

"Proses editing film JAKARTA HATI masih jalan. Cerita film menyinggung soal negara koruptor," ucap Rendy Ahmad di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Senin (2/7).
Meski dalam film JAKARTA HATI, Rendy memerankan seorang tukang ojek, namun dirinya mensyukuri, lantaran dapat menginspirasi masyarakat untuk tidak berperilaku korup.
"Saya peran pembantu. Saya jadi tukang ojek, saya lakukan apa yang kita bisa. Kalau beda dengan film sebelumnya apa ya? Mungkin beda lokasi. Yang pasti sama-sama menginspirasi," tuturnya.
Film pendek JAKARTA HATI merupakan film yang berisikan empat film berbeda (omnibus) di mana Rendy bermain di salah satu cerita film tersebut. (kpl/dis/dar)