
Cuplikan perjalanan sejarah anak bangsa ini, terekam jelas oleh produser dan sutradara film yang pernah menggarap BAIT SURAU, Kuswara Sastra Permana. Ia menganggap peristiwa tersebut sebagai salah satu sejarah perjuangan bangsa yang sulit dilupakan. Oleh karena itulah, sutradara asal Kuningan, Jawa Barat ini akan mendokumentasikan Perundingan Linggarjati lewat media film.
"Supaya orang teringat tentang sejarah. Perjanjian itu peristiwa monumental, kejadiannya itu di tempat kelahiran saya, menurut saya belum ada sejarah yang mengungkapkan fakta. Bukan dongeng ya. Di sana ada patung-patung yang terekam tapi belum divisualkan. Ini ya sebagian sepakat setuju ini bisa dijadikan sejarah, atau budaya sendiri yang kita angkat ke film," papar Kuswara panjang.
Dalam film yang rencananya diberi judul PERJANJIAN LINGGARJATI ini, Kuswara bekerja sama dengan beberapa pihak yang dirasanya mampu menambah keakuratan kisah yang diangkat dalam film.
"Kita juga bekerja sama dengan IPPMK (Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kuningan). Ada anak UI, UGM, markasnya itu di UIN Ciputat, dan dengan para seniman yang mengerti sejarah Linggarjati," sambungnya Kuswara saat ditemui di acara Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Rukun Wargi Kuningan, Se-Jabotabek, di Kawasan MT Haryono, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Film PERJANJIAN LINGGARJATI bakal ditata mendekati peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masanya. Kuswara mengatakan sosok seperti Ir. Soekarno dan M. Hatta, sebagai tokoh central dalam peristiwa Linggarjati akan dihadirkan kembali. Dan untuk membuat film ini makin akurat Kuswara juga akan menghadirkan tokoh-tokoh perwakilan negara dari Afrika dan Belanda. Sedang dari Indonesia, Kuswara melibatkan artis-artis seperti Maudy Koesnaedi.
"Kita harap dari orang Kuningan sendiri yang bermain, seperti Maudy Koesnaedi. Tahun ini kita riset, mudah-mudahan 2013 mulai produksi." Kata Kuswara. (kpl/buj/dka)