PERSONAL
Agnitya Nursriani Sigit lahir di Yogyakarta, pada tanggal 23 Mei 1978. Ia berprofesi sebagai guru vokal, dan mulai terjun ke dunia rekaman sejak tahun 2010. Album perdananya dirilis bulan Mei 2010, dengan judul ANUGERAH. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah suka pada dunia musik dan menyanyi.

Anak bungsu dari tiga bersaudara dan satu-satunya wanita ini, digadang-gadang menjadi ahli hukum atau diplomat. Namun wanita yang juga hobi main piano ini tak mau mengingkari kata hati, ia justru melaju dengan pilihan hatinya. Menjalani masa kanak-kanak dan remaja di Yogyakarta, Ita pun tak mau setengah-setengah menjadi penyanyi. Saking nekatnya, ia memilih les vokal ketimbang sekolah. Mengetahui si anak mulai cuek, keluarganya pun akhirnya mengirim Ita ke Amerika Serikat untuk meneruskan SMA-nya di sana. Tujuannya agar dia melupakan obsesi sebagai penyanyi.

Namun keputusan ini salah besar, karena di sana Ita justru kian bergumul dengan musik. Bagaimana tidak, mengaku kepada orang tua bersekolah di sekolah formal, ia justru menimba ilmu di bidang olah vokal. Tepatnya, Ita tercatat sebagai siswi di Woodland Concert Choir yang terletak di kawasan Woodburn, Indiana.

Pemberontakan Ita terus berlanjut, saat kembali ke Kota Gudeg, ia memilih sedikit berdamai dengan orang tua dan masuk kuliah di jurusan Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta. Tapi soal bermusik dan menyanyi, ia terus 'tancap gas' bahkan dengan cara 'gerilya'. Ia keluar masuk kafe di Yogyakarta sebagai penyanyi, dan kuliahnya nyaris berantakan, lantaran dirinya kerap pulang lewat tengah malam.

Namun, apa yang diyakini Ita akhirnya berbuah manis. Selain menjadi guru vokal dan memiliki sekolah musik yang sudah lima tahun ia dirikan, ia pun menimba sesuatu yang lebih manis lagi, yakni memiliki album solo. Meski Ita sempat maju mundur, lantaran ia tak memiliki modal tubuh semampai apalagi paras yang sangat cantik untuk menopangnya dalam mengarungi persaingan di industri musik. Hanya satu hal yang ia miliki yakni kemampuan berolah vokal. Dengan modal itulah, Ita optimis dirinya akan diterima masyarakat pecinta musik di Indonesia.

KARIR
Setelah empat bulan masuk studio rekaman, akhirnya Ita, panggilan akrabnya, berhasil menetaskan album solo yang diberi title ANUGERAH pada tahun 2010. Pencapaian ini ia lakukan di sela-sela kesibukannya sebagai pengajar vokal. Pemilik sekolah musik Tyasa of Souls (TOS) di kawasan Bumi Serpong Damai ini sudah bertekad bulat untuk merampungkan album pada Mei 2010.

Apa yang ditekadkannya membawa hasil. Delapan lagu dibungkus dalam berbagai balutan musik, termasuk disco. Ia juga menciptakan enam dari delapan lagu dalam album terbarunya di antaranya Mungkinkah, Mentari, Rain, dan Memories of You. Secara teknis, Ita tak mengalami kesulitan dalam menjalani proses rekaman.

Show More ▼