350 Contoh Kata Penghubung dalam Bahasa Indonesia

Kapanlagi.com - Kata penghubung atau konjungsi merupakan bagian penting dalam struktur kalimat Bahasa Indonesia. Berikut ini adalah 350 contoh kata penghubung beserta penggunaannya dalam kalimat:

1 dari 35 halaman

1. Kata Penghubung Aditif (Gabungan)

menulis di buku (credit: pexels.com)

Kata penghubung aditif berfungsi menghubungkan unsur-unsur yang setara:

1. Dan – Ibu sedang memasak dan ayah membaca koran.

2. Serta – Ayah, ibu serta kakak akan ke Bandung minggu depan.

3. Juga – Dia pandai menyanyi juga pintar menari.

4. Lagi – Adik minta dibelikan es krim lagi.

5. Lagi pula – Lagi pula, kita sudah terlambat untuk pergi sekarang.

6. Selain itu – Selain itu, kita juga perlu membeli bahan makanan.

7. Di samping itu – Di samping itu, kita harus memikirkan biaya transportasi.

8. Tambahan lagi – Tambahan lagi, cuaca hari ini sangat cerah.

9. Tidak hanya…tetapi juga – Dia tidak hanya pandai, tetapi juga rajin.

10. Bukan hanya…melainkan juga – Bukan hanya cantik, melainkan juga cerdas.

2. Kata Penghubung Pertentangan

Kata penghubung pertentangan menghubungkan dua hal yang berlawanan:

11. Tetapi – Rumah itu besar tetapi tidak terawat.

12. Namun – Dia sudah berusaha keras, namun tetap gagal.

13. Sedangkan – Adik suka es krim sedangkan kakak lebih suka coklat.

14. Melainkan – Dia bukan dokter melainkan perawat.

15. Sebaliknya – Jangan marah, sebaliknya cobalah untuk memaafkan.

16. Akan tetapi – Saya ingin pergi, akan tetapi hujan turun deras.

17. Meskipun demikian – Meskipun demikian, kita harus tetap optimis.

18. Walaupun begitu – Walaupun begitu, dia tetap tersenyum.

19. Kendatipun – Kendatipun sulit, kita harus mencobanya.

20. Biarpun – Biarpun lelah, dia tetap bekerja keras.

3. Kata Penghubung Pilihan

Kata penghubung pilihan menyatakan pilihan antara dua hal atau lebih:

21. Atau – Kamu mau membeli sepatu atau tas?

22. Ataupun – Nasi goreng ataupun mie goreng sama saja, keduanya dia suka.

23. Maupun – Baik pagi, siang maupun malam, kerjanya bermalas-malasan saja.

24. Baik…maupun – Baik anak-anak maupun orang dewasa menyukai es krim.

25. Entah…entah – Entah dia datang entah tidak, kita tetap harus siap.

26. Apakah…atau – Apakah kamu mau pergi sekarang atau nanti?

27. Bisa…bisa – Bisa hujan bisa panas, kita tetap harus berangkat.

28. Boleh…boleh – Boleh datang boleh tidak, terserah kamu.

29. Mau…mau – Mau suka mau tidak, kamu harus menerimanya.

30. Biar…biar – Biar susah biar senang, kita hadapi bersama.

4. Kata Penghubung Waktu

Kata penghubung waktu menunjukkan hubungan waktu antara dua peristiwa:

31. Setelah – Setelah makan, dia langsung tidur.

32. Sebelum – Cuci tangan sebelum makan.

33. Ketika – Ketika hujan turun, kami sedang di jalan.

34. Saat – Saat itu, kami sedang belajar.

35. Selama – Selama liburan, kami tinggal di rumah nenek.

36. Sejak – Sejak kecil, dia sudah suka membaca.

37. Hingga – Kami belajar hingga larut malam.

38. Sampai – Dia menunggu sampai matahari terbenam.

39. Sementara – Sementara ibu memasak, ayah membaca koran.

40. Seraya – Dia tersenyum seraya melambai.

5. Kata Penghubung Tujuan

menulis di buku (credit: pexels.com)

