

"Faktornya kelelahan. Ini kan timnas, harusnya bisa mencarter pesawat sendiri. Minimal bisnislah. Harusnya bisa digunakan fasilitas negara, kayak memakai Garuda. Tapi pemerintah tidak bisa," ujar Hanung saat ditemui di FX Center beberapa waktu yang lalu.
Sebelumnya, tim nasional Indonesia mengalami kelelahan karena tidak mendapatkan tiket pulang dari Iran sesuai menjalani pertandingan perdana.
Meski mengalami kekalahan, Hanung mengakui kalau peluang Indonesia masih terbilang besar.
"Waktu sebelum diceritain kondisi timnas, saya merasa kecewa. 6 pertandingan ke depan itu paling mudah. Kalau nggak menang itu semakin berat. Mudah-mudahan itu nggak terjadi. Setelah tahu alasannya emang pantas. Apa yang terjadi itu harus dishare ke masyarakat. Biar tidak menjustifikasi," ujar Hanung.
"Apalagi, pelatihnya baru dan bekerja 1 bulan. Mereka kan menghadapi kesebelasan yang sudah dipersiapkan sejak lama selama beberapa tahun," pungkasnya. (kpl/adt/faj)