Kapanlagi.com - Indonesia bukan hanya dikenal karena destinasi wisata populer seperti Bali, Labuan Bajo, atau Raja Ampat. Di berbagai daerah, ada desa wisata yang berhasil menarik perhatian dunia berkat keindahan alam, kekayaan budaya, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan tradisi setempat.
Sejumlah desa bahkan berhasil meraih penghargaan Best Tourism Villages dari UN Tourism. Pengakuan tersebut diberikan kepada desa yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak pembangunan berkelanjutan. Menariknya, daya tarik setiap desa berbeda-beda, mulai dari gunung api purba, rumah adat, sawah terasering, kerajinan batik, hingga konservasi terumbu karang.
Lantas mana saja desa wisata kelas dunia yang ada di Indonesia dan pesonanya diakui internasional? Melansir dari berbagai sumber, Senin (2/11/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta | Best Tourism Villages 2021
Desa Wisata Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu desa wisata Indonesia yang lebih dulu mendapat pengakuan internasional. Desa ini dikenal melalui keberadaan Gunung Api Purba Nglanggeran, bentang alam berbatu yang terbentuk dari aktivitas geologi jutaan tahun lalu. Pemandangan alamnya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai kegiatan luar ruang, seperti trekking, menikmati panorama perbukitan, dan wisata edukasi.
Selain keindahan alam, Nglanggeran juga mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Warga terlibat dalam pengelolaan destinasi, penyediaan homestay, hingga pengembangan produk lokal. Wisatawan pun bisa merasakan pengalaman lebih dekat dengan kehidupan masyarakat desa, bukan sekadar datang untuk menikmati pemandangan.
Pengelolaan yang melibatkan masyarakat dan upaya mengembangkan potensi lokal menjadi bagian penting dari keberhasilan Nglanggeran meraih pengakuan Best Tourism Villages dari UN Tourism pada 2021.
Kabupaten Bangli, Bali | Best Tourism Villages 2023
Desa Wisata Penglipuran merupakan salah satu desa adat di Bali yang dikenal karena tata ruang tradisional dan suasana lingkungannya yang tertata. Deretan rumah dengan gerbang khas Bali, jalan desa yang rapi, serta penggunaan unsur arsitektur tradisional membuat kawasan ini memiliki karakter yang mudah dikenali.
Penglipuran juga menarik karena masyarakatnya masih menjaga adat dan tradisi yang diwariskan antargenerasi. Wisatawan dapat melihat bentuk rumah tradisional, mengenal kehidupan sosial masyarakat Bali, serta memahami bagaimana aturan adat turut memengaruhi kehidupan sehari-hari di desa tersebut.
Keunikan budaya dan upaya menjaga lingkungan menjadi bagian dari daya tarik Penglipuran di mata wisatawan. Desa ini memperoleh pengakuan Best Tourism Villages dari UN Tourism pada 2023, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata budaya.
Kabupaten Tabanan, Bali | Best Tourism Villages 2024
Jika ingin menikmati panorama persawahan yang luas, Desa Wisata Jatiluwih bisa menjadi pilihan menarik. Desa di Kabupaten Tabanan ini terkenal dengan hamparan sawah terasering yang membentuk pola berundak mengikuti kontur perbukitan. Pemandangan hijau yang membentang menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan dan berjalan menyusuri kawasan persawahan.
Keistimewaan Jatiluwih tidak hanya terletak pada lanskapnya. Desa ini juga menjadi bagian dari kawasan lanskap budaya Bali yang berkaitan dengan sistem irigasi tradisional subak. Sistem tersebut mencerminkan kerja sama masyarakat dalam mengatur pembagian air untuk pertanian, sekaligus memperlihatkan hubungan antara budaya, alam, dan kehidupan warga.
Keberadaan sistem subak membuat Jatiluwih memiliki nilai budaya dan lingkungan yang kuat. Kawasan lanskap budaya Bali yang mencakup sistem subak telah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2012. Jatiluwih kemudian memperoleh pengakuan Best Tourism Villages dari UN Tourism pada 2024.
Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta | Best Tourism Villages 2024
Desa Wisata Wukirsari di Kabupaten Bantul dikenal sebagai salah satu pusat kerajinan batik tulis, terutama melalui kawasan batik Giriloyo. Desa ini menawarkan pengalaman wisata budaya yang berbeda karena pengunjung dapat mengenal proses pembuatan batik secara lebih dekat, mulai dari menggambar pola menggunakan canting hingga proses pewarnaan kain.
Batik bukan sekadar produk kerajinan bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya yang terus dijaga. Wisatawan dapat mengikuti kegiatan belajar membatik, melihat hasil karya para perajin, serta membeli produk lokal sebagai buah tangan. Aktivitas semacam ini turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan membantu menjaga keterampilan tradisional agar tetap diwariskan.
Selain batik, Wukirsari memiliki potensi wisata alam dan sejumlah tempat menarik di sekitarnya. Perpaduan antara kerajinan, budaya, dan kehidupan masyarakat menjadi salah satu alasan desa ini mendapat pengakuan Best Tourism Villages dari UN Tourism pada 2024.
Kabupaten Buleleng, Bali | Best Tourism Villages 2025
Desa Wisata Pemuteran di Kabupaten Buleleng menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari desa-desa lainnya. Berada di kawasan Bali Utara, desa pesisir ini dikenal dengan keindahan pantai dan ekosistem bawah lautnya. Wisatawan dapat menikmati suasana pantai, snorkeling, serta melihat keanekaragaman kehidupan laut di kawasan perairannya.
Salah satu hal yang membuat Pemuteran menarik adalah upaya masyarakat dalam memulihkan dan melestarikan terumbu karang. Desa ini dikenal dengan program konservasi Biorock, yaitu metode restorasi terumbu karang yang memanfaatkan struktur buatan dan teknologi arus listrik bertegangan rendah untuk mendukung pertumbuhan karang. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam menjaga lingkungan laut sekaligus mengembangkan wisata berkelanjutan.
Pemuteran juga menunjukkan bagaimana pariwisata dapat tumbuh seiring dengan kepedulian terhadap alam dan pemberdayaan warga. Pada 17 Oktober 2025, desa ini resmi meraih predikat Best Tourism Village 2025 dari UN Tourism. Penghargaan tersebut diberikan setelah Pemuteran bersaing dengan ratusan kandidat desa dari berbagai negara.
Penghargaan Best Tourism Villages dari UN Tourism bukan sekadar penilaian terhadap keindahan suatu tempat. Program ini turut memperhatikan bagaimana pariwisata dikelola dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain pelestarian warisan budaya, perlindungan lingkungan, keberlanjutan ekonomi, keterlibatan masyarakat, serta pengembangan infrastruktur dan kualitas pengalaman wisata. Karena itu, desa yang memiliki panorama indah saja belum tentu memenuhi seluruh kriteria.
Nglanggeran, Penglipuran, Jatiluwih, Wukirsari, dan Pemuteran memperlihatkan bahwa kekuatan desa wisata Indonesia tidak hanya berasal dari pemandangan alam. Tradisi, keterampilan warga, tata kelola komunitas, dan kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi modal penting untuk dikenal di tingkat dunia.
1. Apa yang dimaksud dengan desa wisata kelas dunia?
Desa wisata kelas dunia adalah desa yang memiliki daya tarik wisata sekaligus pengelolaan yang memenuhi standar dan kriteria tertentu di tingkat internasional. Aspek yang diperhatikan dapat mencakup budaya, lingkungan, keberlanjutan, serta keterlibatan masyarakat.
2. Apa penghargaan internasional yang diterima desa wisata Indonesia?
Salah satunya adalah Best Tourism Villages dari UN Tourism. Penghargaan ini diberikan kepada desa-desa yang dinilai berhasil mengembangkan pariwisata dengan memperhatikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
3. Desa wisata Indonesia mana saja yang mendapat penghargaan Best Tourism Villages?
Di antara penerima penghargaan tersebut adalah Nglanggeran pada 2021, Penglipuran pada 2023, Jatiluwih dan Wukirsari pada 2024, serta Pemuteran pada 2025.
4. Apa daya tarik utama Desa Wisata Pemuteran?
Pemuteran dikenal dengan pantai dan keindahan bawah lautnya. Desa ini juga memiliki program konservasi terumbu karang Biorock yang melibatkan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.
5. Apakah desa wisata kelas dunia hanya menawarkan wisata alam?
Tidak. Desa wisata kelas dunia dapat menawarkan berbagai pengalaman, seperti wisata budaya, kerajinan, edukasi, pertanian, hingga konservasi lingkungan. Setiap desa memiliki keunikan sesuai potensi lokalnya.
(kpl/iya)