FILM INTERNASIONAL

'LAST CALL AT THE OASIS', Beber Krisis Air Amerika Serikat

Sabtu, 05 Mei 2012 16:31 | 

Jack Black


'LAST CALL AT THE OASIS', Beber Krisis Air Amerika Serikat




Kapanlagi.com - Bila kita pikir bahwa hanya negara Dunia Ketiga yang mengalami krisis air, film dokumenter LAST CALL AT THE OASIS akan membuat kita berpikir ulang. Ternyata masalah tersebut semakin banyak terjadi di Amerika Serikat atau bahkan mungkin di negara kita sendiri, Indonesia

Seperti dilansir Antaranews.com, sutradara Jessica Yu memanfaatkan kekuatan selebriti seperti aktor Jack Black dan aktivis lingkungan Erin Brockovich, yang pernah diabadikan Julia Roberts dalam film pada 2000, untuk menyoroti krisis air di AS lewat film LAST CALL AT THE OASIS.

"Sepertiga negara bagian di AS akan mengalami kekurangan air pada 2050," kata Yu kepada kantor berita Reuters. "Hal ini bukan masalah yang dapat diselesaikan tapi kita dapat mengaturnya dengan cara yang lebih baik," ungkapnya. LAST CALL AT THE OASIS menyorot usaha aktivis lingkungan hidup untuk mencari pertanggungan jawab dari mereka yang mengotori sumber daya alam bumi yang paling berharga, air bersih.

Salah satu bagian cerita Yu menemukan kota gurun di Las Vegas yang hanya memiliki sumber air terbatas bersamaan dengan pertumbuhan kota yang cepat. Negara bagian pedesaan di barat adalah lokasi industri peternakan sapi, tempat ribuan ton kotoran dibuang tanpa diolah, mengotori sungai dan air minum. Di komunitas pertanian, masyarakat setempat menghadapi lonjakan kasus kanker setelah bahan kimia yang digunakan dalam pestisida.

Menurut penelitian Yu, hanya dalam waktu 60 tahun, lapisan akuifer di Central Valley, California, dapat habis, sehingga meninggalkan kawasan tandus yang tadinya menyediakan seperlima sumber air bagi negara bagian itu. Brockovich, yang menang dalam tuntutan jutaan dolar AS pada 1996 melawan perusahaan energi raksasa "Pacific Gas and Electric" karena mengotori suplai air ke satu kota di California, mengatakan bahwa polusi air menyebabkan masalah kesehatan di seluruh AS.

"Ada 4.000 komunitas di data saya saat ini, dan saya akan terus memperbarui data itu," katanya. Aktor dari film TROPIC THUNDER, Jack Black, yang muncul dalam lelucon iklan air kemasan, mengejek perusahaan "Porcelain Springs" karena mengklaim menghasilkan produknya dari limbah, satu konsep yang kurang menjual di AS, meski dipraktekkan di mana saja.

Contohnya di Singapura, sebanyak 30 persen air minum di negara itu diperoleh dari air daur ulang, demikian ditunjukkan film dokumenter tersebut.  "Kami pikir, dalam situasi ingin bertahan hidup, bila Anda tidak memiliki air, maka Anda dapat meminum air seni sendiri," kata Brockovich sambil tertawa. "Saya hanya berpikir tidak ada satu pun dari kita ingin dalam situasi tersebut untuk minum air seni sendiri bila kita dapat membuat pilihan lain saat ini." Sumber dari polusi termasuk produksi rumah tangga, industri pestisida dan gas alam, film itu juga menahan diri untuk menuduh satu perusahaan atau kelompok perusahaan, meski perwakilan industri menolak untuk diwawancara untuk film itu.

"Film ini bukan berbicara tentang orang jahat," kata Yu. "Industri ini menunjukkan sistem yang membiarkan hal ini terjadi, kita memberikan keuntungan dari ketidaktegasan kepada industri. Beban pengujian diberikan kepada produsen bahan kimia, itu tampak sesuatu yang cacat secara fundamental." Solusi yang didiskusikan dalam film itu juga termasuk pemahaman yang lebih baik dari Badan Perlindungan Lingkungan dan aturan yang lebih tegas khususnya bagi industri gas alam dan kimia yang menggunakan sistem ekstraksi air dalam pengolahan gas.

"Tidak ada pihak yang ingin industri dan perusahaan itu pergi karena masyarakat membutuhkan pekerjaan, tapi mereka tidak ingin Anda meracuni mereka," kata Brockovich. "Ada kesempatan saat industri tidak menjadi si jahat, Anda dapat menciptakan pekerjaan dengan air buangan yang lebih baik --bagaimana kita dapat mendaur ulang air, sehingga layak digunakan," tambahnya.

Dalam laporan 2008, Panel Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim memperkirakan bahwa pada 2080 hampir separuh populasi dunia tidak memiliki akses ke air bersih. "Kami mendapati negara dunia ketiga memiliki masalah ini," ungkap Brokovich. "Namun bila Anda pikir kita tidak mungkin mengalaminya, coba pikirkan lagi," pungkasnya. (antara/dka)




Lihat Arsip Film Internasional

- - -