

Hanung meninggalkan egonya ketika mengerjakan film ini. Karena itu, konsultasi dengan Dewi terjadi sepanjang proses pembuatan film. "Sekali lagi, saya hanya sebagai medium, jadi sifatnya bukan konsultasi lagi. Bisa dibilang saya hanya bawa kamera dan biarkan yang terjadi terjadilah," ujarnya.
Sama dengan novelnya, film ini pun menjadi 'milik' Dewi Lestari sepenuhnya. Nyaris tak ada egositas seorang Hanung di dalamnya. Namun, diakui banyak orang, Hanung bekerja dengan sangat baik dalam penggarapan PERAHU KERTAS ini.
"Ini adalah milik Dewi Lestari. Saya sempat bolak-balik karakter yang akan dimainkan oleh mereka dan kasih Dee tuk tentukan. Saya sempat bayangan Maudy jadi Lodhe dan Nirina jadi Kugy. Akhirnya Maudy jadi Kugy, itu Dee yang tentukan," tegasnya saat preskon film PERAHU KERTAS, di Epicentrum, Kuningan, Jaksel, Rabu (8/8). (kpl/uji/dew)