KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Kalau di film kita seperti baca tapi untuk di sajak kita seperti sahut-sahutan. Jadi saya bacakan Indonesia dengan perasaan Rendra. Bahkan saya masih deg-degan walau pernah tampil 2005," jelasnya seraya menambahkan membacakan sajak dan puisi Rendra perlu pemahaman lebih dibandingkan skrip film.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Dilanjutkan Wulan, karya Rendra merupakan gambaran realitas dalam kehidupan masyarakat sejak lama dan masih relevan dengan keadaan saat ini.
"Dari zaman kakek sampai sekarang belum ada perubahan yang signifikan di negara ini. Karya dia juga punya karakter dan ciri khas," katanya. (kpl/dis/boo)
Lihat Profil: Wulan Guritno, W.S Rendra