

Hari pertama, Jumat (02/03) festival ini, penonton dipaksa untuk menunggu jatah masuk ke area festival hingga 1,5 jam. Menurut Roland Halim, Brand Manager Djarum Super Mild saat ditemui di lounge utama-nya, hal tersebut lebih karena kurang antisipasi beberapa pihak terkait.
“Makanya, dari pengalaman hari pertama itu, kami berkoordinasi dengan pihak Java Production untuk lebih banyak membuka pintu masuk. Kemarin itu penonton stuck, gak bisa jalan sampai 1,5 jam. Kasian kan karena penikmat jazz juga banyak yang sudah tua,” tutur Roland di Djarum Super Mild Lounge, Java Jazz Festival 2012, JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat (4/3).
Hasilnya pun memuaskan. Meski masih mengantre dikarenakan tingginya antusiasme, namun ribuan penonton ini bisa tetap berjalan meski pelan menuju tempat pagelaran. “Jadi untuk hari ketiga atau terakhir, penonton gak perlu takut lagi. dijamin tidak macet,” lanjutnya lagi.
Djarum Super Mild Lounge sendiri adalah salah satu tempat yang menyuguhkan beberapa treatment dan performance beberapa artis kepada penonton yang sekedar untuk berleha-leha. “Di sini ada beberapa treatment. Seperti foto karikatur artis yang tampil di Java Jazz. Jadi penonton bisa foto bareng dan berbangga untuk mempostingnya langsung di akun sosial medianya. Juga beberapa penampilan artis, ada Endah n Rhesa, Syaharani, Tohpati dan lainnya,” pungkasnya. (kpl/ato/sjw)