

Azis, selaku Humas Sinema Art mengungkapkan hal tersebut kepada KapanLagi.com™ melalui telepon, Rabu (09/02/2011), menyusul munculnya gerakan pengumpulan koin melalui facebook.com, agar para artis pendukung sinetron tersebut tidak berakting secara asal-asalan.
Azis menilai tindakan pengumpulan koin untuk artis itu juga sebagai perbuatan bodoh, yang seolah menyamakan gerakan pengumpulan koin untuk presiden seperti yang belakangan santer diberitakan. Karena para artis pendukung sinetron ini uangnya sudah banyak dan tidak mengeluh untuk minta kenaikan gaji.
"Gak dia saja yang bodoh kali, ngumpulin koin kaya orang ngumpulin koin buat presiden kan? Dah banyak juga duitnya," tegasnya.
Sampai saat ini, gerakan itu tidak mengganggu aktivitas sinetron yang tayang 3,5 jam di RCTI itu. Sebagai dasarnya adalah apa yang dihasilkan oleh lembaga survei AC Nelson, dan itu yang selalu menjadi patokannya.
"Kalau program di atas, yang nomer satu kan banyak saja cara-cara orang ya. Gak ketahuan itu siapa. Kalau kita sih lihat di data saja AC Nielson kan ada tuh," terangnya.
Gerakan koin untuk artis sinetron PUTRI YANG DITUKAR sebagai bentuk sindiran pembuat sebuah account di facebook.com tersebut terhadap kualitas sinetron di Indonesia. Mereka menilai sinetron tidak lagi mendidik, apalagi dengan porsi yang berlebihan.
"Alhamdulillah masih berjalan," pungkas Azis. (kpl/buj/dar)
Niki (Sabtu, 06 Agustus 2011 21:20)
Tary (Sabtu, 21 Mei 2011 09:05)
Aya (Kamis, 05 Mei 2011 14:24)
Reza (Jum'at, 22 April 2011 08:28)
Wied (Jum'at, 08 April 2011 17:24)
Ceshara_de (Sabtu, 02 April 2011 10:50)