Dilahirkan dengan nama lengkap Abdurrahman Addakhil yang berarti Sang Penakluk, di Jombang 7 September 1940 silam. Namun pada akhirnya kata 'Addakhil' diubah menjadi 'Wahid'. Tokoh yang sering dipanggil Gus Dur ini adalah seorang ulama dan juga tokoh Nadhlatul Ulama (NU). Tak heran putra pertama dari enam bersaudara ini adalah putra pasangan K.H Hasyim Asyari, pendiri NU dan Hj. Sholehah. Di bidang pendidikan, pada November 1963 Gus Dur sempat belajar di Universitas Al Azhar, Mesir. Dan di 1966 beliau pindah ke Universitas Baghdad. Ia juga pernah menempuh pendidikan di Universitas Leiden, Belanda, dan menimba ilmu di Jerman serta Perancis, dan akhirnya pada 1971, beliau kembali ke tanah air. Gus Dur yang sempat tidak naik kelas ini, memang sudah jadi pemberitaan sejak dahulu. Bermula ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum NU pada 1984 hingga 1999. Dari organisasi keagamaan, Gus Dur mulai melirik Forum Demokrasi, dan menjadi ketuanya pada 1990. Sekitar tahun 1998, Gus Dur membentuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan duduk sebagai Ketua Dewan Penasehat. Pada 1999, beliau menjabat sebagai anggota MPR dan berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Dalam masa kepemimpinannya, salah satu gebrakannya adalah membuat hari Imlek sebagai hari libur nasional. Dalam kehidupan pribadinya, menikah dengan Sinta Nuriyah. Dari pernikahannya ini, Gud Dur yang terkenal ceplas-ceplos ini, dikaruniai empat anak, Alissa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny), Anita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari. Dari keempat anaknya, yang terlihat aktif di politik adalah Yenny. Sejak menjabat sebagai Presiden, Gus Dur memang sudah menderita banyak penyakit. Beberapa kali beliau mengalami serangan stroke, diabetes dan ginjal juga pernah dideritanya. Dan pada Rabu, 30 Desember 2009, beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir. Gus Dur meninggal di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta akibat beberapa komplikasi penyakitnya.

Baca Profil Lengkap Gus Dur ▼



Show More ▼