Kapanlagi.com - Makam kuno yang menyimpan jebakan mematikan, artefak berusia ribuan tahun, dan tim petualang yang mempertaruhkan nyawa demi mengungkap rahasia sejarah. Itulah formula yang membuat drama China bertema arkeolog dan perburuan artefak kuno begitu adiktif. Genre ini bukan sekadar hiburan ringan. Ketegangan di setiap episode, teka-teki yang menguji logika, serta visual efek yang kian memukau menjadikannya tontonan wajib bagi pecinta petualangan.
Tren drama China bertema arkeologi semakin menarik perhatian karena membawa tema yang jarang diangkat sebelumnya. Setelah gelombang drama fantasi dan romansa modern, kisah tentang penemuan artefak kuno dan misteri makam dinasti menjadi daya tarik utama bagi penonton di dalam dan luar negeri. Mengetahui pilihan terbaik di genre ini bisa menghemat waktu dan memastikan kamu tidak kecewa di tengah jalan.
Advertisement
Drama bertema arkeologi dan perburuan artefak adalah subgenre khas industri hiburan China yang menggabungkan petualangan, misteri, dan elemen supranatural. Tomb raiding merupakan genre drama China populer yang berfokus pada petualangan dan aksi, biasanya melibatkan pemburu harta karun atau arkeolog yang menjelajahi makam kuno atau reruntuhan. Penonton bisa mengharapkan plot twist yang menegangkan, pertarungan berisiko tinggi, dan elemen sejarah.
Berbeda dengan film Hollywood seperti Indiana Jones atau Lara Croft: Tomb Raider, drama China cenderung menyajikan cerita lebih panjang dan mendalam. Format serial memungkinkan eksplorasi karakter yang lebih kaya serta pembangunan misteri secara bertahap. Tema khas yang sering muncul meliputi feng shui, legenda dinasti kuno, hingga rivalitas antar klan pemburu makam.
Baca juga: Drama China tentang petualangan terbaik dan pencarian harta karun
Popularitas genre ini tidak lepas dari kekuatan novel sumbernya. Novel Daomu Biji karya Xu Lei (nama pena Nan Pai San Shu) ditulis selama lima tahun dan diterbitkan sebagai sembilan novel terpisah. Seri ini menjadi salah satu novel paling populer di China sejak 2007 dengan jutaan penggemar dan lebih dari 20 juta kopi terjual. Basis penggemar yang masif ini menjamin animo penonton setiap kali adaptasi baru dirilis.
Banyak penonton menilai tema arkeologi membuat drama terasa lebih realistis sekaligus mendidik, karena menyingkap sisi sejarah China yang jarang diungkap. Selain itu, chemistry antar karakter utama — khususnya trio petualang atau "Iron Triangle" — menjadi magnet tersendiri bagi penonton yang menikmati dinamika persahabatan di tengah bahaya.
Kualitas produksi drama China juga terus meningkat. Set lokasi yang otentik, efek visual yang semakin canggih, serta riset sejarah yang mendalam membuat pengalaman menonton terasa imersif. Tak heran genre ini terus melahirkan judul-judul baru setiap tahun.
Sebelum menyelami daftar rekomendasi, ada baiknya mengenal tiga kategori utama dalam genre ini. Pemahaman ini membantu kamu memilih tontonan sesuai selera.
The Lost Tomb Series merupakan franchise televisi berdasarkan seri novel Daomu Biji karya Nanpai Sanshu yang mengikuti petualangan Wu Xie, Pangzi, dan Zhang Qiling dalam misi perburuan makam. Universe ini telah menghasilkan lebih dari belasan judul drama dan film. Ciri khasnya adalah tokoh-tokoh yang saling terhubung antarjudul, meski diperankan aktor berbeda di setiap adaptasi.
Novel Ghost Blows Out the Light (Gui Chui Deng) karya Zhang Muye dengan cepat menjadi novel online terlaris di China dengan estimasi pembaca enam juta orang. Berlatar tahun 1980-an, seri ini mengikuti mantan tentara Hu Bayi dan rekannya saat mereka menjelajahi makam demi mencari harta berharga. Nuansa horor dan mistisnya lebih kental dibanding Daomu Biji.
Kategori terbaru ini menampilkan arkeolog profesional sebagai tokoh utama, bukan pemburu makam. Fokusnya pada proses penggalian ilmiah, perlindungan warisan budaya, dan penegakan hukum terhadap pencurian artefak. Drama The Lost National Treasure menjadi contoh paling menonjol di kategori ini.
Berikut daftar drama terbaik yang wajib masuk watchlist kamu. Setiap judul dipilih berdasarkan kualitas cerita, popularitas, dan keunikan pendekatan terhadap tema arkeologi.
The Lost Tomb merupakan serial streaming China tahun 2015 berdasarkan novel web Daomu Biji yang tayang perdana di iQiyi pada 12 Juni 2015. Wu Xie (Li Yifeng) adalah pemilik toko barang antik dari keluarga pemburu makam yang melanjutkan bisnis keluarganya bersama tim, menemukan harta karun era Negara-Negara Berperang sekaligus jawaban atas tragedi masa lalu keluarganya.
The Lost Tomb menjadi drama web paling banyak ditonton tahun 2015 dengan lebih dari 2,8 miliar penayangan. Drama ini adalah gerbang masuk sempurna bagi penonton baru ke dunia Daomu Biji. Meski efek visualnya belum secanggih sekuel-sekuelnya, cerita dasar dan karakter inti sudah terbangun kuat.
Candle in the Tomb, dirilis Desember 2016 oleh Daylight Entertainment, diadaptasi dari volume pertama seri novel Ghost Blows Out the Light. Judul drama ini berasal dari pepatah kuno China: "Manusia menyalakan lilin dan hantu meniupnya." Menurut sang penulis, para perampok makam akan meletakkan lilin di sudut tenggara makam setelah masuk sebagai upaya berkomunikasi dengan orang mati. Jika lilin padam, itu pertanda roh di dalamnya menolak gangguan.
Drama ini menawarkan atmosfer yang lebih gelap dan mencekam. Karakter Hu Bayi yang ahli feng shui dan konfigurasi makam menjadi daya tarik utama bagi penonton yang menyukai elemen horor dan misteri. Tersedia di beberapa platform streaming dengan subtitle Indonesia.
Baca juga: Drama China bertema museum dan arkeologi terbaru
Mengangkat kisah sembilan keluarga misterius di Changsha pada era Republik, drama ini penuh teka-teki dan petualangan seru. Keluarga-keluarga ini terlibat dalam pencarian artefak kuno yang tersembunyi di bawah kota. Di tengah konflik politik dan ancaman Jepang, mereka harus bekerja sama sekaligus saling curiga.
Dibintangi William Chan dan Zhao Liying, The Mystic Nine berfungsi sebagai prekuel dari The Lost Tomb universe. Drama ini menjadi salah satu drama paling banyak ditonton di China. Kostum era Republiknya juga mendapat pujian karena detail dan estetika yang memanjakan mata.
Hankiz Omar membintangi Ultimate Note sebagai A Ning dengan rating 8.6 di MyDramaList. Drama ini mengisahkan petualangan Wu Xie dan rekan-rekannya dalam mengungkap konspirasi berbahaya berkaitan dengan rahasia masa lalu dan ekspedisi misterius. Karakter A Ning terlibat dalam perjalanan penuh risiko menghadapi pengkhianatan, kehilangan ingatan, dan misteri makam kuno.
Ultimate Note dianggap sebagai salah satu adaptasi paling setia terhadap novel aslinya. Hubungan "Iron Triangle" antara Wu Xie, Zhang Qiling, dan Wang Pangzi terasa lebih matang dan emosional. Bagi penggemar drama China Hankiz Omar, judul ini tidak boleh dilewatkan.
Drama ini berkisah tentang Wu Xie, Pang Zi, dan Zhang Qiling, trio petualang yang sudah pensiun, mendapat pesan misterius dari Wu Sanshen. Meskipun mereka sudah memutuskan menjalani kehidupan biasa, panggilan tersebut memaksa mereka kembali ke dunia petualangan. Mereka memulai perjalanan penuh misteri, menghadapi bahaya dan rahasia gelap. Dalam perjalanan ini, mereka belajar bahwa petualangan sejati tak pernah berakhir.
Dibintangi Zhu Yilong sebagai Wu Xie versi lebih dewasa, Reunion menawarkan nuansa yang lebih reflektif. Chemistry antara ketiga tokoh utama menjadi kekuatan terbesar serial ini. Total 62 episode terbagi dalam dua season yang tayang di iQiyi.
Drama ini berkisah tentang Li Cu, seorang siswa sekolah menengah yang terlibat dalam petualangan tak terduga setelah diserang dan diculik oleh Wu Xie dan teman-temannya. Mereka mencari makam kuno, Gutong Jing. Setelah kembali sendirian, Li Cu kembali ke Gutong Jing dengan sekutu baru untuk mengungkap misteri yang melibatkan teman-temannya.
Tomb of the Sea menarik karena memperkenalkan perspektif orang luar yang terseret ke dunia perburuan artefak kuno. Dibintangi Leo Wu (Wu Lei), drama ini cocok untuk penonton yang ingin menikmati petualangan segar tanpa harus menonton semua judul sebelumnya. Tersedia di WeTV untuk penonton Indonesia.
Baca juga: Film China tentang petualangan terbaru yang penuh aksi seru
The Lost National Treasure, serial TV populer yang terinspirasi dari penemuan arkeologi nyata, membutuhkan tiga tahun untuk diproduksi. Salah satu langkah kunci persiapannya melibatkan kunjungan ke 21 situs peninggalan bersejarah. Terdiri dari 36 episode yang mencakup dua dekade, drama ini mengisahkan seorang arkeolog dan mantan kekasihnya, juga seorang arkeolog, bekerja sama dengan polisi lokal melawan geng perampok makam untuk menggali makam kaisar era Dinasti Han.
Sebagaimana dilaporkan China Daily, drama ini ditonton 290 juta kali selama masa tayangnya. Sutradara Hui Kaidong, dikutip dari iQilin, menyatakan, "Drama ini adalah surat cinta untuk semua pelindung warisan budaya yang tak terdengar — penjaga percikan peradaban di ladang yang sunyi."
Berbeda dari drama tomb raiding lainnya, The Lost National Treasure menampilkan sisi arkeologi profesional secara realistis. Penonton bisa melihat bagaimana arkeolog mempelajari lingkungan, mengukur kepadatan tanah, dan mendeduksi lokasi makam. Drama yang juga dibintangi Rain Wang ini tayang di CCTV-1 dan iQiyi.
Genre ini punya ekosistem yang cukup kompleks. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pengalaman menonton tetap menyenangkan:
Kesalahan paling umum penonton baru adalah langsung menonton Tomb of the Sea tanpa memahami konteks The Mystic Nine. Hal ini bisa membuat banyak referensi dan hubungan antarkarakter terasa membingungkan. Baca juga rekomendasi drama China historical untuk memperluas referensi tontonanmu.
Di balik setiap petualangan makam kuno yang menegangkan, ada aktor dan aktris yang berhasil menghidupkan karakter-karakter ikonik. Beberapa nama bahkan sudah begitu identik dengan genre ini hingga sulit dipisahkan dari peran mereka. Dari generasi pertama hingga yang terbaru, aktor-aktor berikut menjadi wajah utama drama bertema arkeologi dan perburuan artefak di layar kaca China. Penampilan mereka sering dibahas di platform media sosial dan forum penggemar drama China di Indonesia.
Li Yifeng memerankan Wu Xie dalam The Lost Tomb (2015), adaptasi pertama Daomu Biji ke format serial. Sebagai aktor yang membawa karakter Wu Xie ke layar kaca untuk pertama kalinya, performanya menjadi fondasi bagi semua pemeran Wu Xie setelahnya. Karier Li Yifeng sebagai aktor China memang sudah dikenal luas, dan perannya di deretan drama populer China semakin mengukuhkan posisinya di industri hiburan.
Zhu Yilong tampil memukau sebagai Wu Xie versi lebih dewasa dalam Reunion: The Sound of the Providence (2020). Interpretasinya menghadirkan sisi reflektif dan emosional yang berbeda dari pendahulunya. Kemampuannya membawa nuansa melankolis ke karakter petualang ini mendapat apresiasi luas dari penggemar Daomu Biji di berbagai platform seperti Douban dan Weibo.
William Chan memerankan Zhang Qi Shan (Fo Ye), pemimpin karismatik dari sembilan keluarga dalam The Mystic Nine (2016). Karisma dan ketampanannya dalam balutan kostum era Republik berhasil memikat jutaan penonton. Aktingnya di drama bertema petualangan dan arkeologi ini menjadi salah satu peran paling dikenang sepanjang kariernya, sering dibahas di akun-akun penggemar drama China di Instagram dan TikTok.
Wang Herun memerankan pasangan romantis protagonis dalam The Lost National Treasure, yang karakternya sebagian terinspirasi dari kisah nyata Zhang Yun, seorang arkeolog di Akademi Arkeologi Shaanxi. Zhang Yun memimpin tim arkeolog selama 13 tahun menggali dan meneliti peninggalan bersejarah di pemakaman keluarga Lyu era Dinasti Song Utara. Peran ini menunjukkan kemampuan Wang Herun berakting di genre yang serius dan edukatif. Drama China Wang Herun lainnya juga layak dicek.
Yang Yang memerankan Zhang Qiling yang misterius dalam The Lost Tomb (2015), karakter yang menjadi favorit banyak penonton berkat aura dingin namun setia. Visual Yang Yang yang menawan sangat cocok dengan deskripsi karakter dalam novel. Penampilannya di drama ini turut memantapkan namanya sebagai salah satu aktor paling dicari di industri drama China.
Keduanya adalah franchise terpisah berdasarkan novel karya penulis berbeda. Daomu Biji karya Xu Lei berpusat pada karakter Wu Xie, sementara Candle in the Tomb (Gui Chui Deng) karya Zhang Muye mengikuti tokoh Hu Bayi. Keduanya bertema perburuan makam kuno, namun karakter, alur cerita, dan nuansanya sangat berbeda.
Urutan kronologis cerita dimulai dari The Mystic Nine (1930-an), lalu The Lost Tomb, The Lost Tomb 2, Ultimate Note, Tomb of the Sea, dan Reunion. Namun, kamu bisa mulai dari judul mana pun karena setiap drama dirancang berdiri sendiri.
Sangat cocok. Kebanyakan drama menyertakan eksposisi yang cukup sehingga penonton baru bisa mengikuti alur tanpa pengetahuan khusus. The Lost National Treasure bahkan menyajikan proses arkeologi nyata yang edukatif dan mudah dipahami.
Sebagian besar tersedia di iQiyi, WeTV, dan Youku dengan subtitle bahasa Indonesia. Beberapa judul lama juga bisa ditemukan di YouTube. Cek ketersediaan di masing-masing platform sebelum memulai.
Ya. The Lost National Treasure tayang Mei 2025 di CCTV-1 dan iQiyi. Selain itu, beberapa drama bertema museum dan arkeologi lainnya juga dijadwalkan tayang sepanjang 2025-2026.
Dari The Lost Tomb yang membuka era baru drama petualangan hingga The Lost National Treasure yang mengangkat sisi realistis profesi arkeolog, genre ini terus berkembang dan menawarkan pengalaman menonton yang beragam. Pilih judul sesuai selera — apakah kamu lebih suka misteri supranatural, aksi tomb raiding, atau cerita arkeologi berbasis kejadian nyata — dan siapkan dirimu untuk maraton seru.
Yuk, baca artikel seputar rekomendasi drama China dan hiburan menarik lainnya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Daftar Referensi
(kpl/fed)