

Ide ceritanya diambil dari banyak kasus yang telah diberitakan di media. Ide tersebut lantas ia kembangkan melalui riset.
"Kalo untuk kasus atau bahan riset kita ambil dari yang sudah ada dan tinggal kita filmkan. Bukan masalah mudah atau gampang tapi kita ambil yang sudah ada. Jadi agar semua orang tau cerita dari buruh," urainya kala ditemui di Fountain Atrium Grand Indonesia, Ahad (29/7). Rencananya. proses syutingnya kan dimulai November tahun ini.
Tema yang diusung boleh saja mirip dengan MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK, tapi ia menegaskan film ini berbeda dengan film lainnya tersebut. Perbedaan tersebut terlihat dari sisi lokasi dan isi film.
"Bukan edukasi yang mau ditampilkan tapi ini wajah buruh Indonesia. Tapi dua pihak. Perusahaan dan buruh namun ada juga pemerintah," ujarnya. Proyek film yang belum diberinya judul ini bakal dikupas sisi dramanya. Ringan namun aktual. Tema keseharian seperti kebijakan perusahaan atau tuntutan terhadap UMR bakal dimasukkannya dalam film. (kpl/dis/dka)