

Seperti dilansir dari Dailymail, pelantun tembang Marry the Night ini mengakui bahwa masa remaja selalu dipenuhi oleh keinginan untuk memiliki tubuh langsing bak balerina. Sayangnya, kenyataan yang ada justru berkebalikan, karena GaGa muda adalah gadis berdarah Italia yang bertubuh bahenol.
Masalah semakin dibuat rumit oleh ayah GaGa yang selalu menyediakan daging di meja makan. GaGa pernah memprotes makanan yang disediakan di rumah, namun ayahnya sama sekali tidak menghiraukan. Karena semua alasan itu, GaGa pun terdorong untuk menjadi bulimia.
"Aku ingin punya tubuh langsing seperti balerina, tapi kenyataannya aku ini adalah gadis kecil Italia bertubuh bahenol yang selalu makan daging tiap malam. Aku sering pulang dan berkata 'Ayah kenapa kau selalu memberiku makan ini? Aku ingin kurus'. Tapi dia cuma bilang 'Makan spaghetti di depanmu'. Ini berat, tapi kau memang perlu bilang ini pada seseorang," ungkap GaGa.

Alhasil, wanita yang kini berusia 25 tahun tersebut mulai mencari pelampiasan dengan bertindak bulimik. Dia mulai membuat dirinya muntah untuk mengeluarkan makanan yang ada di perutnya. Setelah menghabiskan sebagian waktu remajanya dengan penyakit bulimia, GaGa pun mulai sadar perbuatannya salah. Dia ingin berhenti, namun kebiasaan itu terlanjur melekat dan sulit hilang. Bahkan hingga sekarang, bulimia itu masih membekas dalam dirinya.
"Hingga kini, berat badan masih menjadi masalah. Setiap video yang kuperani, majalah yang kumodeli, semuanya menipu dan membuatmu merasa harus sempurna. Padahal itu tidak nyata. Aku ingin bilang: Perang diet harus dihentikan. Lupakan saja. Karena pada akhirnya ini akan mempengaruhi dirimu, dan membuatmu sakit," ungkap GaGa. (dym/ris)