Kapanlagi.com - Kemampuan
Cinta Laura berbahasa Inggris tak perlu dipertanyakan lagi. Dan tak heran jika ia kemudian terpilih menjadi duta salah satu tempat kursus ternama di dunia, English First (EF). Namun, alasan pribadi
Cinta menerima tawaran ini adalah karena ingin masyarakat Indonesia lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris.
"Sebab di Indonesia banyak orang pintar tapi terkendala dengan bahasa, terutama bahasa Inggris," tutur Cinta yang ditemui di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Sabtu (07/02).
Di acara perkenalan sekaligus untuk mengumumkan program 'Grand Open House' yang akan diselenggarakan EF di seluruh Indonesia itu, Cinta juga mengungkapkan bahwa keterbatasan orang Indonesia menggunakan bahasa asing lantaran karena tidak dipakai dalam keseharian. Faktor percaya diri juga jadi hal utama dalam masalah ini. "Saya kira kalau dipakai sehari-hari bisa lancar dan nggak terbata-bata," ujarnya.
Dituturkan Cinta, di sekolah miliknya yang berada di Bogor juga sudah diterapkan bahasa Inggris, walau bukan tingkat yang expert. "Ya, di sekolah Mama (yayasan milik ibunya, red) sudah menggunakan bahasa Inggris dalam pelajaran. Malah mereka suka berucap, 'Good morning', kalau kami datang. Pokoknya kami ajarkan bahasa Inggris yang mudah-mudah dulu," kata aktris/penyanyi yang kerap mengajarkan bahasa Inggris kepada beberapa kru di lokasi syuting.
Pelantun Pengkhianat Cinta ini juga mengaku sempat menjadi guru di sekolahnya di Bogor. Sayangnya, karena sibuk syuting dan kegiatannya yang seabrek, Cinta jadi jarang berada di sana. Kalau sudah begini, ia berusaha menyiapkan dana setiap bulan untuk menggaji guru-guru dan juga biaya operasional sekolah. "Jadi datangnya juga sudah nggak setiap hari, paling sebulan sekali atau beberapa bulan sekali," tukasnya.
Disinggung soal bahasa Indonesia-nya yang terkadang belepotan, Cinta mengungkapkan bahwa saat ini ia sudah lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. "Bahasa saya tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Jadi belajarnya bukan cuma grammar, tapi berkomunikasi juga. Seperti sekarang dengan kalian," pungkas gadis kelahiran Quakenbruck, Jerman, 17 Agustus 1993. (kpl/dis/boo)