Teras rumah umumnya menerima paparan sinar matahari langsung sepanjang siang tanpa naungan pohon besar, berbeda dari halaman belakang yang lebih rindang. Paparan itu membuat suhu media tanam naik drastis dalam waktu singkat, akar bekerja lebih keras menyerap air, dan daun mulai menggulung sebagai respons alami tanaman terhadap tekanan panas tersebut.
Sejumlah cara merawat tanaman hias di teras agar daunnya tidak mudah kering meski cuaca panas dapat diterapkan untuk mencegah masalah ini terjadi. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu coba di rumah yang telah dirangkum KapanLagi.com dari berbagai sumber, Jumat (6/11/2026).
Advertisement
Saat menyiram tanaman, siramkan airnya langsung ke bagian akar menggunakan gembor atau selang kecil, bukan menyiramkan air ke seluruh permukaan daun saat cuaca sedang terik. Air yang membasahi daun di siang hari justru mempercepat penguapan dan berisiko memicu bercak akibat pembakaran sinar matahari pada permukaan daun yang basah.
Josh Novell, pakar berkebun dari Polhill Garden Centre, dikutip dari situs Cravemag menyebut bahwa penyiraman ke akar lebih efektif dibanding membasahi bagian atas tanaman saat cuaca panas. Menurutnya, menyiram tanahnya bisa mendorong tanaman untuk menbangun sistem akar yang dalam dan kuat, sehingga tanaman akan lebih tahan panas dan kekeringan di kemudian hari.
Jangan lupa untuk menambahkan lapisan mulsa organik seperti sekam padi, serutan kayu, atau serabut kelapa di atas permukaan media tanam setebal dua hingga tiga sentimeter secara merata. Lapisan ini membantu menahan panas langsung dari sinar matahari agar tidak langsung menyentuh akar dan tanah di bawahnya.
Mulsa juga memperlambat penguapan air dari dalam pot sehingga media tanam tetap lembap lebih lama meski suhu udara di teras meningkat pada siang hari. Penggantian mulsa perlu dilakukan setiap satu hingga dua bulan sekali agar fungsinya tetap optimal sepanjang musim kemarau berlangsung.
Gunakan pot dengan lubang drainase di bagian dasar agar kelebihan air dapat mengalir keluar dan tidak menggenang di area akar tanaman. Ukuran pot juga perlu disesuaikan dengan ukuran tanaman, sebab pot yang terlalu kecil membuat media tanam cepat kering saat suhu udara naik.
Pot berbahan tanah liat cenderung membantu menjaga suhu akar lebih stabil dibanding pot plastik yang menyerap panas lebih cepat dari lingkungan sekitar. Pemilihan warna pot yang terang juga membantu memantulkan sebagian sinar matahari alih-alih menyerapnya ke dalam media tanam.
Sesuaikan jadwal siram dengan kondisi tanaman, bukan hanya mengikuti jadwal tetap setiap hari pada jam yang sama tanpa memperhatikan kondisi tanah. Sebagian tanaman membutuhkan air setiap hari saat cuaca panas, sementara sebagian lain cukup disiram dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Monique, pakar hortikultura yang dikutip Living Etc, menekankan penyiraman perlu mengikuti kebutuhan masing-masing tanaman secara spesifik. Menurutnya, tanaman sering kali membutuhkan lebih banyak air saat musim panas, tetapi bukan berarti tanaman perlu di siram setiap hari.
Kelompokkan pot-pot tanaman hias di satu area teras alih-alih menyebarkannya secara terpisah di berbagai sudut rumah. Pengelompokan ini meningkatkan kelembapan udara di sekitar tanaman melalui proses penguapan air dari permukaan daun dan media tanam yang saling berdekatan satu sama lain.
Udara lembap di sekitar kelompok tanaman membantu memperlambat penguapan air dari daun masing-masing individu tanaman tersebut. Cara ini terutama bermanfaat untuk tanaman berdaun tipis yang lebih rentan kering dibanding tanaman berdaun tebal seperti sukulen dan kaktus.
Pasang paranet atau kain peneduh di atas area teras yang menerima sinar matahari langsung pada pukul sebelas siang hingga pukul tiga sore setiap harinya. Naungan ini menyaring sebagian sinar matahari tanpa menghalangi cahaya yang tetap dibutuhkan tanaman untuk fotosintesis.
Paranet dengan tingkat penyaringan tiga puluh hingga lima puluh persen umumnya cukup untuk tanaman hias teras yang terbiasa dengan cahaya tidak langsung. Pemasangan bisa dilepas kembali saat musim panas berakhir agar tanaman menerima cahaya penuh pada hari-hari biasa.
Periksa kondisi daun secara rutin setiap pagi dan sore untuk mengenali tanda-tanda stres akibat panas sejak tahap paling awal. Daun yang menggulung, tepi yang mengering, atau warna yang memudar menandakan tanaman kekurangan air lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Situs West and Main Homes menyebutkan bahwa lebih baik jika menyiram tanaman dengan air bersuhu ruang, khususnya saat cuaca panas. Menurut sumber ini, menyiram tanaman dengan air dingin saat cuaca panas justru bisa membuat stress sistem akar tanaman.
Frekuensi penyiraman bergantung pada jenis tanaman dan ukuran pot, namun sebagian besar tanaman hias di teras membutuhkan penyiraman satu hingga dua kali sehari saat suhu udara meningkat tajam pada siang hari.
Penyemprotan ringan ke daun dapat membantu menjaga kelembapan sesaat, tetapi langkah ini tidak menggantikan penyiraman ke akar sebagai sumber utama air yang dibutuhkan tanaman untuk bertahan di cuaca panas.
Pagi sebelum pukul sembilan atau sore setelah pukul empat menjadi waktu yang disarankan, sebab penguapan air belum terlalu tinggi dan akar memiliki waktu menyerap air sebelum suhu udara memuncak.
Daun yang menggulung ke dalam, tepi daun yang mengering dan berubah warna kecokelatan, serta media tanam yang terasa sangat kering saat disentuh menjadi tanda umum tanaman kekurangan air.
Pot tanah liat dan pot berbahan keramik umumnya lebih cocok dibanding pot plastik gelap, sebab bahan tersebut menyerap panas lebih lambat sehingga suhu akar tanaman tetap lebih stabil.
(kpl/bim)