FILM INDONESIA

Film 'TANDA TANYA' Sebuah Khotbah Yang Terlalu Keras

Sabtu, 16 April 2011 10:22 | 

Damien Dematra


Film 'TANDA TANYA' Sebuah Khotbah Yang Terlalu Keras




Kapanlagi.com - Film TANDA TANYA menuai kontroversi dan kritikan yang pedas dari Majelis Ulama Indonesia serta ormas Islam karena dianggap menyebarkan paham pluralisme karena menganggap semua agama benar. Penulis dan sutradara Damien Dematra mengungkapkan bahwa film besutan Hanung Bramantyo sebagai khotbah yang terlalu keras dan maju ke depan.

"Sebagai kordinator Nasional Gerakkan Pluralisme, film TANDA TANYA itu adalah sebuah khotbah yang terlalu keras maju terlalu, jauh ke depan gitu loh, jadi telah melangkah 20 atau 30 tahun dari jamannya," ujar Damien saat dihubungi melalui telepon oleh KapanLagi.com™, Kamis (14/4).

Sebagai kordinator Nasional Gerakkan Pluralisme, film TANDA TANYA itu adalah sebuah khotbah yang terlalu keras maju terlalu jauh ke depan gitu loh.
Damien Dematra
 

Damien menilai bahwa suami Zaskia Adya Mecca ini adalah orang yang visioner dan mempunyai pikiran jauh terdepan. namun sayangnya pandangan Hanung belum bisa dicerna oleh sebagian orang.

"Mungkin Hanung adalah orang yang visioner ya, yang jauh ke depan, dan belum tentu bisa di cerna. Jadi kadang-kadang kalau kita makan makanan yang terlalu keras itu kita bisa sakit," paparnya.

Namun Damien mengaku salut dengan gebrakan yang dibuat oleh Hanung, meski resiko yang diterimanya sangat besar. Damien tak segan-segan untuk memberikan 2 jempol untuk karyanya.

Ya karena Hanung berani, visioner dan berani mengambil resiko tapi dia juga harus menerima harganya seandainya harganya terlalu mahal. Itu resiko. Kalau interpertasi saya ini adalah kegelisahan dari seorang Hanung ini bagian dari pencarian diri Hanung dan itu menunjukkan dia seorang seniman sejati yang berani jujur. Tapi dia harus sadar bahwa sebagian besar masyarakat masih belum bisa menerima pluralisme agama," tukasnya.     (kpl/buj/faj)


Nama :
Email :
Komentar :
Komentar yang tidak sopan akan dihapus.

Komentar Pembaca (7)

  • Ko (Senin, 27 Mei 2013 06:58)
    dimana pun sebuah gebrakan kesenian akan selalu membutuhkan pengorbanan segala hal. kembali lagi pada mental seniman itu sendiri. apakah Hanung Bramantyo akan lebih membludak lagi merepresentasikan kegelisahan lewat karya-karyanya....KITA TUNGGU!!!!

  • Tana (Minggu, 28 Agustus 2011 01:53)
    Jngn pada munafik la bukan anda yg menentukan agama A dan B benar/ tidak, kalian itu cuma manusia biasa udah ajal nya dipanggil Tuhan. Lebih baik bertobat lah baru menilai suatu agama!! Agama bkn ngajar kejahatan & penyerangan.Toleransi bro

  • Aditya (Jum'at, 22 April 2011 19:47)
    Agamaku tdk lebih baik daripada agamamu. Tidak ada yg salah dgn agama2 di dunia ini. Yg bt salah ato benar hanyalah para pelakunya. Dan setiap org tentu pya pemahaman tersendiri thd sebuah agama entah itu agamanya ataupun agama org lain.

  • Bahroem (Minggu, 17 April 2011 14:59)
    Allah tidak mengenal agama termasuk agamamu, Dia hanya mengenal amal dan perbuatan baikmu selama di dunia fana ini, jgn sekali kali menyebut agama lain tidak benar !

  • Teddy (Sabtu, 16 April 2011 11:05)
    Itu salah satu cara supaya orang pada "ingin" nonton film Tanda Tanya, saya cuma berpikir bisa juga ini taktik dagang. Coba lihat film-film percintaan atau film horor lain kalau tidak ada yang protes dijamin nggak laku ditonton. Baru saja saya dengar film 13 Cara Memanggil Setan diprotes oleh FPI, dijamin banyak orang penasaran ingin nonton film itu. Nah film Tanda Tanya mengalami proses seperti itu...

  • Niko (Sabtu, 16 April 2011 10:49)
    ya begitulah indonesiamengaku berbhineka tapi tidak mau mengakui adanya perbedaan. bukankah ajaran agama yg sah diakui di indo memang pada Tuhan yang esa..???Kyknya kudu dipahami lagi arti Pancasila,...


Lihat Arsip Film Indonesia

- - -