Kata penghubung tujuan menyatakan maksud atau tujuan suatu tindakan:

41. Agar – Dia belajar dengan giat agar lulus ujian.

42. Supaya – Mereka membersihkan kali supaya tidak banjir lagi.

43. Untuk – Ibu membuat sarapan untuk anak-anak.

44. Demi – Dia rela berkorban demi keluarganya.

45. Guna – Mereka mengadakan rapat guna membahas masalah ini.

46. Biar – Cepat tidur biar besok tidak terlambat.

47. Agar supaya – Dia rajin menabung agar supaya bisa membeli rumah.

48. Untuk supaya – Dia berolahraga untuk supaya tetap sehat.

49. Demi untuk – Demi untuk masa depan, kita harus bekerja keras.

50. Buat – Dia bekerja keras buat membiayai sekolah adiknya.

6. Kata Penghubung Sebab

Kata penghubung sebab menjelaskan alasan terjadinya suatu peristiwa:

51. Karena – Dia tidak masuk sekolah karena sakit.

52. Sebab – Jalan macet sebab ada kecelakaan.

53. Lantaran – Lantaran hujan, acara dibatalkan.

54. Gara-gara – Gara-gara terlambat bangun, dia ketinggalan bus.

55. Oleh karena – Oleh karena cuaca buruk, penerbangan ditunda.

56. Oleh sebab – Oleh sebab kecerobohannya, proyek itu gagal.

57. Berkat – Berkat kerja kerasnya, dia berhasil lulus ujian.

58. Akibat – Akibat kelalaiannya, terjadi kebakaran.

59. Dikarenakan – Dikarenakan hujan lebat, banyak jalan tergenang.

60. Disebabkan – Disebabkan oleh angin kencang, banyak pohon tumbang.

7. Kata Penghubung Akibat

Kata penghubung akibat menunjukkan hasil atau konsekuensi dari suatu tindakan:

61. Sehingga – Dia belajar dengan giat sehingga lulus dengan nilai terbaik.

62. Maka – Hujan turun deras, maka jalan menjadi banjir.

63. Akibatnya – Dia sering begadang, akibatnya kesehatannya menurun.

64. Konsekuensinya – Dia melanggar peraturan, konsekuensinya dia dihukum.

65. Alhasil – Dia rajin berlatih, alhasil dia menjadi juara.

66. Dengan demikian – Dengan demikian, masalah ini sudah selesai.

67. Oleh karenanya – Oleh karenanya, kita harus lebih berhati-hati.

68. Jadi – Jadi, kita harus segera mengambil keputusan.

69. Maka dari itu – Maka dari itu, kita perlu memikirkannya baik-baik.

70. Oleh sebab itu – Oleh sebab itu, kita harus mengubah strategi.

8. Kata Penghubung Syarat

Kata penghubung syarat menyatakan kondisi yang harus dipenuhi:

71. Jika – Jika hujan, kita akan membatalkan piknik.

72. Kalau – Kalau kamu rajin belajar, pasti akan berhasil.

73. Bila – Bila cuaca baik, kita akan pergi memancing.

74. Apabila – Apabila ada waktu, mampirlah ke rumah.

75. Asalkan – Kamu boleh pergi asalkan sudah menyelesaikan tugas.

76. Dengan syarat – Dengan syarat kamu berjanji akan rajin belajar.

77. Andaikan – Andaikan aku punya sayap, aku akan terbang.

78. Seandainya – Seandainya dia datang, pasti akan menyenangkan.

79. Andaikata – Andaikata hujan tidak turun, panen pasti gagal.

80. Manakala – Manakala situasi memungkinkan, kita akan melaksanakannya.

9. Kata Penghubung Tak Bersyarat

membaca buku (credit: pexels.com)

Kata penghubung tak bersyarat menyatakan bahwa sesuatu tetap terjadi tanpa syarat:

