
"Saya akan lebih selektif. Memang sengaja mengurangi, tawaran film yang enggak, ya ga saya terima. Konsentrasinya lebih ke musik, saya lebih cocok di sana," terang Iyek, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan Kapanlagi.com di The Platters Cafe, Setia Budi Building, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/6).
Sebagai aktor senior, Iyek merasa ada banyak perbedaan mencolok antara film sekarang dengan film zaman dulu. "Dari segi teknologi, sumber daya manusianya, pemain itu sendiri, lebih spontan. Berani anak-anak ini menghadapi kamera, mudah-mudahan film ini saya rasa berhasil. Saya belum nonton, tapi hasilnya bagus," ujarnya.
Bermain dalam film anak ternyata membangkitkan kerinduannya untuk bermain bersama sang anak, Fachri Albar. "Kepikiran ada, harus ga bisa dipaksakan, saya dan Ai sebagai ayah dan anak, ada kaitannya dalam film tersebut. Tapi tergantung lihat sinopsisnya ceritanya, perannya cocok enggak, kalo cocok ya kenapa enggak," tuturnya. (kpl/gum/dka)