
Belakangan, moment lebaran yang harusnya menandai kemenangan umat Islam seolah mengalami pergeseran makna. Film-film yang dirilis saat lebaran justru menjadikan moment ini sebagai moment kembalinya tema cinta dan konten seksi, yang sangat dihindari saat Ramadan.
Pangsa pasar yang kuat memang mendorong maestro film menahan film tertentu sehingga dirilis tepat saat lebaran. Sayangnya, heterogenitas film yang dirilis kala itu justru meracuni makna dari lebaran itu sendiri.
Film-film apa saja yang dimaksud? Berikut contoh-contoh film yang sempat dirilis tahun sebelumnya:
(kpl/ris)