SELEBRITIA

Cathy, Chelsea, Yasmine: 3 Film, 3 Selera

Senin, 28 Maret 2011 15:30  | 

Cathy Sharon


Cathy, Chelsea, Yasmine: 3 Film, 3 Selera
Cathy Sharon - Chelsea Olivia - Yasmine Leeds




KapanLagi.com -
Oleh: Daniel Ruben

WHAT MOVIES STARS WATCH THIS WEEK?

Sejak bergabung dengan KapanLagi.com awal Februari lalu, ini adalah artikel saya yang keempat, di samping kewajiban saya melakukan peliputan seputar artis dan selebriti, di ranah hiburan. Well, sejauh ini saya bukan orang yang pandai membuat artikel, tapi saya akan berusaha, dan artikel saya memang masih di seputaran film saja dulu lah. Film mungkin bagi kebanyakan orang hanya sekedar hiburan. Ya, sekedar merefresh otak dan pikiran sejenak dari rutinitas sehari hari. Mulai dari genre drama romantis, drama komedi, action, horror dan thriller, tetap saja itu hiburan. Konsep cerita, proses penggarapan film yang memakan waktu berbulan-bulan, dan hanya menghasilkan durasi 2-3 jam, pun hanya sekedar hiburan. That's it? Sepertinya iya. Jumat (25/03/2011) siang, seperti biasa saya menulis artikel yang berisikan pendapat wanita-wanita cantik soal film pilihan mereka, dan di sini saya pilih 3 artis pemain film dan sinetron, yang siap memberi review soal film yang mereka tonton di minggu ini.

  • Cathy Sharon : THE GREEN HORNET (Seth Rogen, Cameron Diaz dan Christoph Waltz)

    Britt Reid (Seth Rogen) mungkin tak mengira bakal mewarisi sebuah tanggung jawab yang sangat berat dari mendiang ayahnya. Saat ayahnya meninggal, Britt menjadi pewaris perusahaan milik ayahnya yang bergerak di bidang pemberitaan. Sayangnya takdir mengatakan lain. Britt ditakdirkan menjadi seorang pembela kebenaran bernama Green Hornet.


    Cathy Sharon

    Hari Kamis (24/03/2011) malam sepulang bekerja, seperti biasa saya belum bisa berhenti beraktifitas. Setelah mengirimkan beberapa foto hasil jepretan saya pada liputan hari itu, saya duduk sejenak sambil melihat-lihat kontak selebriti yang ada di blackberry messenger saya, untuk mencari kira-kira siapa yang menjadi 'korban' saya untuk ditanyai soal film. Aha! Ini dia! "Cathy La Dolly Vita", demikian nama profile name yang akan menjadi sasaran saya. Dia adalah Cathy Sharon atau yang lebih dikenal Vj Cathy. Setelah dia memperbolehkan saya untuk menelepon, tanpa berlama-lama saya pun menghubungi ponselnya. Pilihan Cathy tertuju pada film action komedi berjudul THE GREEN HORNET. Film yang dibintangi Seth Rogen, Cameron Diaz dan Christoph Waltz ini cukup menghibur menurut Cathy. "Film ini entertaining banget ya, ada komedinya juga, trus mobilnya juga keren-keren. Ceritanya juga nggak terlalu serius, bukan film superhero kaya Batman atau Superman, dan memang film ini kan dulunya serial," cerita Cathy. Cathy sengaja memilih film ini karna ia sangat menyukai acting dari Cameron Diaz. Film ini memang bukan film serius, apalagi film ini lumayan banyak mendapat kritikan, lantaran Michel Gondry sang sutradara, dianggap tidak cocok menggarap film ini, karna memang Gondry lebih identik dengan drama sebagai garapannya. "Kalo alurnya menurut gue cukup pas lah, nggak terlalu lambat, tapi sayang di bagian akhir film agak dragging ya. Dan menurut gue kebanyakan dialog-dialog one-liner, yang meski beberapa ada yang lucu, akan tetapi lebih banyak garing dan out-of-place," ujar Vj cantik ini panjang lebar.

    THE GREEN HORNET adalah sebuah aksi komedi yang terlalu kartun untuk dinikmati lebih serius. Menghibur? Bisa saja bagi beberapa orang. Tapi bagi kebanyakan yang lain, tidak lebih dari sebuah penghinaan terhadap daya nalar mereka. Bagi Anda yang sudah nonton film ini, Anda termasuk pada kategori pertamakah? Pada akhirnya THE GREEN HORNET tidak lebih dari sebuah aksi komedi yang gampang terlupakan. Dengan berbaik hati, Cathy memberikan angka 7.

  • Chelsea Olivia : DRIVE ANGRY (Nicolas Cage, Amber Heard, Billy Burke).

    Milton (Nicolas Cage) yang telah meninggal, keluar dari neraka dan berusaha untuk mencegah upacara persembahan, yang dimana akan menewaskan putrinya dari percobaan pengorbanan bayinya. Ia diburu oleh 'Sang Akuntan' neraka (William Fichtner), seorang agen yang memiliki supernatural dari Satan yang dikirim untuk membawa Milton kembali ke neraka.


    Chelsea Olivia

    Ketika masih bekerja sebagai wartawan tayangan infotainment, saya biasanya paling malas untuk menginjakkan kaki ke sebuah lokasi shooting yang cukup terkenal bernama Studio Persari. Kenapa? Karena di situ saya musti nunggu berjam-jam untuk bisa mewawancarai artis yang hanya 10-15 menit. Namun sekarang, saya tak ada masalah jika harus 'berburu' artis di sana, karena saya tak lagi membawa mic dengan logo tayangan infotainment, dan kamera broadcast untuk liputan, yang memang sering dianggap menggangu oleh para kru sinetron yang sedang shooting. Selasa (22/03/2011) lalu, saya menyempatkan diri pergi ke sana, dan di sana saya langsung bertemu dengan Chelsea, dan kami pun ngobrol-ngobrol sejenak karena memang saya sudah lama tak bersua dengannya. Setelah beberapa saat, saya pun mulai membuka pembicaraan soal DRIVE ANGRY yang menjadi pilihannya, dan kebetulan Chelsea masih punya lumayan banyak waktu sebelum take. "Aku ngeliat posternya DRIVE ANGRY di bioskop keren soalnya, ditambah pemainnya Nicolas Cage yang juga ok banget. Aku sebetulnya nggak begitu suka film fiktif ya, tapi untungnya gambar-gambarnya bagus. Ya, DRIVE ANGRY menurut aku adalah sebuah film yang sebenernya actionnya 'nanggung' di semua sisi. Nggak cuman pada bagian alur, tapi aktingnya juga nggak menawarkan sesuatu yang istimewa. Tapi ya itu tadi, untung masih ketutup sama visualnya yang lumayan keren," kata Chelsea layaknya seorang kritikus film. "Imajinasi dari si pembuat film sih sebetulnya keren, bahwa ternyata antara neraka sama bumi bisa dibuat seolah-olah deket banget, tapi ya aku secara keseluruhan kurang begitu suka karena terlalu fiktif dan banyak yang nggak masuk akal, dan Nicolas Cage di sini nggak ok, masih bagusan di film film sebelumnya. Over all sih cukup menghibur lah tapi nggak puas," tambahnya. Wah, sepertinya Chelsea berbakat buat jadi reviewer film nih "Hahahaha, enggak lah, aku kan cuma kasih komentar menurut aku, dan buat film ini aku kasih nilai 6!" Waduh, kejamnya si Chelsea.

  • Yasmine Leeds : THE LOST VALENTINE (Jennifer Love Hewitt, Sean Faris, Betty White)

    Seorang wartawan perempuan muda dan sinis belajar cinta dapat mengatasi pencobaan dan waktu saat ia menemukan sebuah cerita yang akan mengubah hidupnya selamanya. Ketika perang memisahkan kekasih di hari ulang tahun pernikahan mereka Februari. 14, 1944 di LA Union Station Kereta Api, Pilot Angkatan Laut Neil Thomas membuat janji dia tidak yakin dia bisa menjaga untuk kembali ke stasiun kereta api aman dengan ulang tahun berikutnya.


    Yasmine Leeds

    Perbincangan saya dengan mantan kekasih Marcell Darwin ini, terjadi di hari dan tempat yang sama ketika saya ngobrol-ngobrol dengan Chelsea, dan saya memang sudah janjian dengan Yasmine di tempat itu melalui blackberry messenger. Kebetulan lokasi shooting keduanya di tempat yang sama, namun berbeda judul. "Eh Ben, tunggu bentar ya, gue mau take dulu, tapi nggak lama kok," ujar Yasmine ketika salah seorang kru memanggilnya untuk take, di sela-sela obrolan kami. Saya pun mempersilahkan dia untuk melanjutkan shooting, sambil berpasrah diri dan berkata dalam hati, "Yah, alamat lama banget nih nunggunya." Mungkin hari itu saya memang lagi mujur, karena tak sampai 15 menit, Yasmine membuka pintu ruang make up, tempat saya menunggu. "Cepet kan?" ujarnya tersenyum. Takut 'kehilangan' Yasmine lagi, saya pun langsung membuka pembicaraan tentang film pilihannya itu. Ternyata, film THE LOST VALENTINE ia tonton saat berada di lokasi shooting. "Lo tau sendiri kan kalo shooting stripping gimana? Makanya gue selalu bawa laptop dan dvd biar bisa nonton,dan kemaren kebetulan film yang gue tonton adalah THE LOST VALENTINE. "Filmnya menurut gue sangat bagus dan mengharukan banget ya, dan bisa memberi pelajaran ke kita, bahwa yang namanya true love itu memang ada. Bayangin aja seorang perempuan yang selama 60 tahun memilih untuk nggak menikah lagi, hanya untuk nunggu suaminya yang ia yakin masih hidup. Kesetiaan itu memang ada dan nyata. And you know? Nggak sadar tau tau pas lagi nonton gue nangis lho, air mata gue tiba-tiba netes, emang sedih banget ceritanya," papar gadis cantik blasteran Inggris-Batak ini. " Kalo ngomongin plot, film ini bener bener punya taste ya, meskipun ceritanya tergolong simple, tapi memancing emosi banget, dan bayangin aja di scene awal aja gue udah nangis gara-gara liat flashback kehidupan pasangan ini." Yasmine juga sangat memuji penampilan dari Betty White dalam film tersebut, selain akting Jennifer Love Hewitt yang juga tak kalah bagus menurut Yasmine. "Gue salut banget sama aktingnya Betty, yang meskipun udah tua banget tapi bisa berakting yang bikin orang nangis. Akting si Jeniffer juga menginfluence gue, dengan karakter dia yang emang pas banget di film itu. Pokoknya wajib nonton deh, apalagi perempuan." Untuk drama romantis milik Hallmark ini, Yasmine memberi nilai 9. Outstanding movie!

Hmm...dari antara ketiga artis cantik di atas, mungkin hanya Chelsea Olivia yang sangat kecewa dengan film pilihannya. Memang, saat ini poster ataupun banner film yang dipajang di bioskop-bioskop, tak bisa menjamin bahwa film itu memiliki cerita yang bagus. Satu lagi, aktor maupun aktris yang menjadi 'barang jualan' dari para produser film pun, ternyata bukan jaminan bahwa akan menjadi sebuah film menarik. So, buat Anda semua pecinta film, sebelum memutuskan untuk menonton film, ada baiknya Anda lihat dulu review film tersebut. (kpl/ben/nat)

Lihat Galeri Foto Cathy Sharon:

Cathy SharonCathy Sharon
Cathy SharonCathy Sharon
Cathy SharonCathy Sharon

Lihat Galeri Foto Chelsea Olivia:

Chelsea OliviaChelsea Olivia
Chelsea OliviaChelsea Olivia
Chelsea OliviaChelsea Olivia

Lihat Galeri Foto Yasmine Leeds:

Yasmine LeedsYasmine Leeds
Yasmine LeedsYasmine Leeds
Yasmine LeedsYasmine Leeds