SELEBRITI

Machica Mochtar: Ini Kemenangan Anak Yang Tak Diakui

Senin, 20 Februari 2012 11:02 | 

Machica Mochtar


Machica Mochtar: Ini Kemenangan Anak Yang Tak Diakui




Kapanlagi.com - Artis Machica Mochtar merasa lega atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian gugatannya atas undang-undang perkawinan. Upayanya memperjuangkan hak anaknya, Muhammad Iqbal Ramadhan bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil.

"Ini merupakan kemenangan anak yang selama ini tidak diakui oleh bapaknya," ungkap Machica Mochtar, usai mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi, Jumat (17/02/2012).

Ini (kemenangan gugatan) merupakan kemenangan anak yang selama ini tidak diakui oleh bapaknya
Machica Mochtar
 

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan anak yang dilahirkan di luar perkawinan memiliki hubungan perdata (status hukum) dengan laki-laki yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan atau alat bukti lain menurut hukum membenarkan adanya hubungan darah sebagai ayahnya.

Putusan majelis MK terkait pengujian Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan diajukan atau dimohonkan oleh Aisyah Mochtar (Machica Mochtar) dan anaknya, Muhammad Iqbal Ramadhan bin Moerdiono.

"Mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian, Pasal 43 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menyatakan 'Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya' bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang dimaknai menghilangkan hubungan perdata dengan laki-laki yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan atau alat bukti lain menurut hukum ternyata mempunyai hubungan darah sebagai ayahnya," kata Ketua Mahfud MD, saat membacakan putusan di Jakarta.

Machica dinikahi secara siri pada tahun 1993 yang dikaruniai seorang anak bernama Muhammad Iqbal Ramadhan, karena saat itu Moerdiono masih terikat perkawinan dengan istrinya dan UU Perkawinan menganut asas monogami, sehingga tidak bisa dicatatkan di KUA.

Akibatnya, perkawinan mereka dinyatakan tidak sah menurut hukum (negara) dan anaknya dianggap anak luar nikah yang hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya.

Setelah bercerai, Moerdiono tidak mengakui Iqbal sebagai anaknya dan tidak pula membiayai hidup Iqbal sejak berusia dua tahun, sehingga Iqbal juga kesulitan dalam pembuatan akta kelahiran lantaran tak ada buku nikah.

Menurut Mahkamah Konstitusi, pokok permasalahan hukum mengenai anak yang dilahirkan di luar perkawinan adalah mengenai makna hukum (legal meaning) frasa 'yang dilahirkan di luar perkawinan' perlu memperoleh jawaban dalam perspektif yang lebih luas perlu dijawab pula permasalahan terkait, yaitu permasalahan tentang sahnya anak.

Hakim Konstitusi Ahmad Fadlil, saat membacakan pertimbangannya, mengatakan bahwa secara alamiah, tidaklah mungkin seorang perempuan hamil tanpa terjadinya pertemuan antara ovum dan spermatozoa baik melalui hubungan seksual (coitus) maupun melalui cara lain berdasarkan perkembangan teknologi yang menyebabkan terjadinya pembuahan.

"Oleh karena itu, tidak tepat dan tidak adil manakala hukum menetapkan bahwa anak yang lahir dari suatu kehamilan karena hubungan seksual di luar perkawinan hanya memiliki hubungan dengan perempuan tersebut sebagai ibunya," ungkapnya.    (antara/dar)




Lihat Arsip Selebriti

- - -