
“Kita akan mengirimkan nota ke Pemerintahan AS agar mereka yang terlibat dihukum. Baik merk-merk film tersebut, kru film, sutradara dan yang terlibat. Ini pelajaran buat dunia Barat untuk mempelajari lagi karakter Islam,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di Paparons Pizza, Apartemen Park Royal, Jakarta, Selasa (18/9).
Mantan istri Saipul Jamiell itu mengaku menghargai budaya Amerika Serikat yang memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk berekspresi dan berkreasi. Namun, semua itu bisa dilakukan tanpa harus merugikan dan menghargai toleransi.
“Freedom of speech, tidak untuk merugikan orang lain. Mengekspresikan dengan cara apapun bisa, tapi kenapa harus merugikan orang lain. Kalau menimbulkan suatu kebencian, negatif, bukan inspirasi namanya,” kata penyanyi yang biasa dipanggil DP ini.
DP menyatakan tak paham motif yang melatarbelakangi dibuatnya film kontroversial tersebut. “Saya bukan orang politik. Kalau berbicara (pelecehan) agama, sudah biasa terjadi, bukan suatu hal yang harus dibesarkan. Instrospeksi dan menjadi tolak ukur,” pungkasnya. (kpl/adt/rea/sjw)