Kapanlagi.com - Cara menanam bunga mawar tidak bisa dilakukan sembarangan, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga dalam jumlah lebih banyak. Mulai dari memilih bibit, menyiapkan media tanam, hingga merawat tanaman wajib diperhatikan selama proses perawatan berlangsung.
Banyak orang menanam bunga mawar di pekarangan rumah karena tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai penghias halaman sekaligus memberikan suasana yang lebih nyaman. Namun, tidak sedikit tanaman mawar yang tumbuh tanpa menghasilkan bunga karena langkah penanamannya kurang tepat sejak awal.
Bagi siapapun yang saat ini sedang mencoba menanam bunga mawar, memahami langkah penanaman menjadi hal yang penting. Berikut KapanLagi menghadirkan 10 cara menanam bunga mawar agar berbunga lebat yang dapat diterapkan di pekarangan rumah, Kamis (6/8).
Advertisement
Menentukan bibit menjadi langkah pertama yang menentukan pertumbuhan tanaman hingga masa berbunga. Bibit yang berasal dari indukan yang sudah tumbuh baik akan lebih mudah menyesuaikan diri setelah dipindahkan ke pekarangan rumah.
Bibit yang telah memiliki akar akan lebih cepat beradaptasi setelah dipindahkan ke media tanam. Cara ini juga membantu tanaman mulai membentuk tunas baru dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Setelah bibit tersedia, langkah berikutnya adalah memilih lokasi tanam yang sesuai. Penempatan tanaman akan berpengaruh terhadap pertumbuhan batang, daun, dan pembentukan bunga.
Tanaman mawar memerlukan cahaya setiap hari agar proses pertumbuhannya berjalan dengan baik. Lokasi yang terbuka juga membantu mengurangi kelembapan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Media tanam menjadi tempat akar berkembang sehingga perlu disiapkan sejak awal. Campuran tanah yang tepat membantu akar memperoleh air dan unsur hara secara merata.
Media tanam yang mudah menyerap air akan membantu akar berkembang tanpa mengalami genangan. Dengan kondisi tersebut, tanaman dapat tumbuh secara bertahap dan mulai membentuk tunas baru.
Proses penanaman perlu dilakukan secara hati-hati agar akar tidak mengalami kerusakan. Bibit yang ditanam dengan benar akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Setelah penanaman selesai, tekan permukaan tanah secukupnya agar batang berdiri tegak. Langkah sederhana ini membantu tanaman tetap stabil saat mulai tumbuh.
Penyiraman menjadi bagian penting setelah bibit selesai ditanam. Air membantu tanaman menyesuaikan diri sekaligus mendukung pertumbuhan akar pada masa awal.
Penyiraman yang dilakukan secara teratur membantu menjaga kelembapan tanah tanpa menyebabkan genangan. Dari tahap ini, tanaman mulai membentuk tunas baru yang menjadi awal proses munculnya bunga.
Setelah tanaman mulai tumbuh, langkah berikutnya adalah memenuhi kebutuhan unsur hara agar pembentukan tunas dan bunga dapat berlangsung secara bertahap. Pemberian pupuk tidak perlu dilakukan terlalu sering, tetapi harus mengikuti kebutuhan tanaman.
Pupuk membantu tanaman memperoleh nutrisi untuk membentuk cabang baru. Semakin banyak cabang yang tumbuh, semakin besar peluang tanaman menghasilkan bunga pada musim berikutnya.
Pemangkasan menjadi bagian dari perawatan agar tanaman dapat mengarahkan pertumbuhan ke cabang baru yang lebih produktif. Cara ini juga membantu tanaman tetap tumbuh secara teratur.
Setelah pemangkasan dilakukan, tanaman biasanya mulai mengeluarkan tunas baru dari bagian batang yang masih aktif tumbuh. Tunas inilah yang kemudian berkembang menjadi cabang tempat bunga muncul.
Gulma yang tumbuh di sekitar mawar dapat mengurangi ruang tumbuh dan mengambil air serta unsur hara dari dalam tanah. Karena itu, kebersihan area tanam perlu dijaga secara rutin.
Lingkungan yang bersih membantu tanaman memperoleh kebutuhan air dan nutrisi tanpa harus bersaing dengan tanaman lain. Langkah ini juga membuat proses perawatan menjadi lebih mudah.
Pemeriksaan rutin membantu mengetahui perubahan yang terjadi pada tanaman sejak dini. Dengan begitu, perawatan dapat segera dilakukan sebelum mengganggu pertumbuhan bunga.
Pemeriksaan sederhana tidak membutuhkan banyak waktu, tetapi dapat membantu menjaga pertumbuhan tanaman tetap berjalan. Semakin cepat perubahan diketahui, semakin mudah penanganannya.
Tahap terakhir dalam cara menanam bunga mawar adalah memanen bunga ketika kelopak sudah mulai membuka. Waktu pemetikan yang tepat membantu tanaman kembali membentuk tunas untuk periode berbunga berikutnya.
Setelah bunga dipanen, lanjutkan penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan secara berkala. Perawatan yang dilakukan secara berulang akan membantu tanaman menghasilkan bunga kembali sehingga pekarangan rumah tetap dipenuhi bunga mawar.
1. Berapa lama bunga mawar mulai berbunga setelah ditanam?
Umumnya bunga mawar mulai menghasilkan bunga dalam waktu sekitar 3–6 bulan setelah ditanam, bergantung pada jenis bibit dan perawatannya.
2. Apakah bunga mawar harus terkena sinar matahari setiap hari?
Ya. Mawar memerlukan paparan sinar matahari setiap hari agar pertumbuhan batang, daun, dan bunga berlangsung dengan baik.
3. Seberapa sering bunga mawar perlu disiram?
Penyiraman dapat dilakukan satu kali sehari pada pagi atau sore hari. Saat hujan, penyiraman dapat dikurangi sesuai kondisi tanah.
4. Apa penyebab bunga mawar tidak kunjung berbunga?
Beberapa penyebabnya antara lain kurang sinar matahari, pemupukan yang tidak rutin, media tanam kurang mendukung, atau tanaman belum dipangkas.
5. Apakah bunga mawar bisa ditanam langsung di pekarangan rumah?
Bisa. Mawar dapat ditanam langsung di tanah pekarangan selama lokasi mendapat sinar matahari, memiliki drainase yang baik, dan dirawat secara rutin.
(kpl/rul)