
"Kalau di Indonesia ada sosialisasi kayak gitu, ada pro kontra. Di Indonesia itu (kondom) dianggap tabu. Kalau orang yang nyeleneh itu pasti akan berpikiran lain misal free sex itu boleh. Yang mengidap HIV juga banyak, makanya disarankan menggunakan kondom, tapi bukan berarti bisa free sex ya. Kalau di Indonesia itu ada penyuluhan ada anti free sex dan narkoba. Balik ke kita bagaimana menyikapinya," ujarnya di studio dahsyat, Jumat (22/6).
Bukan hanya Wisnu yang berpendapat tentang penyuluhan kondom, sang kekasih yang berada di sampingnya juga ikut mengeluarkan pendapat. "Kalau ada kebijakan membagikan berarti datanya banyak. Enggak mungkin membagikan kalau datanya enggak banyak," papar Shireen.
"Kalau misal di program, Indonesia kan padat penduduk. Jangan disalahartikan ke tempat yang lain," tambahnya lagi.
Bagi Wisnu dan Shireen, agama adalah salah satu benteng untuk bisa menyikapi tentang pengertian kondom yang identik dengan free sex tersebut.
"Balik ke masing-masing jangan suka terhasut, orang berpandangan entar itu free. Tapi enggak juga, balik kita juga mau baik atau disia-siakan, senangnya sementara, susahnya lama," papar Shireen.
"Banyak tanggapan ya. Katanya dunia entertain itu dekat dengan narkoba dan free sex-nya. Balik lagi tergantung pribadi masing-masing sekuat apa iman kita. Kalau kita sendiri nggak pentingkan ilmu agama dan nge-free sex itu bahaya loh,” tandasnya. (kpl/gum/gus)