Kapanlagi.com - Saat lentera kertas pertama menyala di sudut ruang tamu dan bayangan bulan sabit dari karton emas memantul di dinding, rumah yang tadinya biasa-biasa saja mendadak terasa hangat dan penuh makna. Penjualan produk keagamaan dan seremonial di Asia Tenggara selama Ramadan 2025 melonjak 54% secara tahunan. Angka ini membuktikan satu hal: dekorasi Ramadan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan emosional yang terus tumbuh setiap tahun.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu membeli hiasan mahal. Dengan modal mulai Rp 100 ribu, bahan sederhana dari toko alat tulis, dan panduan langkah demi langkah di artikel ini, Anda bisa menciptakan dekorasi Ramadan yang estetik, bermakna, bahkan bernilai jual.
Advertisement
Di Indonesia, 88% pengguna TikTok menemukan produk baru di platform tersebut selama Ramadan. Ini berarti permintaan terhadap dekorasi handmade bertemakan Ramadan sedang berada di puncaknya — dan momen sekarang adalah waktu paling tepat untuk memulai.
Harga bahan baku seperti kertas karton, cat akrilik, dan lem tembak semakin terjangkau di marketplace lokal seperti Shopee dan Tokopedia. Ditambah akses tutorial gratis di YouTube dan TikTok, hambatan untuk memulai nyaris tidak ada.
Riset terdahulu menunjukkan bahwa menciptakan karya seni menurunkan kadar kortisol, hormon stres dalam tubuh. Gerakan repetitif seperti menggunting, melipat, menempel, dan mengecat membantu menurunkan kadar kortisol — seperti meditasi, kerajinan tangan menempatkan Anda dalam kondisi flow state yang menenangkan.
Dr. Frank Clark, psikiater di Prisma Health, dikutip dari CNN menyatakan, "Semua bentuk seni bisa bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan mental. Manfaatnya meliputi peningkatan harga diri, pengurangan kecemasan dan stres, peningkatan komunikasi, serta memupuk kreativitas."
Sebuah studi dari Mayo Clinic menemukan bahwa orang yang terlibat dalam hobi kreatif memiliki kemungkinan 28% lebih rendah mengalami gangguan kognitif ringan. Membuat dekorasi Ramadan bersama anak-anak juga menjadi momen bonding keluarga yang bermakna — mereka belajar tentang nilai Ramadan sambil berkreasi.
Dekorasi Ramadan handmade termasuk kategori produk musiman yang selalu diminati. Produk upcycled sangat cocok dijual saat momen hari raya — dekorasi rumah Lebaran buatan tangan selalu diminati.
Bahan/AlatEstimasi HargaTempat Beli Kertas karton warna (5 lembar)Rp 10.000–20.000Toko ATK, Shopee Kertas emas/glitterRp 8.000–15.000Tokopedia, toko buku Cat akrilik (set 6 warna)Rp 15.000–35.000Shopee, toko buku Lem tembak + isiRp 15.000–30.000Toko bangunan, marketplace Lampu LED tumblr (2 meter)Rp 10.000–20.000Shopee, Tokopedia Tali rami/benang katunRp 5.000–15.000Tokopedia, pasar tradisional Gunting, penggaris, kuasRp 10.000–20.000Toko ATK terdekat
Baca juga: Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Botol Bekas yang Mudah
Lentera atau fanous adalah simbol Ramadan yang paling ikonik. Lentera telah menjadi simbol Ramadan selama berabad-abad, terutama di Mesir dan negara-negara Arab lainnya. Anda bisa membuatnya dari kertas karton dengan langkah sederhana.
Potong kertas karton emas menjadi persegi panjang 20x15 cm. Lipat menjadi dua memanjang. Gunting garis-garis paralel dari sisi lipatan, sisakan 2 cm dari tepi atas dan bawah. Buka lipatan, gulung menjadi silinder, lalu rekatkan kedua ujungnya. Tambahkan strip kertas sebagai pegangan di atas. Masukkan lilin LED kecil ke dalamnya — dan lentera siap memperindah meja iftar Anda.
Baca juga: 7 Langkah Bikin Lampu Tidur DIY dari Barang Bekas
Gambar cetakan bulan sabit dan bintang di kertas karton emas, perak, atau warna pastel. Gunting masing-masing 5–8 buah. Lubangi bagian atas setiap bentuk, lalu rangkai menggunakan tali rami dengan jarak 10–15 cm antar ornamen. Gantung di dinding ruang makan atau jendela.
Menggunakan kertas karton untuk membuat bulan sabit dan bintang, lalu menggantungnya dengan benang transparan, menciptakan efek mengambang yang memikat. Anak-anak bisa dilibatkan dalam tahap mewarnai dan menghias — menjadikan proses ini sebagai aktivitas kebersamaan keluarga yang bermakna.
Menambahkan kaligrafi dan ornamen Islami adalah salah satu cara paling efektif untuk memperkuat nuansa spiritual rumah selama Ramadan — hiasan dinding ini tidak hanya memperindah ruangan tetapi juga mengingatkan keluarga untuk memperbanyak ibadah.
Cetak template tulisan "Marhaban Ya Ramadan" atau "Ramadan Kareem" dari internet. Tempelkan di atas kertas karton berwarna gelap menggunakan teknik transfer. Bingkai dengan frame minimalis berbahan kayu atau akrilik agar tampak elegan di dinding ruang tamu.
