SELEBRITIA

Impian Healthy Chef Ala Edwin Lau

Impian Healthy Chef Ala Edwin Lau
Edwin Lau
Rabu, 02 Februari 2011 16:28  | 

Edwin Lau


KapanLagi.com -
Oleh: Deni Mulyadi

Dikenal sebagai pioner gerakan gaya hidup sehat, membuat Edwin Lau selalu aktif terlibat di berbagai event peduli kesehatan salah satunya adalah komunitas Healthy Kingdom Community yang digelar di Jakarta Design Center, Sabtu lalu (29/01/2011). Acara yang sengaja digagas Edwin untuk lebih dekat dengan fans dan juga ambisinya mencetak healthy chef ini cukup unik, mengingat minat berkuliner sehat masih minim dipilih orang sebagai profesi utama. Lalu apa yang membuat Edwin sangat peduli dengan kuliner sehat? Yuk, intip bincang-bincang KapanLagi.com dengan pria seksi berpostur 180 cm dan 78 kg ini.


Edwin Lau

HEALTHY CHEF

  • Apa tujuan dibentuknya HKC?

    Saya adakan komunitas ini gunanya untuk meet and greet secara langsung dengan fans saya dan yang mau tau resep-resep saya dan mau belajar gaya hidup sehat seperti Edwin secara langsung. Akhirnya saya 'membuka diri' agar orang bisa ketemu langsung dan belajar langsung. Tujuannya adalah Healthy Kingdom School, rencana saya mau bikin sekolah, setelah ini akan mencetak healthy chef-chef selanjutnya. Mereka harus menguasai 3 hal, yakni sebagai kuliner harus bisa sebagai chef, kemudian sebagai nutrisionis belajar ilmu-ilmu gizi dan ketiga sebagai spoke science menjadi trainer. Ini dukungan banyak pihak, biayanya juga besar sekali. Karena saya ingin menyaingi Le Cordon Bleu di Perancis atau Culinary Institute of America di Amerika. Indonesia belum ada sekolah khusus yang profesional dan standar internasional untuk cetak chef-chef yang internasional tapi nilai pointnya adalah mereka harus healthy chef karena sudah saatnya Indonesia butuh healthy chef sebagai jembatan ke dokter. Karena dokter kan gak bisa masak, gak bisa jelasin caranya gimana tapi healthy chef bisa.

    Jadi tujuannya sekolah, dengan bentuk komunitas untuk bikin jaringan dan ingin ketemu langsung untuk tahu siapa yang dukung dan nonton saya. Ketemu langsung dan sharing langsung, karena saya kan punya motto be inspired and be inspiration. Saya kan sudah dapat banyak inspirasi hidup sehat, sudah saatnya saya jadi inspirasi. Nanti murid-murid saya pun dapat inspirasi, semoga jadi inispirasi di kehidupan mereka sendiri. Jadi gerakan lah, gerakan hidup sehat yang unik, baru dan modern.

    Saya cuma buka tiap hari Minggu, sifatnya publik dan terbuka banget. Rencana tur ke Bali, Surabaya, tapi memang Jakarta sebagai basecamp, kumpul 1 bulan sekali, kadang-kadang mereka juga yang masak dan sharing tips-tips dan saling menguatkan, karena hidup sehat gak gampang dan cepat menyerah dan butuh dukungan dari komunitas.
  • Lalu konsep sekolahnya bagaimana?

    Sekolahnya nanti seperti Le Cordon Bleu, sistemnya kursus 6 bulan-1 tahun, nanti dapat sertifikat, lebih banyak praktek bukan teori, karena tujuan saya cetak orang yang keluar sekolah bisa bikin restoran sendiri, udah tahu cara kerja, tahu bagaimana menjalin relasi untuk bangun perusahaan, jadi diajar yang seperlunya aja, yang tidak perlu gak perlu. Jadi saya mau menghindar sistem edukasi di Indonesia yang masih lemah sampai sekarang dan banyak basa-basinya. Sudah saatnya kita bikin sekolah yang mirip dengan sekolah kejuruan tapi mencetak orang-orang profesional. Sasaran saya memang mulai dari anak kecil sampai generasi muda karena mereka yang pegang masa depan bangsa, makanya saya mulai dari komunitas ini dulu.

    Dulu pernah bikin untuk anak kecil, tapi sempet 'mati suri' karena saya sibuk di entertainment. Kini saya bangkitin lagi, hopefully di respon dengan baik, semakin banyak jaringannya, semakin kuat dan tujuannya ke sekolah itu.
  • Bagaimana membagi waktunya?

    Susah, masih syuting, ada program baru juga. Pengen bikin restoran juga yang sangat eksklusif dan bikin buku kedua dan tetep bikin HKC, dan demo off air. Jadi hidup saya memang untuk dunia begini. Saya memang lahir sebagai seseorang yang menginspirasi orang, jadi saya harus gunakan hidup saya every single day untuk bantu banyak orang dan harapan saya mereka bantu banyak orang lain juga.
  • Inspirasi ato eksperimen menu resep?