81. Meskipun – Meskipun hujan, dia tetap pergi.

82. Walaupun – Walaupun lelah, dia tetap tersenyum.

83. Sekalipun – Sekalipun sulit, dia tidak menyerah.

84. Biarpun – Biarpun mahal, dia tetap membelinya.

85. Kendatipun – Kendatipun dilarang, dia tetap nekat.

86. Sungguhpun – Sungguhpun demikian, kita harus tetap optimis.

87. Betapapun – Betapapun sulitnya, kita harus mencoba.

88. Bagaimanapun – Bagaimanapun keadaannya, kita harus tabah.

89. Meski demikian – Meski demikian, kita tidak boleh putus asa.

90. Walau bagaimanapun – Walau bagaimanapun, kita harus tetap berusaha.

10. Kata Penghubung Perbandingan

Kata penghubung perbandingan digunakan untuk membandingkan dua hal:

91. Seperti – Wajahnya cantik seperti bidadari.

92. Bagaikan – Dia berlari bagaikan kilat.

93. Bagai – Matanya bersinar bagai bintang.

94. Laksana – Dia berjalan laksana merak.

95. Ibarat – Hidupnya ibarat roda yang berputar.

96. Umpama – Umpama air dan minyak, mereka tidak pernah akur.

97. Seakan-akan – Dia berbicara seakan-akan dia tahu segalanya.

98. Seolah-olah – Dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

99. Bak – Parasnya cantik bak bulan purnama.

100. Serupa – Wajah mereka serupa pinang dibelah dua.

11. Kata Penghubung Penegas

Kata penghubung penegas berfungsi untuk memberikan penekanan:

101. Bahkan – Dia sangat pandai, bahkan menjadi juara kelas.

102. Malahan – Dia tidak marah, malahan tersenyum.

103. Apalagi – Dia tidak suka sayur, apalagi buah.

104. Lagipula – Lagipula, kita sudah terlanjur berjanji.

105. Tambahan pula – Tambahan pula, harganya sangat mahal.

106. Lagi pula – Lagi pula, kita sudah terlambat.

107. Terlebih lagi – Terlebih lagi, dia sangat berbakat.

108. Lebih-lebih lagi – Lebih-lebih lagi, dia sangat rajin.

109. Terutama – Terutama, kita harus menjaga kesehatan.

110. Khususnya – Khususnya, kita perlu memperhatikan anak-anak.

12. Kata Penghubung Urutan

Kata penghubung urutan menunjukkan urutan kejadian atau proses:

111. Pertama – Pertama, kita harus membuat rencana.

112. Kedua – Kedua, kita perlu menyiapkan bahan-bahan.

113. Ketiga – Ketiga, kita mulai mengerjakan proyek.

114. Selanjutnya – Selanjutnya, kita akan membahas hasil kerja.

115. Kemudian – Kemudian, kita akan mengevaluasi hasilnya.

116. Akhirnya – Akhirnya, kita bisa menyelesaikan tugas ini.

117. Mula-mula – Mula-mula, kita harus mengumpulkan data.

118. Lalu – Lalu, kita akan menganalisis data tersebut.

119. Berikutnya – Berikutnya, kita akan membuat laporan.

120. Terakhir – Terakhir, kita akan mempresentasikan hasil kerja.

13. Kata Penghubung Penjelas

menulis di buku (credit: pexels.com)

Kata penghubung penjelas memberikan penjelasan tambahan:

121. Yaitu – Ada dua jenis buah, yaitu apel dan jeruk.

122. Yakni – Dia memiliki dua hobi, yakni membaca dan menulis.

123. Bahwa – Dia mengatakan bahwa dia akan datang besok.

124. Adalah – Tujuan utama kami adalah untuk membantu masyarakat.

125. Ialah – Yang dimaksud dengan fotosintesis ialah proses pembuatan makanan pada tumbuhan.

126. Merupakan – Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa.

127. Termasuk – Banyak buah-buahan di sini, termasuk mangga dan rambutan.

128. Terdiri dari – Komite ini terdiri dari lima orang anggota.

129. Meliputi – Tugasnya meliputi menyapu, mengepel, dan merapikan ruangan.

130. Mencakup – Penelitian ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.

14. Kata Penghubung Pembatas

Kata penghubung pembatas memberikan batasan atau pengecualian:

131. Kecuali – Semua siswa lulus, kecuali Andi.

132. Selain – Selain membaca, dia juga suka menulis.

133. Hanya – Hanya dia yang tahu kebenarannya.

134. Melainkan – Bukan dia melainkan adiknya yang melakukannya.

135. Terkecuali – Semua boleh ikut, terkecuali yang belum membayar iuran.

136. Cuma – Cuma kamu yang bisa membantuku.

137. Saja – Kamu saja yang pergi, aku akan menunggu di sini.

138. Sekadar – Aku sekadar mengingatkan, bukan memerintah.

139. Semata-mata – Ini semata-mata demi kebaikanmu.

140. Tidak lain – Tujuanku tidak lain untuk membantumu.

15. Kata Penghubung Pembenaran

Kata penghubung pembenaran digunakan untuk membenarkan suatu pernyataan:

141. Memang – Memang benar apa yang kamu katakan.

142. Sesungguhnya – Sesungguhnya, dia adalah orang yang baik.

143. Sebenarnya – Sebenarnya, aku tidak bermaksud menyakitimu.

144. Nyatanya – Nyatanya, dia memang bersalah.

145. Faktanya – Faktanya, global warming memang terjadi.

146. Sejatinya – Sejatinya, kita semua adalah saudara.

147. Hakikatnya – Hakikatnya, kita semua ingin bahagia.

148. Realitanya – Realitanya, tidak semudah itu menyelesaikan masalah ini.

149. Kenyataannya – Kenyataannya, dia memang berbakat dalam bidang ini.

150. Senyatanya – Senyatanya, kita memang perlu bekerja sama.

16. Kata Penghubung Penyimpulan

Kata penghubung penyimpulan digunakan untuk menarik kesimpulan:

151. Jadi – Jadi, kita harus segera mengambil tindakan.

152. Maka – Maka, kita perlu memikirkan solusi lain.

153. Dengan demikian – Dengan demikian, masalah ini sudah selesai.

154. Oleh karena itu – Oleh karena itu, kita harus lebih berhati-hati.

155. Kesimpulannya – Kesimpulannya, kita perlu mengubah strategi.

156. Ringkasnya – Ringkasnya, kita harus bekerja lebih keras.

157. Singkatnya – Singkatnya, kita harus menghemat pengeluaran.

158. Pendeknya – Pendeknya, kita harus lebih disiplin.

159. Akhirnya – Akhirnya, kita berhasil menyelesaikan proyek ini.

160. Konklusinya – Konklusinya, kita perlu melakukan penelitian lebih lanjut.

17. Kata Penghubung Penjelasan

membaca buku di tab (credit: pexels.com)

Kata penghubung penjelasan memberikan informasi tambahan:

161. Maksudnya – Maksudnya, kita harus lebih teliti dalam bekerja.

162. Artinya – Artinya, kita harus mengubah rencana kita.

163. Dengan kata lain – Dengan kata lain, kita harus menghemat energi.

164. Jelasnya – Jelasnya, kita perlu bantuan lebih banyak orang.

165. Tegasnya – Tegasnya, kita tidak boleh menyerah.

166. Singkat kata – Singkat kata, kita harus bekerja sama.

167. Ringkas kata – Ringkas kata, kita perlu berpikir kreatif.

168. Pendek kata – Pendek kata, kita harus mengambil risiko.

169. Konkretnya – Konkretnya, kita perlu membuat jadwal yang lebih teratur.

170. Intinya – Intinya, kita harus fokus pada tujuan utama.

18. Kata Penghubung Pengandaian

Kata penghubung pengandaian menyatakan situasi yang belum atau tidak terjadi:

171. Seandainya – Seandainya aku kaya, aku akan membantu banyak orang.

172. Andaikan – Andaikan aku bisa terbang, aku akan keliling dunia.

173. Umpama – Umpama aku menjadi presiden, aku akan memberantas korupsi.

174. Andaikata – Andaikata hujan tidak turun, panen pasti gagal.

175. Sekiranya – Sekiranya dia datang, pasti akan menyenangkan.

176. Kalau saja – Kalau saja aku lebih rajin belajar, pasti nilaiku lebih bagus.

177. Jika saja – Jika saja aku punya waktu lebih banyak, aku akan belajar bahasa asing.

178. Bila saja – Bila saja aku lebih berani, aku akan mengikuti lomba itu.

179. Misalkan – Misalkan kita menang undian, apa yang akan kita lakukan?

180. Bayangkan – Bayangkan jika kita bisa hidup abadi, apa yang akan kita lakukan?

19. Kata Penghubung Perincian

Kata penghubung perincian digunakan untuk merinci atau menjabarkan:

