PERSONAL


Oscar Lawalata atau yang bernama lengkap Oscar Septianus Lawalata adalah perancang busana ternama kelahiran Riau 1 September 1977. Ia adalah anak dari Reggy Lawalata dan Alexander Polii. Adiknya, Mario Lawalata, adalah seorang aktor dan model. Pada umur 4 tahun, orang tuanya bercerai. Ia bersama ibu dan adiknya pun hidup dalam keterbatasan. 


Pernah menjadi model,namun kemudian ia memutuskan untuk meneruskan kegiatan tersebut. Selepas SMA, ia gagal dalam tes untuk masuk Institut Teknologi Bandung. Ia pun melanjutkan sekolahnya di Esmod, sekolah mode franchise dari Perancis. namun tidak berhasil menyelesaikan sekolahnya karena kendala finansial. Oscar pun mulai membuka usaha butik kecil di rumahnya.


KARIR


Oscar memulai karirnya sebagai perancang busana ketika ia gagal mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya di Esmod. Ia pun membuka usaha butik kecil yang berlokasi di garasi rumahnya dengan berbekal dua mesin jahit. Dengan diajari oleh seorang penjahit,ia belajar untuk mereka-reka membuat pola untuk menjahit. Titi Dj adalah orang pertama yang mempercayakan Oscar untuk menjahit dan mendesain baju untuknya. 


Tahun 1999, ia mengikuti kontes Young Fashion Designers di Singapura dan berhasil menjadi jawara kedua. Di usianya yang e-22, ia pun diakui menjadi perancang yang berbakat di tanah air. Bermodalkan uang yang diberi ibunya, ia pun membuka sebuah butik kecil di kawasan Blok S yang diberi nama butik Ne'Tes.


Tahun 2001, Oscar meluncurkan tiga label sekaligus yaitu Oscar Lawalata yang kental ciri etnik, OscarOscar untuk busana ready-to-wear anak muda dan OscarOscar Couture yang eksklusif dan hand made.


Tahun 2004, ia menggelar peragaan busana bertema The Last Concubine, Dying Gracefully,yang menampilkan busana khusus koleksi couture Oscar tahun 2004 hingga 2005. Kini, ia telah membawa karya-karya ke luar negeri seperti Taipei, Jepang, Malaysia dan Singapura. Ia yang kini masih aktif mengelola PT. OscarOscar miliknya mempunyai keinginan untuk membuat sebuah tempat untuk memamerkan lukisan-lukisan hasil karyanya.



Oleh: Dyan Saryani


Oscar memulai karirnya sebagai perancang busana ketika ia gagal mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya di Esmod. Ia pun membuka usaha butik kecil yang berlokasi di garasi rumahnya dengan berbekal dua mesin jahit. Dengan diajari oleh seorang penjahit,ia belajar untuk mereka-reka membuat pola untuk menjahit. Titi Dj adalah orang pertama yang mempercayakan Oscar untuk menjahit dan mendesain baju untuknya. 


Tahun 1999, ia mengikuti kontes Young Fashion Designers di Singapura dan berhasil menjadi jawara kedua. Di usianya yang e-22, ia pun diakui menjadi perancang yang berbakat di tanah air. Bermodalkan uang yang diberi ibunya, ia pun membuka sebuah butik kecil di kawasan Blok S yang diberi nama butik Ne'Tes.


Tahun 2001, Oscar meluncurkan tiga label sekaligus yaitu Oscar Lawalata yang kental ciri etnik, OscarOscar untuk busana ready-to-wear anak muda dan OscarOscar Couture yang eksklusif dan hand made.


Tahun 2004, ia menggelar peragaan busana bertema The Last Concubine, Dying Gracefully,yang menampilkan busana khusus koleksi couture Oscar tahun 2004 hingga 2005. Kini, ia telah membawa karya-karya ke luar negeri seperti Taipei, Jepang, Malaysia dan Singapura. Ia yang kini masih aktif mengelola PT. OscarOscar miliknya mempunyai keinginan untuk membuat sebuah tempat untuk memamerkan lukisan-lukisan hasil karyanya.



Oleh: Dyan Saryani

Baca Profil Lengkap Oscar Lawalata ▼