
"Pak Din berharap film ini bisa mendapat tanggapan cukup baik, bahkan bisa melebihi SANG PENCERAH, juga WANITA BERKALUNG SORBAN," terang Kuswara saat ditemui wartawan di kantor Two Synergy Pictures, Ampera, Jakarta Selatan, Senin (25/6). Kedua film tersebut sempat jadi film terlaris di Indonesia.
Meski kental dengan nuansa Islam, film ini bisa dinikmati oleh semua kalangan agama. Pasalnya, dalam film sang sutradara mengangkat karakter tokoh non muslim bertoleransi dengan tokoh-tokoh beragama muslim.
"Film ini ada kritikan di pemeran si Engko, dia seorang non muslim, dia tanya ke Haji Sodiq, 'Haji Sodiq gak salat Jumat?' Haji Sodiq bilang, ’Oh saya belum mandi wajib’. Itu kan dialog untuk mengingatkan. Ada lagi adegan kenapa si Engko tutup warungnya saat umat muslim salat Jumat. Si Engko bilang dia mau menghormati kaum muslim," papar Kuswara.
(kpl/dka)