< >

Warga Luar Bojonegoro Dilarang Berburu Emas

Jum'at, 06 November 2009 18:11
Kapanlagi.com - Warga luar Bojonegoro, Jawa Timur, dilarang ikut berburu emas di perairan Bengawan Solo di Desa Ngraho, Kecamatan Kalitidu.

"Kami memutuskan dengan jajaran Muspika Kalitidu, warga luar Bojonegoro dilarang mencari emas di perairan wilayah kami," kata Camat Kalitidu, Nurul Azizah, Jumat.

Larangan itu akan diberlakukan Sabtu (7/11) dengan menempatkan sejumlah petugas Satpol PP Kecamatan Kalitidu dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Petugas Satpol PP, akan ditempatkan di jalan masuk ke arah lokasi perairan Bengawan Solo yang menjadi ajang pencarian harta emas.

Pertimbangannya, lanjutnya, setelah terjadi perburuan emas yang dilakukan warga asal Ngawi di perairan Bengawan Solo setempat, muncul keresahan warga di sekitar lokasi. Adanya temuan emas itu, membawa dampak pada kecemburuan warga di sekitar lokasi.

Karena itu, warga luar diminta tidak beroperasi dulu berburu emas, sambil menunggu situasi aman. "Kami takut terjadi gesekan antara warga di sekitar lokasi dan warga luar asal Ngawi," katanya menjelaskan.

Dinas terkait diharapkan melakukan penelitian munculnya fonemena perburuan emas di perairan Bengawan Solo di wilayah setempat.

"Informasi yang ditemukan memang banyak barang berharga dan siapa tahu juga ada harta karunnya," katanya sambil tertawa.

Menyinggung asal usul harta emas di Bengawan Solo itu, Nurul Azizah menolak anggapan adanya temuan emas itu, berasal dari harta yang dibawa perahu yang kemudian tenggelam. Dari penelusuran yang dilakukan, diduga harta emas tersebut berasal dari para selir Bupati Blora, Jawa Tengah.

Diperairan Bengawan Solo di wilayah setempat, diperkirakan merupakan pemakaman para selir Bupati Blora yang sudah hilang, akibat tanahnya longsor berubah menjadi aliran Bengawan Solo.

Data yang diperoleh, menurut dia, emas yang ditemukan sebagian besar berupa serpihan perhiasan, di antaranya "mimis" atau peluru emas, susuk emas, teropong dan cepuk, termasuk berbagai butiran emas.

"Berdasarkan keterangan perangkat desa setempat, perhiasan emas yang ditemukan oleh warga luar daerah selalu disembunyikan," ujarnya.  (ant/bar)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar