SINETRON

Hanung Bramantyo: Dialog Terbuka Film Tanda Tanya (2)

Jum'at, 15 April 2011 16:16 | 

Hanung Bramantyo






Kapanlagi.com - Berikut kelanjutan dialog terbuka film TANDA TANYA bagian keempat tanpa melalui proses editing. Redaksi KapanLagi.com mengambil utuh dialog antara Hanung (HB) dan BH.

3. BH: Anda mendukung seorang menjadi Murtad. Menjadi murtad yang dilakukan oleh Endhita (Rika) adalah suatu pilihan hidup. Kalau semula kedua orangtua dan anaknya menentangnya, akhirnya mereka setuju. Padahal dalam Islam murtad adalah suatu perkara yang besar dimana hukumannya adalah qishash (hukuman mati), sama dengan zina yang dirajam.

HB: Bahwa tafsir Rika murtad karena sakit hati dengan suaminya yang mengajak poligami saya benarkan. Tapi bukan berarti 'teks' tersebut mendukung pemurtadan. Sejak awal keputusan Rika sudah ditentang oleh Surya, anaknya dan orang tuanya. Bagian mana yang menyatakan dukungan? Saya akan menjelaskan berdasarkan shot-shot dalam filmnya:

  • PERTAMA, Coba perhatikan shotnya: Surya berdialog dengan Rika: Kamu menghianati 2 hal sekaligus: perkawinan dan Allah! kalau toh disitu Surya diam saja ketika Rika menyanggahnya, bukan berarti Surya mendukungnya. Tapi sikap menghargai pilihan Rika. Hal itu tertera dalam surat Al Hajj Ayat 7: ‘Sesungguhnya orang yang beriman, kaum Nasrani, Shaabi-iin, Majusi dan orang Musyrik, Allah akan memberikan keputusan diantara mereka pada hari Kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.’

    Sikap Surya juga merupakan cerminan dari firman Allah: ‘Engkau (Muhammad) tidak diutus dengan mandat memaksa mereka beragama, tapi mengutus engkau untuk MEMBERI KABAR GEMBIRA yang orang mengakui kebenaran Islam dan kabar buruk dan ancaman bagi yang mengingkarinya.’

  • KEDUA, Abi, anak Rika, juga tidak mendukung sikap Rika ‘yang Berubah’. Abi protes dengan ibunya dengan cara enggan bicara. Bahkan hanya sekedar minum susu dikala pagi saja Abi tidak mau menghabiskan di depan ibunya. Demikian halnya Abi juga tidak mau makan sarapan yang disajikan ibunya. Itu adalah sikap protes dia kepada sang Ibu yang murtad. Jika toh Abi kemudian bersikap seperti Surya, bukan berarti abi mendukungnya. Tapi sikap ,menghargai pilihan. Lihat dialog Abi saat bersama Rika: … Kata Pak Ustadz, orang islam gak boleh marah lebih dari tiga hari. Apakah dialog tersebut diartikan mendukung kemurtadan? Bukankah makna dari dialog tersebut adalah mencerminkan sikap orang muslim yang murah hati: Pemaaf dan bijaksana (jika marah tidak boleh lebih dari tiga hari).
  • KETIGA: Orang tua Rika juga menyatakan penolakan pada saat Rika menelpon Ibunya: … Bu, Rika sudah dibaptis. Mulai hari ini nama depan Rika Tereshia. Lalu si Ibu menutup telephonenya. Bagian mana yang menyatakan dukungan?

    Di bagian akhir film, saya menampilkan orang tua Rika datang ke acara syukuran Khatam Quran cucunya. Kemudian Rika memeluk ibunya dengan haru. Tidak ada sedikitpun dialog yang menyatakan dukungan terhadap kemurtadan Rika. Adegan tersebut menampilkan hubungan emosional antara anak dengan ibunya, serta cucu dengan kakek-neneknya. Di manakah pernyataan dukungan atas kemurtadan Rika?

    Jadi jika anda membaca ‘teks’ dalam adegan tersebut sebagai sebuah dukungan terhadap kemurtadan, maka itu tafsir Anda. Bukan saya …

(kpl/rit)

  

Nama :
Email :
Komentar :
Komentar yang tidak sopan akan dihapus.

Komentar Pembaca (1)

  • Shakuntala (Kamis, 05 Mei 2011 17:19)
    Mohon jawaban Pak Hanung, soal lagu "Kesaksian" ciptaan Yockie Suryoprayogo/Iwan Fals/Renda, yg anda pakai sebagai soundtrack film Tanda Tanya, tanpa seijin penciptanya. [ mohon liat komentar mas Yockie di FBnya ] Teganya anda pak Hanung!!!!!


Lihat Arsip Sinetron

- - -