181. Antara lain – Hobinya antara lain membaca, menulis, dan menggambar.

182. Seperti – Buah-buahan tropis seperti mangga, rambutan, dan durian.

183. Misalnya – Ada banyak cara untuk menghemat energi, misalnya mematikan lampu saat tidak digunakan.

184. Contohnya – Banyak negara berkembang pesat, contohnya Singapura dan Korea Selatan.

185. Termasuk – Banyak jenis olahraga air, termasuk berenang dan selancar.

186. Di antaranya – Ada beberapa faktor penyebab, di antaranya kurangnya pendidikan dan kemiskinan.

187. Sebagai contoh – Sebagai contoh, kita bisa menggunakan energi matahari untuk menghemat listrik.

188. Umpamanya – Umpamanya, kita bisa menanam sayuran di halaman rumah.

189. Semisal – Semisal, kita bisa menggunakan sepeda untuk jarak dekat.

190. Sebut saja – Banyak artis yang terjun ke dunia politik, sebut saja Prabowo dan Sandiaga Uno.

20. Kata Penghubung Penegasan

Kata penghubung penegasan digunakan untuk memperkuat pernyataan:

191. Bahkan – Dia sangat pintar, bahkan menjadi juara umum.

192. Malah – Bukannya sedih, dia malah tertawa.

193. Justru – Justru dalam kesulitan, kita bisa menemukan kekuatan.

194. Apalagi – Dia tidak suka matematika, apalagi fisika.

195. Lebih-lebih – Semua orang menyukainya, lebih-lebih keluarganya.

196. Terlebih – Semua makanan enak, terlebih masakan ibunya.

197. Lagi pula – Lagi pula, kita sudah terlanjur berjanji.

198. Tambahan pula – Tambahan pula, harganya sangat terjangkau.

199. Terutama – Kita harus menjaga kesehatan, terutama di masa pandemi ini.

200. Khususnya – Semua orang harus waspada, khususnya lansia dan anak-anak.

21. Kata Penghubung Penanda Waktu

menulis di buku (credit: pexels.com)

Kata penghubung penanda waktu menunjukkan urutan atau periode waktu:

201. Ketika – Ketika hujan turun, kami sedang di jalan.

202. Saat – Saat itu, kami sedang belajar.

203. Sewaktu – Sewaktu kecil, aku sering bermain di sungai.

204. Tatkala – Tatkala matahari terbenam, pemandangan menjadi sangat indah.

205. Semasa – Semasa sekolah, dia selalu menjadi juara kelas.

206. Selagi – Selagi muda, kita harus banyak belajar.

207. Sementara – Sementara ibu memasak, ayah membaca koran.

208. Seraya – Dia tersenyum seraya melambai.

209. Sambil – Dia berbicara sambil tersenyum.

210. Sembari – Sembari menunggu bus, dia membaca buku.

22. Kata Penghubung Penanda Tempat

Kata penghubung penanda tempat menunjukkan lokasi atau arah:

211. Di mana – Rumah di mana aku dibesarkan sudah dijual.

212. Ke mana – Ke mana pun kamu pergi, aku akan mengikutimu.

213. Dari mana – Dari mana kamu mendapatkan informasi itu?

214. Tempat – Ini adalah tempat kami biasa bermain.

215. Lokasi – Lokasi perkemahan berada di kaki gunung.

216. Daerah – Daerah ini terkenal dengan keindahan alamnya.

217. Wilayah – Wilayah ini kaya akan sumber daya alam.

218. Area – Area ini dilarang untuk umum.

219. Kawasan – Kawasan ini dilindungi oleh pemerintah.

220. Zona – Zona ini rawan gempa bumi.

23. Kata Penghubung Penanda Cara

Kata penghubung penanda cara menunjukkan bagaimana sesuatu_dilakukan:

