekukan hubungan diplomatik dengan Kolombia, sekutu penting AS di Amerika Selatan, pada 28 Juli.

Awal bulan ini, Chavez memperingatkan negaranya untuk "bersiap untuk perang", sementara Kolombia meredakan kekhawatiran Jumat, ketika memperingatkan bahwa pasukannya dalam "siaga maksimal" dan bersiap untuk mempertahankan diri terhadap serangan.

Presiden Ekuador Rafael Correa, sekutu Chavez, berkomentar bahwa krisis itu berasal dari peringatan perang Chavez ketimbang dari perjanjian AS-Kolombia, yang memberi Amerika akses ke tujuh pangkalan Kolombia.

Ketegangan juga meningkat Kamis, ketika tentara Venezuela meledakkan dua jembatan di perbatasan Venezuela-Kolombia.

Caracas mengatakan jembatan itu dihancurkan karena digunakan oleh para pedagang gekap obat bius dan penyelundup. (ant/dar)




KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar