
Nama Edwin awal tahun ini menjadi buah bibir lewat prestasi film besutannya Kebun Binatang alias POSTCARDS FROM THE ZOO menembus Berlinale, Jerman pada Februari silam dan kembali terseleksi untuk berkompetisi di Hong Kong, Maret 2012, serta Tribeca Film Festival, New York, Amerika Serikat pada April mendatang.
Film ini diselesaikan atas dukungan sejumlah pendanaan internasional antara lain Torino Film Lab (Italia), Hubert Bals Fund (Belanda), Goteborg International Film Festival Fund (Swedia), dan Sundance Institute (AS). Hak peredaran internasional film yang dibintangi Ladya Cherryl dan Nicholas Saputra ini telah dibeli oleh distributor dari sejumlah negara melalui agen penjualan film (sales agent) The Match Factory. Beberapa distributor tersebut antara lain Sponge (Korea), Joint Entertainment (Taiwan), Neue Visionen (Jerman), dan Stadtkino (Austria).
Di Jakarta, pemutaran film ini dilangsungkan Kineforum dalam rangka Bulan Film Nasional 2012 dengan program utama Focus on Edwin hingga 31 Maret 2012. Selain 'Kebun Binatang', program ini juga memutar rangkaian karya Edwin yang terdiri atas film pertama Edwin - Babi Buta yang Ingin Terbang (2008), 6 film cerita pendek, dan 3 dokumenter pendek.
Saat pemutaran perdana Rabu (21/03/2012), Edwin menyempatkan diri menemani penonton berdiskusi. Kesempatan langka ini tidak disia-siakan oleh KapanLagi.comŽ untuk mengupas pembuatan film 'Kebun Binatang'. Karena esok paginya, Edwin harus terbang ke Hong Kong untuk diskusi dengan penonton filmnya di sana. Simak perbincangan dengan Edwin berikut ini:

TENTANG FILM
kadang enggak. Dari awalnya film itu dibuat dengan judul bahasa Inggris. Karena pembiayaannya dari luar negeri. Untuk Indonesia singkat saja lebih pas pakai 'Kebun Binatang'.
LADYA CHERRYL DAN NICHOLAS SAPUTRA YANG TERBAIK
memandikan binatang?
Ya bisa disamakan begitu, tapi nggak bisa menyamakan manusia dengan binatang. Dari gambar itu saya harap penonton mendapat kerinduan mendapatkan sentuhan.
APRESIASI PENONTON