SELEBRITI

Suami Suzana Diancam Pasal Penganiayaan




      Rabu, 16 November 2005 08:23
      Kapanlagi.com - Kasus penembakan yang dilakukan suami Suzana, Clif Sangra (40) terhadap Abriharso Prihanto Boyho (39) terjadi saat berlangsungnya pembicaraan tentang perlindungan dan keselamatan bagi Susana, mantan artis yang kini tinggal di Kota Magelang. Ia dapat diancam pasal penganiayaan dan bisa dijerat dengan pasal 351 atau 353 KUHP.

      Clift menembak Abriharso dengan pistolnya Senin (14/11) sekitar pukul 21.30 WIB mengakibatkan luka bagian perut dan hingga kini korban masih dirawat di RS Tentara "dr Soejono" Kota Magelang, kata Kiki Maria, isteri Abriharso yang juga putri Susana usai mengadukan peristiwa ini di Mapolresta Kota Magelang, Selasa.

      Kiki yang juga artis itu tidak menjelaskan mengenai persoalan menyangkut perlindungan terhadap Susana, ibunya itu.

      Menurut dia, pembicaraan berlangsung di rumahnya di Jl. Delima Selatan No 24 RT4/RW12 Kompleks Perumahan Armada Estate Kelurahan Kramat Magelang Utara Kota Magelang.

      Sedangkan Susana-Clift tinggal di kawasan Kebon Dalem II RT1/RW3 Kelurahan Potrobangsan Kecamatan Magelang Utara.

      "Itu permasalahan yang sudah lama," katanya ketika ditanya wartawan.

      Ia menjelaskan, semula pembicaraan berlangsung antara Kiki dengan Clift tetapi kemudian pembicaraan menjadi semakin "panas" dan Abriharso "urun rembug".

      Clift, katanya, tidak menerima keikutsertaan Abriharso dalam pembicaraan tersebut yang berakibat terjadi pertengkaran. Clift melakukan penyerangan dan Abriharso berusaha mempertahankan diri.

      Clift menembakan pistolnnya sebanyak lima kali yang salah satunya mengenai bagian perut Abriharso.

      Sedangkan Yossie, kakak Abriharso di sela mendampingi Kiki mengadukan peristiwa itu di Mapolresta Magelang mengatakan, Clift emosi saat diusir oleh Kiki dari rumah tersebut dalam pertengkaran itu.

      Menurut Kapolresta Magelang AKBP Jhony Siahaan, pistol itu resmi terdaftar di kepolisian, berpeluru karet dan kini telah diamankan beserta empat butir peluru karet dan masing-masing tiga butir selongsong serta sebutir proyektil karet.

      "Yang kena perut satu peluru, ada satu lagi kena di eternit," katanya.

      Clift saat ini, katanya, berstatus "diamankan" meski tidak berada di tahanan kepolisian setempat karena dengan kesadaran sendiri telah melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian setelah peristiwa Senin (14/11) malam itu.

      Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam peristiwa tersebut. (*/dar)