Titi Qadarsih, namanya melambung melalui dunia fashion. Pun begitu, ia juga dikenal sebagai penyanyi dan bintang akting. Wanita kelahiran Kediri, 22 September 1945 silam mengawali karirnya di dunia hiburan dengan bergabung dalam grup penyanyi Salanti Bersaudara, pada 1964.

Kala itu ia sudah menjadi primadona sehingga ditawari menjadi peragawati dan model profesional. Sejak saat itu, Titi tak bisa dilepaskan dari dunia fashion dan membuatnya semakin dikenal publik. Tak berhenti di sana, Titi juga mulai merambah dunia akting, baik lewat teater dan film.

Sejak 1966, Titi sudah membintangi banyak film, di antaranya HANTJURNYA PETUALANG (1966), DI BALIK TJAHAJA GEMERLAPAN (1966), WADJAH SEORANG LAKI-LAKI (1971), WULAN DI SARANG PENCULIK (1975), BUAH TERLARANG (1979), PANGGIL NAMAKU TIGA KALI (2005), RUMAH PONDOK INDAH (2006), SUSTER N (2007), TEROWONGAN CASABLANCA (2007), TAPI BUKAN AKU (2008), MUPENG - MUKA PENGEN (2008) dan yang terbaru KEMBANG PERAWAN (2009).

Di bidang teater, wanita yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra Inggris dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan di Universitas Indonesia tapi tidak selesai, bergabung dengan Teater Populer dan Teater Koma. Titi juga dikenal sebagai pengisi suara (dubber), bahkan sempat mendapat bayaran termahal.

Titi yang juga gemar melukis, sempat belajar balet membuat putri Mohammad Sardjan, mantan Menteri Pertanian dalam kabinet Wilopo ini pun sempat menjadi guru balet dan koreografer balet. Akhirnya pada 1978, ia mendirikan Studio Club, sebuah studio senam yang ia kelola. Hingga saat ini studio ini telah memiliki 30 cabang di berbagai kota di Indonesia.

Prestasi selain di dunia showbiz yang pernah diraih ibunda Indra BIP ini salah satunya adalah penerima penghargaan The Lovely Woman dari Komite Kelestarian Hidup. Penghargaan yang ia terima karena kegigihan wanita yang kini menjadi vegetarian ini dalam memelihara Taman Puring, daerah Kebayoran Baru, Jaksel.

Baca Profil Lengkap Titi Qadarsih ▼