PERSONAL
Sandhy Sondoro adalah seorang penyanyi, pencipta lagu, dan pemain gitar asal Indonesia yang lahir di Jakarta pada tanggal 12 Desember 1973. Dirinya lahir dalam keluarga pecinta musik. Sehari-hari, di rumahnya selalu menggema musik-musik pop Amerika, folk, jazz, atau juga blues dari kedua orang tuanya.


Di Indonesia, Sandhy sudah mulai bermain musik sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Akhir. Bersama band yang dibentuk bersama teman-temannya, Sandhy kerap membawakan lagu-lagu rock dari Van Halen, MR. Big, atau The Black Crowes.


Pada usia 18 tahun, Sandhy mengunjungi pamannya yang berada di California dan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Baru setahun kemudian dirinya bertolak ke Jerman untuk melanjutkan sekolah, dan mengambil jurusan arsitektur.


Pada tanggal 31 Agustus 2012 Sandhy Sondoro menikah dengan adik Sarah Sechan, Ade Sechan. Pernikahan mereka berlangsung tertutup di Masjid Puri Cinere. Ade dan Sandhy berpacaran sejak November 2011. Pernikahan ini adalah pernikahan kedua bagi Ade Sechan dan merupakan pernikahan pertama bagi Sandhy.


KARIR
Sandhy memulai karir musiknya di Jerman. Ia bergabung dalam sebuah grup band kampus. Kala itu, Sandhy butuh uang untuk menunjang hidupnya. Dirinya pergi melamar kerja di sebuah supermarket, namun sayangnya pekerjaan tersebut sudah terisi. Dalam perjalanan pulang ke apartemennya dengan mengendarai sepeda, Sandhy melihat pengamen di pinggir jalan dan tertarik untuk bergabung. Beruntung Sandhy diterima. Dan akhirnya, dengan berbekal gitar pinjaman dari temannya, Sanhdy mulai ikut mengamen tiga kali dalam seminggu. Penghasilan mereka cukup lumayan untuk dibagi-bagi.


Pada tahun 1998, Sandhy kembali ke Berlin dan mulai menyanyi di bar dan pub. Lagunya yang populer adalah Down in the Streets. Sandhy juga pernah tampil dalam teater dan festival musik populer di Berlin. Pada tahun 2005, Sandhy turut berpartisipasi dalam acara penggalangan dana untuk korban gempa bumi dan tsunami. Dan setelah meluncurkan albumnya, Why Don't Wepada 25 April 2008, karya musiknya mendapat apresiasi positif dari Jerman dan negara-negara lain di Eropa.


Penghargaan pertama yang ia peroleh adalah New Wave Song di Latvia pada tahun 2009. Setelah itu, dirinya memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang AMI Awards 2011 di Indonesia. Salah satunya adalah kategori pendatang baru terbaik, lewat lagunya Bunga Mimpi.


DISKOGRAFI
Album
WHY DON'T WE (2008)
JAZZ IN THE CITY WITH SANDHY SONDORO(2009)


 


Sandhy memulai karir musiknya di Jerman. Ia bergabung dalam sebuah grup band kampus. Kala itu, Sandhy butuh uang untuk menunjang hidupnya. Dirinya pergi melamar kerja di sebuah supermarket, namun sayangnya pekerjaan tersebut sudah terisi. Dalam perjalanan pulang ke apartemennya dengan mengendarai sepeda, Sandhy melihat pengamen di pinggir jalan dan tertarik untuk bergabung. Beruntung Sandhy diterima. Dan akhirnya, dengan berbekal gitar pinjaman dari temannya, Sanhdy mulai ikut mengamen tiga kali dalam seminggu. Penghasilan mereka cukup lumayan untuk dibagi-bagi.


Pada tahun 1998, Sandhy kembali ke Berlin dan mulai menyanyi di bar dan pub. Lagunya yang populer adalah Down in the Streets. Sandhy juga pernah tampil dalam teater dan festival musik populer di Berlin. Pada tahun 2005, Sandhy turut berpartisipasi dalam acara penggalangan dana untuk korban gempa bumi dan tsunami. Dan setelah meluncurkan albumnya, Why Don't Wepada 25 April 2008, karya musiknya mendapat apresiasi positif dari Jerman dan negara-negara lain di Eropa.


Penghargaan pertama yang ia peroleh adalah New Wave Song di Latvia pada tahun 2009. Setelah itu, dirinya memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang AMI Awards 2011 di Indonesia. Salah satunya adalah kategori pendatang baru terbaik, lewat lagunya Bunga Mimpi.


DISKOGRAFI
Album
WHY DON'T WE (2008)
JAZZ IN THE CITY WITH SANDHY SONDORO(2009)


 

Baca Profil Lengkap Sandhy Sondoro ▼



Show More ▼