
"Qory bukan cerminan puteri Aceh. Untuk itu, ia tidak berhak mengatasnamakan rakyat Aceh. Ini sangat kita sesalkan," kata Sekretaris Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk. Faisal Aly di Banda Aceh, Sabtu (10/10), menanggapi terpilihnya Qory Sandioriva sebagai Puteri Indonesia 2009.
Pada malam puncak Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2009 di TMII, Jakarta, Sabtu (10/10) dini hari, Qory menyisihkan dua finalis Puteri Indonesia lainnya, yaitu Zukhriatul Hafizah dari Sumatera Barat dan Ayu Pratiwi dari Maluku Utara.
Faisal menyatakan, sebenarnya Qory tidak mewakili Aceh, karena di daerah ini belum pernah ada pemilihan Puteri Indonesia.
Disebutkan, ulama Aceh tidak apriori dengan puteri Aceh. Kegiatan itu boleh-boleh saja sejauh tidak menghilangkan jati diri sebagai putera daerah yang memiliki budaya Islam yang begitu kuat.
"Qory boleh saja mengikuti pemilihan Puteri Indonesia, itu hak dia. Tapi untuk menobatkan sebagai Puteri Aceh tidak bisa, karena dia tidak bisa menjaga sifat-sifat budaya Aceh yang Islami," ujarnya.
Untuk itu, Faisal menghimbau kepada para remaja putri untuk selalu menjaga budaya Aceh yang kental dengan Islam.
"Jangan mudah terpengaruh dengan budaya barat yang sangat bertentangan dengan Islam. Saya rasa masih banyak cara lain untuk menjadi terkenal dengan tidak mengorbankan budaya daerah dan agama," katanya. (kpl/dar)
Andi (Kamis, 18 Agustus 2011 13:17)
Tankian (Sabtu, 12 Februari 2011 21:36)
Asma (Rabu, 08 September 2010 09:41)
Gandulmosl (Selasa, 07 September 2010 08:16)
Den (Selasa, 17 Agustus 2010 23:34)
Jihan (Rabu, 21 Juli 2010 10:17)