PERSONAL
Penyanyi kelahiran Semarang, 27 April 1961 dengan nama asli Tony Waluyo Sukmoasih ini lebih dikenal dengan nama Tony Q Rastafara. Tony menyelesaikan pendidikannya di STM Perkapalan Semarang.


 


Sebelum menjadi penyanyi, ia sempat bekerja di sebuah pabrik pengalengan milik perusahaan Singapura di Cakung, Jakarta Timur selama enam bulan. Tidak betah bekerja di perusahaan, ia memutuskan untuk menjadi pengamen jalanan dan menjadi seorang musisi. Pilihannya ini mendapat tentangan keras dari keluarganya, namun ia bersikeras dengan keputusannya. Tony sempat menjadi pengamen selama 5-6 tahun di kawasan Blok M Jakarta.



KARIR
Sebelum terjun ke dunia musik reggae, Tony lebih dulu belajar memainkan musik country. Saat itu, tahun 1984, belum banyak musisi Indonesia yang memainkan musik khas Amerika tersebut. Dari eksistensinya bermain musik country, ia kerap diundang oleh kalangan ekspatriat Jakarta. Bahkan, ia juga mendapat undangan untuk bermain di salah satu festival musik country terbesar di Amerika, Grand Old Opree. Sayangnya karena minimnya dukungan finansial, kesempatan itu terlewatkan begitu saja. 



Lama bermain musik country, Tony kemudian merasa jenuh. Tahun 1989 ia baru berkenalan dengan musik reggae dan saat itu juga mulai mengagumi icon musik reggae, Bob Marley.


Di tahun yang sama, ia membentuk band reggae pertamanya bernama Roots Rock Regae. Band ini sering manggung dari kafe ke kafe untuk membawakan lagu-lagu milik Bob Marley, Jimmy Cliff dan musisi reggae lainnya. Selain itu ia juga bergabung dengan band lain seperti Exodus dan Rastaman.



Tahun 1994 Tony membentuk Rastafara yang kemudian melejitkan namanya. Bersama Rastafara, Tony berhasil mempopulerkan musik reggae di Indonesia. Lewat lagu Rambut Gimbal yang dirilis tahun 1996, reggae dengan mudahnya diterima oleh masyarakat Indonesia. Tony dan Rastafara berhasil merilis dua album yaitu RAMBUT GIMBAL (1996) dan GUE FALLING IN LOVE (1997). Dari kedua album tersebut, hampir semua lagu diciptakan oleh Tony  dengan lirik yang bercerita tentang tema sosial, kemanusiaan, cinta dan fenomena kehidupan sehari-hari.


Bisa dikatakan, masa-masa itu adalah masa kejayaan Rastafara dan musik reggae di Indonesia. Penggunaan alat musik tradisional ke dalam musik Rastafara berhasil membuat Rastafara berbeda dengan bayang-bayang musik reggae lainnya seperti Bob Marley, UB 40 dan Jimmy Cliff.


Masa kejayaan musik reggae tidak berlangsung lama, tahun 1997 Rastafara memutuskan untuk vakum karena minimnya respon pasar. Namun Tony tetap bertahan dengan reggae dan membentuk band baru bernama Tony Q & New Rastafara di tahun 1998. Tahun 2000 Tony memutuskan untuk bersolo karir dengan menggunakan nama Tony Q Rastafara.


Album solo pertama Tony sebagai Tony Q Rastafara dirilis pada tahun 2000 dengan judul DAMAI DENGAN CINTA. Album ini dirilis dengan cara independen, bahkan tanpa bernaung di bawah satu label rekaman. Album ini meraih sukses dan semakin melejitkan namanya. Album DAMAI DENGAN CINTA sampai ke telinga seorang profesor musik di Amerika sehingga ia tertarik untuk mengajak Tony untuk turut serta dalam Bob Marley Festival di Amerika Serikat. Sayangnya karena kendala visa dan alasan keamanan terkait dengan tragedi 11 September, Tony dan rombongan batal berangkat.



Tiga tahun kemudian, Tony merilis album keempat yang berjudul KRONOLOGI. Dalam album ini Tony memasukkan beberapa lagu dari album Tony sebelumnya dan beberapa lagu yang belum sepmat dirilis. Tahun 2005, Tony merilis album SALAM DAMAI yang kental dengan  unsur musik tradisional Indonesia. Dalam album ini terdapat lagu berbahasa Sunda berjudul Paris van Java dan sebuah lagu berbahasa Jawa berjudul Ngajogjakarta.


Di tahun yang sama, lagu Pat Gulipat yang terdapat dalam album pertamanya, DAMAI DENGAN CINTA berhasil masuk ke dalam album kompilasi musik REGGAE PLAYGROUND yang dirilis di bawah label rekaman Putumayo World Music yang berbasis di Amerika Serikat.


Tahun 2009 Tony merilis album berjudul PRESIDEN untuk meramaikan Pemilu 2009. Album ini kembali menghadirkan musik tradisional Indonesia seperti kendang Sunda, gamelan, sitar Jawa, tamburin dan terompet reog.


Tahun 2012 Tony berhasil menyabet penghargaan Ami Awards untuk kategori Karya Produksi Reggae/Ska/Dub Terbaik berkat karyanya, Kong Kali Kong. Bulan September 2012, ia juga merilis album kesembilan yang berjudul MEMBENTANG SAYAP. Dalam album ini Tony tidak menggunakan media CD, melainkan USB yang berbentuk gelang. Tak hanya berisi lagu, dalam flashdisk tersebut juag terdapat lagu, biografi dan ring back tone.


DISKOGRAFI
BERSAMA RASTAFARA
RAMBUT GIMBAL (1996)
GUE FALLING IN LOVE (1997)


KARIER SOLO
DAMAI DENGAN CINTA (2000)
KRONOLOGI (2003)
SALAM DAMAI (2005)
ANAK KAMPUNG (2007)
PRESIDEN (2009)
KURANG TAMBAH (2010)
MEMBENTANG SAYAP (2012)

Baca Profil Lengkap Tony Q Rastafara ▼



Show More ▼