

"Yang bikin beda, puasa di Australia lama sekali. Karena siangnya panjang tapi malamnya pendek. Saya tiga kali puasa di sana. Jadi tantangannya lebih berat," ujarnya.
Dijumpai usai acara Ramadhan Makin Penuh Berkah dari Indosat di Urban Kitchen Senayan City, Jakarta, beberapa waktu yang lalu, dia mengaku berpuasa di Indonesia lebih terasa spiritualnya. Dibanding dengan waktu puasa di Australia, Wahyu merasa persaudaraan lebih kuat di sini.
"Puasa di Indonesia lebih mudah, lebih terasa spiritualnya. Karena mesjid penuh. Persaudaraan sangat kuat. Jadi walau pun di jalan sepi namun kalo masuk mesjid kayak saudara," tuturnya. (kpl/dis/dew)