    Believe it or not, semua resep saya yang pernah saya bikin di tv belum pernah saya buat sebelumnya dan itu semua saya buat di dalam otak. Saya cuma ngira-ngira rasanya dan benar rasanya enak, tergantung suasana hati, kalau suasana hati saya lagi enak, rasanya enak banget, kalau suasana hati saya lagi gak enak, rasanya biasa-biasa aja, gak sampai gak enak sih. Makanya di HKC ini saya bikin resep yang udah pernah di tv atau saya bikin lagi. Karena kadang kalau yang di tv terlalu eksklusif atau terlalu mahal karena kan ada sisi entertainmentnya. Kalau di HKC saya bikin menu tradisonal satu, dan yang modern satu. Misalnya menu Indonesia tapi sehat. Satu lagi masakan Asian tetep sehat tapi enak. Jadi saya mau menekankan kalau masakan sehat itu pasti enak. Yang penting harus tahu dasar-dasarnya dan sistemnya, makanya di komunitas ini ada konsultasi gizi dan fitnes, mereka bisa konsultasi dengan saya meskipun sebentar tapi mereka dapat jawaban dari yang mereka alami.
  • Harapan untuk HKC ini apa?

    Harapan saya adalah memang akan ada anggota-anggota sejati, banyak mujizat yang terjadi di sini, artinya orang sakit bisa sembuh, yang punya masalah pribadi bisa terselesaikan, yang mentalnya lemah bisa kuat, yang gemuk, minder bisa punya percaya diri yang tinggi, itu intinya. Jadi saya mau memupuk, mau membangun dan membongkar mereka di sini menjadi orang yang baru saat mereka keluar. Jadi sudah saatnya orang tidak perlu minder karena gemuk, karena takut dijelek-jelekkan. Di sini tidak seperti itu, gak ada saling menjelek-jelekkan karena kita semua sama dan saling membagi hidup. Saya gak pengen komunitas ini sekedar mencari uang, karena nilai voucernya gak ada apa-apanya dibanding saya kerja lain. Saya bukan cari uang di sini, saya hanya mau bikin komunitas.

    Awal bikin komunitas 2006, keliling ke beberapa restoran, hotel, cafe. Susah cari sponsor, masih pakai uang sendiri dan bahkan member-member yang dateng dikit, kadang banyak., skill saya belum sehebat sekarang. Jadi dulu bener-bener mulai dari nol dan sekitar 70 orang jadi member saat 'mati suri' selama 4 tahun.

DUNIA HIBURAN

  • Kenapa mati suri?

    Sibuk di dunia entertainment, karena punya program tv pertama, sampai gak bisa punya waktu. Tapi sekarang sudah terorganisir, ada manajemennya, ada manajernya, makanya kumpulnya cuma 1 bulan sekali dan mereka juga dukung. Di Jakarta tiap hari Minggu di Minggu pertama di jam 14-16, kalau kota-kota lain menyusul, bisa lihat info di FB Edwinlauhealthykingdomcommunity. Nanti asisten saya bisa bantu untuk info lokasi, tempat. Kalau mau daftar, untuk voucernya Rp 200 ribu per orang, daripada makan di resto sia-sia, di sini bisa belajar.
  • Kenapa gak bikin buku?

    Banyak yang minta, tapi sibuknya minta ampun, waktunya belum ada, untuk duduk di depan komputer aja gak bisa. Tapi memang ada rencana ke sana, ada buku baru, tapi sesuatu yang profesional, pengennya nyaingin celebrity chef yang ada di luar negeri, mereka bukunya bagus-bagus, kualitas kertasnya bagus, packaging bagus, dan profesional jadi butuh persiapan, bahkan mereka 2-3 tahun baru selesai bikin buku. Nanti rencananya mau ekspos Indonesia, keliling Indonesia yang eksotis seperti Bali, Lombok. Konsepnya nantang chef yang ada di sana untuk bikin menu mereka sendiri dan saya bikin menu saya. Tapi saya juga kenalkan di daerah itu ada apa, karena orang luar kan pengen tahu apa yang ada di Indonesia, masakan eksotisnya apa. Bukan mau nyaingin Pak Bondan, tapi saya pengen keliling apa saja sih masakan Indonesia. Ada tapi tersembunyi dan itu butuh riset yang gak gampang, butuh bloggers, orang-orang setempat. 5 tahun ke depan harus jadi sih.
  • Restoran eksekutifnya di mana?

