Polrestabes Bandung mengimbau warganya tak melakukan takbir keliling jelang Idul Fitri 1433 H yang kemungkinan jatuh 19 Agustus besok. Meski takbir mengungkapkan kemenangan umat muslim, namun, kata dia, masih banyak cara yang bisa dilakukan dengan hal-hal positif.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Abdul Rakhman Basso, mengatakan takbir keliling selain dikhawatirkan mengganggu ketertiban, kegiatan tersebut juga bertolak belakang dengan nilai kekhidmatan.
Jadi menurut dia, takbir menjelang Hari Raya Idul Fitri akan terasa lebih khusyuk jika dilakukan di Masjid. "Turun ke jalan dan menggelar konvoi, justru mengganggu kekhidmatan malam takbiran," katanya di Bandung, Sabtu (18/8).
Dia menyebut, terdapat beberapa kekhawatiran jika takbir menjelang Idul Fitri dilakukan dengan iring-iringan di jalan raya. Di antaranya adalah kemacetan lalu lintas dan gangguan ketertiban.
"Kalau iring-iringan ke jalan takbirannya, kami khawatir akan ada gangguan lalu lintas di ruas-ruas jalan di Kota Bandung. Lebih jauh kepada ketertiban juga," ujarnya.
Mengantisipasi langkah itu, pihaknya mengaku telah bersosialisasi dengan kalangan Muspida. Polisi berharap imbauan dapat merata ke seluruh pengurus masjid.
"Kami sudah kirim imbauan ke seluruh DKM dan pengurus masjid di Kota Bandung, termasuk lembaga-lembaga keagamaan dan Kementerian Agama untuk sosialisasi takbiran lebih baik tidak turun ke jalan," ujarnya.
Meski begitu, dia mengaku tidak akan melakukan tindakan terhadap pelaku yang menggelar takbir keliling. Namun dia menyatakan alangkah baiknya jika perayaan kemenangan dilakukan dengan hal yang lebih positif.
"Ini baru sebatas imbauan, belum larangan. Tapi memang lebih baik tidak usahlah takbir dengan konvoi," tandasnya.