221. Dengan – Dia menyelesaikan tugasnya dengan cepat.

222. Secara – Masalah ini harus diselesaikan secara damai.

223. Melalui – Kita bisa belajar banyak hal melalui pengalaman.

224. Lewat – Informasi disebarkan lewat media sosial.

225. Menggunakan – Dia menulis menggunakan pena.

226. Memakai – Dia pergi ke pesta memakai gaun merah.

227. Berdasarkan – Keputusan diambil berdasarkan hasil voting.

228. Menurut – Menurut saya, ide itu sangat bagus.

229. Sesuai dengan – Tindakan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku.

230. Berlandaskan – Negara kita berlandaskan Pancasila.

24. Kata Penghubung Penanda Alat

Kata penghubung penanda alat menunjukkan sarana yang digunakan:

231. Dengan – Dia memotong kue dengan pisau.

232. Menggunakan – Petani mengolah sawah menggunakan traktor.

233. Memakai – Dia menulis memakai pensil.

234. Memanfaatkan – Kita bisa memanfaatkan energi matahari untuk listrik.

235. Melalui – Pesan disampaikan melalui surat elektronik.

236. Lewat – Transaksi dilakukan lewat aplikasi online.

237. Berkat – Berkat teknologi modern, komunikasi menjadi lebih mudah.

238. Dengan bantuan – Dengan bantuan mikroskop, kita bisa melihat sel.

239. Menggunakan jasa – Pengiriman barang menggunakan jasa kurir.

240. Dengan perantaraan – Dengan perantaraan internet, informasi cepat menyebar.

25. Kata Penghubung Penanda Perbandingan

menulis di buku (credit: pexels.com)

Kata penghubung penanda perbandingan digunakan untuk membandingkan:

241. Daripada – Lebih baik terlambat daripada tidak datang sama sekali.

242. Dibandingkan – Harga rumah tahun ini lebih mahal dibandingkan tahun lalu.

243. Ketimbang – Dia lebih suka teh ketimbang kopi.

244. Alih-alih – Alih-alih marah, dia justru tersenyum.

245. Sebanding – Gajinya tidak sebanding dengan beban kerjanya.

246. Seimbang – Hak dan kewajiban harus seimbang.

247. Setara – Posisinya setara dengan manajer.

248. Sepadan – Usahanya sepadan dengan hasil yang diperoleh.

249. Sebagaimana – Sebagaimana yang kita tahu, hidup ini penuh tantangan.

250. Sesuai dengan – Hasil yang diperoleh sesuai dengan kerja kerasnya.

26. Kata Penghubung Penanda Tingkatan

Kata penghubung penanda tingkatan menunjukkan derajat atau level:

251. Paling – Dia adalah siswa paling pintar di kelasnya.

252. Sangat – Cuaca hari ini sangat panas.

253. Amat – Soal ujian itu amat sulit.

254. Terlalu – Harga barang itu terlalu mahal.

255. Cukup – Ruangan ini cukup luas untuk 20 orang.

256. Agak – Saya merasa agak lelah hari ini.

257. Sedikit – Tambahkan sedikit garam ke dalam sup.

258. Kurang – Penampilannya kurang meyakinkan.

259. Lebih – Dia lebih tinggi dari adiknya.

260. Paling tidak – Paling tidak, kita sudah mencoba yang terbaik.

27. Kata Penghubung Penanda Pengecualian

Kata penghubung penanda pengecualian menunjukkan hal yang dikecualikan:

261. Kecuali – Semua siswa lulus, kecuali Andi.

262. Selain – Selain dia, tidak ada yang tahu rahasia itu.

263. Terkecuali – Semua warga harus ikut gotong royong, terkecuali yang sakit.

264. Di luar – Di luar dugaan, dia berhasil menyelesaikan tugasnya.

265. Tidak termasuk – Harga tiket tidak termasuk biaya makan.

266. Melainkan – Bukan dia melainkan adiknya yang melakukan kesalahan.

267. Sebaliknya – Sebaliknya, dia justru senang dengan keputusan itu.

268. Alih-alih – Alih-alih marah, dia malah tertawa.

269. Bukannya – Bukannya membantu, dia malah pergi.

270. Ketimbang – Ketimbang mengeluh, lebih baik kita mencari solusi.

28. Kata Penghubung Penanda Keraguan

Kata penghubung penanda keraguan menunjukkan ketidakpastian:

271. Mungkin – Mungkin besok akan hujan.

272. Barangkali – Barangkali dia lupa dengan janjinya.

273. Bisa jadi – Bisa jadi dia terlambat karena macet.

274. Kemungkinan – Kemungkinan besar rencana itu akan berubah.

275. Agaknya – Agaknya dia tidak suka dengan keputusan itu.

276. Sepertinya – Sepertinya dia sedang tidak enak badan.

277. Kelihatannya – Kelihatannya akan turun hujan.

278. Tampaknya – Tampaknya dia sedang sibuk.

279. Rasanya – Rasanya aku pernah melihat orang itu.

280. Seolah-olah – Seolah-olah dia tidak mendengar apa yang kukatakan.

29. Kata Penghubung Penanda Kepastian

membaca di Tab (credit: pexels.com)

Kata penghubung penanda kepastian menunjukkan keyakinan:

281. Pasti – Dia pasti akan datang.

282. Tentu – Tentu saja kita harus membantu mereka.

283. Sudah barang tentu – Sudah barang tentu kita harus mematuhi peraturan.

284. Niscaya – Jika rajin belajar, niscaya akan berhasil.

285. Tak dapat tidak – Tak dapat tidak, kita harus menghadapi kenyataan ini.

286. Tak pelak lagi – Tak pelak lagi, dia adalah pelakunya.

287. Sudah pasti – Sudah pasti dia akan memenangkan pertandingan ini.

288. Dapat dipastikan – Dapat dipastikan bahwa proyek ini akan selesai tepat waktu.

289. Tidak diragukan lagi – Tidak diragukan lagi, dia adalah ahli di bidangnya.

290. Tanpa ragu – Tanpa ragu, saya mendukung keputusan ini.

30. Kata Penghubung Penanda Tujuan

Kata penghubung penanda tujuan menunjukkan maksud atau sasaran:

291. Agar – Dia belajar dengan giat agar lulus ujian.

292. Supaya – Mereka bekerja keras supaya bisa membeli rumah.

293. Untuk – Dia pergi ke toko untuk membeli buku.

294. Demi – Dia rela berkorban demi keluarganya.

295. Guna – Mereka mengadakan rapat guna membahas masalah ini.

296. Biar – Cepat tidur biar besok tidak terlambat.

297. Agar supaya – Dia rajin menabung agar supaya bisa membeli mobil.

298. Untuk supaya – Dia berolahraga untuk supaya tetap sehat.

299. Demi untuk – Demi untuk masa depan, kita harus bekerja keras.

300. Buat – Dia bekerja keras buat membiayai sekolah adiknya.

31. Kata Penghubung Penanda Penyebab

Kata penghubung penanda penyebab menunjukkan alasan atau sebab:

301. Karena – Dia tidak masuk sekolah karena sakit.

302. Sebab – Jalan macet sebab ada kecelakaan.

303. Lantaran – Lantaran hujan, acara dibatalkan.

304. Gara-gara – Gara-gara terlambat bangun, dia ketinggalan bus.

305. Oleh karena – Oleh karena cuaca buruk, penerbangan ditunda.

306. Oleh sebab – Oleh sebab kecerobohannya, proyek itu gagal.

307. Berkat – Berkat kerja kerasnya, dia berhasil lulus ujian.

308. Akibat – Akibat kelalaiannya, terjadi kebakaran.

309. Dikarenakan – Dikarenakan hujan lebat, banyak jalan tergenang.

310. Disebabkan – Disebabkan oleh angin kencang, banyak pohon tumbang.

32. Kata Penghubung Penanda Akibat

Kata penghubung penanda akibat menunjukkan hasil atau konsekuensi:

