Selain makanan, obat-obatan kedaluwarsa juga banyak beredar


Selain makanan, obat-obatan kedaluwarsa juga banyak beredar
obat obatan. ©2012 Merdeka.com

2012-08-05 16:08:56

Peredaran makanan dan minuman kedaluwarsa semakin marak saat bulan suci Ramadan. Banyak makanan dan minuman yang telah kadaluarsa dijual di toko-toko kecil maupun besar.

Beberapa waktu lalu, di temukan obat-obatan yang kadaluarsa di Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Tim Pengawas Obat dan Makanan daerah itu menemukan terdapat obat-obatan yang kedaluwarsa dijual pedagang. Tentunya hal ini bisa berakibat buruk jika dikonsumsi oleh masyarakat.

Menurut Kadis Kesehatan Daerah setempat Desnalita, dari pengawasan yang dilakukan ditemukan antara lain adanya 2 buah toko obat yang belum mengurus izin baru. Di dua toko obat tersebut ditemukan jamu yang telah kadaluarsa seperti Jamu Kunyit Asam Sidomuncul, Jamu rahim sehat, dan Kuku Bima Petedar.

Selain itu, di salah satu RSUD di Kota Batam juga ditemukannya obat-obatan yang telah kadaluarsa. Melalui sidak komisi IV, ditemukannya obat-obatan kedaluwarsa atau expired di gudang obat-obatan RSUD.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Kepri (YLKK) Budi Manalu mengatakan, hal ini sangat mengherankan ketika ada rumah sakit yang masih menyimpan obat-obatan yang sudah habis masa berlakunya disimpan di gudang obat.

"Obat-obatan yang sudah kedaluwarsa kok masih disimpan di gudang, bukannya di musnahkan. Inikan aneh," kata Budi.

Manurut Budi, Hal ini membuktikan bahwa lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak RSUD. Hal ini bisa dipertanyakan fungsi Standar Perasional Prosedurnya (SPO) kepada Direktur RSUD sendiri, selaku pemegang jabatan tertinggi dalam pengawasann keluar-masuknya obat-obatan tersebut.



   



Komentar