    Di Jakarta, dalam waktu dekat sih kalau jadi tahun ini atau tahun depan. Konsepnya, orang bisa bikin party ekslusif maksimal 50 orang, set menunya saya bikin semua dan kayaknya akan jadi set menu termahal di Indonesia. Jadi, saya akan bikin di suatu tempat yang very exclusive, jadi memang target saya bukan untuk sembarang orang, nanti saya akan tampilkan resep-resep terbaik saya.

    Untuk lokasi masih dalam pembicaraan, tapi kemungkinan besar mereka tinggal nunggu konfirmasi dari saya. Tapi nanti rencananya saya mau bikin restoran waralaba sendiri. Healthy atau tidak? Rencananya saya bikin yang semi healthy dulu baru healthy, karena masyarakat Indonesia belum siap untuk menerima yang 100% healthy. Rencananya saya serang kota-kota kecil, karena Jakarta udah over crowded dengan restoran, harus bersaing sama guru-guru besar, sedangkan saya jalan sendiri belum bisa.

    Jadi mulai dari kota-kota kecil dulu, saya bikin konsep waralaba yang berkonsep payung perusahaan yang punya restoran-restoran konseptual di mana restoran-restoran itu hanya buat satu jenis masakan yang rasanya enak banget, affordable, dibutuhin orang, unik dan kreatif. Dan itu butuh investor yang besar untuk saingan dengan yang besar-besar, pengennya sih bisa internasional, tapi kalau ini sukses saya ingin go internasional.

IMLEK BAGI EDWIN

  • Rayakan Imlek?

    Tanggal 2 malam, sebelum Sin Cia saya makan keluarga, itu udah di kartu mati sama Mama saya, untuk sempatkan waktu, tidak boleh tidak. Biasanya kumpul dengan keluarga-keluarga terdekat, kita makan, itu susahnya, jadi saya harus bebaskan diet sedikit, apalagi banyak kuda pendek di sana, jadi makan dikit-dikit. Tapi istilahnya malam itu kita kan pesta, perayaan. Kemudian pas hari Sin Cia, pagi-pagi sudah harus pake baju baru dan siap-siap dari pagi-pagi, karena mau menunggu tamu datang, karena Ayah saya yang tertua, jadi saudara pada datang. Biasanya di rumah penuh kue-kue, hiasan-hiasan, rumah sudah dibersihin semua, dirapihin mirip rumah baru. Gak ganti cat sih, susah. Terus pintu dibuka dan menunggu mereka datang, terus mereka datang, silaturahmi, terus dapat angpau karena saya belum menikah. Terus ketemu dengan saudara-saudara, ngobrol-ngobrol, lepas kerinduan. Biasanya uniknya di tiap rumah tangga yang dihadiri nanti mereka punya menu-menu sendiri. Kalau di rumah saya biasanya nyiapin menu sendiri yang lebih ringan, karena kita mau keliling. Kue-kue, kemudian ngobrol-ngobrol sebentar, terus pindah ke rumah saudara dan reli ke rumah saudara-saudara yang lain sampai sore. Terus saya pulang dulu, nge-gym bakar kalori, baru malam harinya makan lagi di rumah saudara yang open house, itu kaya pelepasan terakhir. Saya gak rayakan Cap Go Meh, jadi usai Sin Cia ya besoknya kerja kaya biasa lagi, nothing happen.
  • Menu Imlek?

    Udah pernah diminta bikin menu sih. Tapi susahnya pagi-pagi kan harus rapi, sedangkan kalau masak, tahu sendiri pasti berantakan dan orang tua juga gak ngasih ijin kalau berantakan. Jadi biasanya saya beli. Pernah, biasanya malam sebelum Imlek saya bikin, mereka yang ngasih bahannya seperti lobster atau daging sapi.
  • Makanan khas Imlek?

    Kue kering, segala hal yang berhubungan dengan babi, bacang, kue mangkok, kue kura-kura, mi goreng karena panjang umur, bakso goreng yang terbuat dari babi dan ada udang di dalamnya, ukuran baksonya besar dan digoreng kering. Biasanya juga ada jamur kering shiitake di setiap rumah, terus sama menu yang pake arak ang ciu. Karena ini perayaan, pesta makannya ada arak dan biasanya menu-menu seperti mie atau bihunnya pake arak ang ciu, simple tapi mematikan.
  • Imlek wishing?

    Gak pernah sih, saya cuma rayakan tahun baru. Tapi tiap tahun berharap bisa jadi pria yang lebih baik, bisa lebih profesional dan yang gagal tahun lalu harus berhasil di tahun ini. Saya semakin dewasa, maka tanggung jawabnya juga semakin besar. Apalagi susahnya jadi public figur yang dinilai oleh orang lain. Jadi yang pertama saya berdoa untuk keluarga saya kuat, agar mereka bisa jadi perisai saya, dan saya berbakti kepada mereka, gak ngasih malu sama mereka dan bikin bangga, itu yang paling berat buat saya, karena makin lama makin berat tanggungjawabnya. (kpl/dis/nat)