311. Sehingga – Dia belajar dengan giat sehingga lulus dengan nilai terbaik.

312. Maka – Hujan turun deras, maka jalan menjadi banjir.

313. Akibatnya – Dia sering begadang, akibatnya kesehatannya menurun.

314. Konsekuensinya – Dia melanggar peraturan, konsekuensinya dia dihukum.

315. Alhasil – Dia rajin berlatih, alhasil dia menjadi juara.

316. Dengan demikian – Dengan demikian, masalah ini sudah selesai.

317. Oleh karenanya – Oleh karenanya, kita harus lebih berhati-hati.

318. Jadi – Jadi, kita harus segera mengambil keputusan.

319. Maka dari itu – Maka dari itu, kita perlu memikirkannya baik-baik.

320. Oleh sebab itu – Oleh sebab itu, kita harus mengubah strategi.

33. Kata Penghubung Penanda Pertentangan

menulis di buku (credit: pexels.com)

Kata penghubung penanda pertentangan menunjukkan hal yang berlawanan:

321. Tetapi – Dia pandai tetapi malas.

322. Namun – Dia sudah berusaha keras, namun tetap gagal.

323. Akan tetapi – Saya ingin pergi, akan tetapi hujan turun deras.

324. Sebaliknya – Jangan marah, sebaliknya cobalah untuk memaafkan.

325. Meskipun demikian – Meskipun demikian, kita harus tetap optimis.

326. Walaupun begitu – Walaupun begitu, dia tetap tersenyum.

327. Kendatipun – Kendatipun sulit, kita harus mencobanya.

328. Biarpun – Biarpun lelah, dia tetap bekerja keras.

329. Sungguhpun – Sungguhpun demikian, kita tidak boleh menyerah.

330. Sekalipun – Sekalipun dia kaya, dia tetap rendah hati.

34. Kata Penghubung Penanda Pilihan

Kata penghubung penanda pilihan menunjukkan opsi atau alternatif:

331. Atau – Kamu mau teh atau kopi?

332. Ataupun – Pagi ataupun sore, dia selalu rajin berolahraga.

333. Maupun – Baik anak-anak maupun orang dewasa menyukai es krim.

334. Baik…maupun – Baik hujan maupun panas, acara tetap dilaksanakan.

335. Entah…entah – Entah dia datang entah tidak, kita tetap harus siap.

336. Apakah…atau – Apakah kamu mau pergi sekarang atau nanti?

337. Bisa…bisa – Bisa hujan bisa panas, kita tetap harus berangkat.

338. Boleh…boleh – Boleh datang boleh tidak, terserah kamu.

339. Mau…mau – Mau suka mau tidak, kamu harus menerimanya.

340. Biar…biar – Biar susah biar senang, kita hadapi bersama.

35. Kata Penghubung Penanda Penjelas

Kata penghubung penanda penjelas memberikan informasi tambahan:

341. Yaitu – Ada dua jenis buah, yaitu apel dan jeruk.

342. Yakni – Dia memiliki dua hobi, yakni membaca dan menulis.

343. Bahwa – Dia mengatakan bahwa dia akan datang besok.

344. Adalah – Tujuan utama kami adalah untuk membantu masyarakat.

345. Ialah – Yang dimaksud dengan fotosintesis ialah proses pembuatan makanan pada tumbuhan.

346. Merupakan – Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa.

347. Termasuk – Banyak buah-buahan di sini, termasuk mangga dan rambutan.

348. Terdiri dari – Komite ini terdiri dari lima orang anggota.

349. Meliputi – Tugasnya meliputi menyapu, mengepel, dan merapikan ruangan.

350. Mencakup – Penelitian ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Itulah kata penghubung memiliki peran penting dalam membentuk kalimat yang efektif dan koheren dalam Bahasa Indonesia. Dengan memahami berbagai jenis kata penghubung dan fungsinya, kita dapat menggunakannya dengan tepat. Masih banyak contoh kata lain yang bisa KLovers ketahui lagi dengan membaca artikel kapanlagi.com loh. Karena, kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(kpl/dhm)

Topik Terkait