PERSONAL
Emil Elestianto Dardak lahir di Jakarta, 20 Mei 1984. Ia adalah putra dari Hermanto Dardak, Wakil Menteri Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Ia dikenal sebagai pengusaha dan seorang penyanyi jazz. Namun publik lebih mengenalnya sebagai kekasih dari Arumi Bachsin.


Sejak kecil, Emil telah menyukai dunia musik. Ia mulai maemainkan keyboard sejak berusia 7 tahun dan sejak itu ia mulai mengasah bakatnya secara otodidak. Semasa SMA di Singapura, ia menjadi gitaris dalam sebuah ensemble dan mulai tampil dalam sebuah public concert. Sejak saat itu bakat Emilmulai dikenal luas dan kerap kali diminta menghibur beberapa tamu penting Singapura, salah satunya keluarga kerajaan Brunei Darussalam.


Di luar minatnya sebagai penyanyi, Emiltergolong anak yang cerdas. Ia meraih gelar Doktor di usia yang sangat muda, yaitu 23 tahun. Saat ini ia merupakan direktur dari PT. IIF (Indonesia Infrastructure Fund) dan Tusk Advisory Pte Ltd sejak Mei 2010.


KARIR
Sejak remaja, Emil telah aktif membentuk band bersama teman-temannya. Di usia 18 tahun, ia membentuk band Pizza bersama Bojes(mantan finalis AFI) dan mengisi posisi keyboardis. Bersama Pizza, ia membuat demo dan berhasil lolos ke grand final sebuah kontes musik yang disponsori oleh sebuah produk rokok. Sayangnya setelah itu ia harus pindah ke Jepang untuk menyelesaikan studi pasca sarjananya. 



Di Jepang, Emil terus mengasah kemampuan bermusiknya dengan tampil di berbagai acara musik dan cafe-cafe jazz di kota Beppu. Ia juga sering tampil dalam acara musik di radio dan televisi setempat. Tahun 2004, ia menjadi juara sebuah kontes musik di Jepang dan lagunya dijadikan official theme song Ritsumeikan Foundation. Emiljuga pernah menciptakan lagu untuk Ai no Nami, sebuah gerakan di Jepang yang berfokus untuk menolong para korban tsunami Asia.



Tahun 2005, ketika ia pulang ke Indonesia untuk liburan, Emil iseng-iseng ikut kompetisi mingguan Mustang FM bernama Gulali. Kompetisi ini telah melahirkan banyak nama popupler seperti Ten To Five dan Kerispatih. Emil kemudian memenangkan kompetisi ini lewat lagu ciptaannya sendiri berjudul I Have Found My Life In You.



Emil kemudian mencoba merambah panggung musik Indonesia dengan tampil bersama beberapa penyanyi senior seperti Rossa dan Nania. Penampilannya mendapat respon positif karena mampu mengimbangi kualitas vokal dan aksi panggung dari penyanyi-penyanyi ternama Indonesia. Merasa mendapat angin, Emilkemudian memantapkan diri untuk serius menekuni profesi penyanyi dan pencipta lagu.



Tahun 2007, Emil mulai menggarap proyek bermusiknya. Ia bekerja sama dengan Yudhis, arranger yang sebelumnya juga bekerja sama dengan beberapa artis seperti Tompi dan Rafika Duri. Setelah mengalami proses panjang, pada 23 April 2010, ia merilis album perdananya yang diberi judul EMIL. Dalam album ini, ia mendaur ulang lagu lama milik Utha Likumahuwa berjudul Sesaat Kau Hadir yang populer di tahun 1990an. Selain karena karakter vokal Utha dan Emil yang mirip, Emilmemilih lagu ini agar lebih mudah dikenal pendengar musik Indonesia.



DISKOGRAFI
EMIL (2010)


 


Sejak remaja, Emil telah aktif membentuk band bersama teman-temannya. Di usia 18 tahun, ia membentuk band Pizza bersama Bojes(mantan finalis AFI) dan mengisi posisi keyboardis. Bersama Pizza, ia membuat demo dan berhasil lolos ke grand final sebuah kontes musik yang disponsori oleh sebuah produk rokok. Sayangnya setelah itu ia harus pindah ke Jepang untuk menyelesaikan studi pasca sarjananya. 



Di Jepang, Emil terus mengasah kemampuan bermusiknya dengan tampil di berbagai acara musik dan cafe-cafe jazz di kota Beppu. Ia juga sering tampil dalam acara musik di radio dan televisi setempat. Tahun 2004, ia menjadi juara sebuah kontes musik di Jepang dan lagunya dijadikan official theme song Ritsumeikan Foundation. Emiljuga pernah menciptakan lagu untuk Ai no Nami, sebuah gerakan di Jepang yang berfokus untuk menolong para korban tsunami Asia.



Tahun 2005, ketika ia pulang ke Indonesia untuk liburan, Emil iseng-iseng ikut kompetisi mingguan Mustang FM bernama Gulali. Kompetisi ini telah melahirkan banyak nama popupler seperti Ten To Five dan Kerispatih. Emil kemudian memenangkan kompetisi ini lewat lagu ciptaannya sendiri berjudul I Have Found My Life In You.



Emil kemudian mencoba merambah panggung musik Indonesia dengan tampil bersama beberapa penyanyi senior seperti Rossa dan Nania. Penampilannya mendapat respon positif karena mampu mengimbangi kualitas vokal dan aksi panggung dari penyanyi-penyanyi ternama Indonesia. Merasa mendapat angin, Emilkemudian memantapkan diri untuk serius menekuni profesi penyanyi dan pencipta lagu.



Tahun 2007, Emil mulai menggarap proyek bermusiknya. Ia bekerja sama dengan Yudhis, arranger yang sebelumnya juga bekerja sama dengan beberapa artis seperti Tompi dan Rafika Duri. Setelah mengalami proses panjang, pada 23 April 2010, ia merilis album perdananya yang diberi judul EMIL. Dalam album ini, ia mendaur ulang lagu lama milik Utha Likumahuwa berjudul Sesaat Kau Hadir yang populer di tahun 1990an. Selain karena karakter vokal Utha dan Emil yang mirip, Emilmemilih lagu ini agar lebih mudah dikenal pendengar musik Indonesia.



DISKOGRAFI
EMIL (2010)


 

Baca Profil Lengkap Emil Dardak ▼



Show More ▼