Kalender advent bukan hanya untuk anak-anak. Gunakan 30 amplop kecil atau kantong kertas, beri nomor 1–30 untuk setiap hari Ramadan. Isi dengan catatan motivasi, nama-nama Allah, atau tantangan amal harian. Tempel di dinding atau gantung di tali dengan penjepit kayu kecil.
Letakkan kalender ini di area yang sering dilalui — dekat dapur atau pintu masuk — agar seluruh anggota keluarga termotivasi membacanya setiap hari. Teknik serupa juga bisa diaplikasikan untuk proyek kerajinan tangan fungsional lainnya.
Meja makan adalah jantung dari perkumpulan Ramadan — menata elemen dekoratif yang halus membuat setiap hidangan terasa istimewa. Buat alas piring dari karton berlapis kertas batik. Tambahkan tempat kurma dari kaleng bekas yang sudah dicat dan dihias tali rami.
Lengkapi dengan lilin aromaterapi buatan sendiri — panduan membuat lilin hias bisa Anda pelajari terpisah. Pilih aroma lavender atau oud untuk memperkuat suasana Ramadan di ruang makan. Jangan lupa tambahkan takjil favorit keluarga di atas meja yang sudah tertata cantik.
Mendedikasikan sudut kecil di rumah untuk dekorasi Ramadan bisa langsung meningkatkan suasana spiritual — tata Al-Quran, tasbih, lentera, dan sajadah bermotif Islami yang elegan, dan sudut ini menjadi pengingat damai untuk shalat, refleksi, dan rasa syukur.
Tambahkan dupa atau bakhoor untuk memperkuat nuansa spiritual. Area ini cocok ditempatkan di sudut kamar tidur atau ruang keluarga. Untuk persiapan perlengkapan ibadah yang lebih lengkap, siapkan juga mukena dan Al-Quran di dekat sudut ini.
Setelah semua elemen selesai, tata secara menyeluruh. Gunakan kombinasi warna hijau dan emas yang melambangkan kedamaian dan kemuliaan untuk nuansa Islami, dan tambahkan aksen putih serta krem untuk kesan bersih dan lapang.
Di iklim tropis Indonesia, simpan dekorasi kertas dan kain di tempat kering dengan ventilasi baik agar tidak berjamur. Semprot lapisan clear coat pada dekorasi yang menggunakan cat untuk perlindungan ekstra dari kelembapan.
PeriodeTarget Pencapaian Minggu 1Selesaikan 2–3 proyek dasar (lentera, garland, kaligrafi) Bulan 1Seluruh dekorasi rumah tertata lengkap, kuasai 3–4 teknik Bulan 3Kembangkan variasi desain, mulai terima pesanan teman dekat Bulan 6Buka toko di marketplace, bangun portofolio di media sosial
Dr. Helen Keyes, psikolog kognitif dan kepala School of Psychology and Sport Science di Anglia Ruskin University, dikutip dari CNN menyatakan, "Berkreasi dengan seni dan kerajinan tangan itu mudah diakses dan terjangkau. Pilihan seperti merajut dan menggambar hanya membutuhkan sedikit alat dan bisa menjadi aktivitas yang menarik serta memuaskan secara kreatif."
Di Indonesia, komunitas ibu rumah tangga di platform seperti Lemon8 dan TikTok telah membuktikan bahwa dekorasi buatan tangan bukan sekadar hobi iseng. Banyak yang memulai dari proyek sederhana untuk dekorasi rumah sendiri, lalu berkembang menjadi penjual aktif di marketplace.
KomponenBiaya Bulanan (Hemat)Biaya Bulanan (Standar) Kertas karton dan kertas emasRp 20.000Rp 50.000 Cat akrilik dan lemRp 25.000Rp 60.000 Lampu LED dan taliRp 15.000Rp 40.000 Hiasan tambahan (glitter, manik)Rp 10.000Rp 30.000 Total per bulan Rp 70.000 Rp 180.000
Sebagai perbandingan, membeli set dekorasi Ramadan jadi di marketplace bisa menghabiskan Rp 300.000 hingga jutaan rupiah. Dengan membuat sendiri, Anda menghemat 50–70% sekaligus mendapatkan hasil yang lebih personal.
Jika dijual, satu set dekorasi Ramadan handmade (lentera + garland + kaligrafi) bisa dihargai Rp 150.000–350.000 tergantung kompleksitas. Dengan memproduksi 5–10 set per musim, potensi omzet mencapai Rp 750.000–3.500.000.
Setelah menguasai teknik dasar, ada beberapa cara untuk naik level dan menghasilkan uang dari hobi ini:
Jual produk jadi di marketplace. Buka toko di Tokopedia, Shopee, atau TikTok Shop. Kategori "Home & Living" dan "Handmade" memiliki basis pembeli loyal. Produk seperti hiasan dinding dan dekorasi rumah handmade cenderung menjadi produk terlaris karena memiliki daya tarik luas dan bisa dikustomisasi sesuai tren.
Jual DIY kit. Kemas bahan baku dan panduan langkah demi langkah dalam satu paket. Kit dekorasi Ramadan sangat diminati orang tua yang ingin berkreasi bersama anak. Strategi ini mirip dengan konsep kit DIY kerajinan lainnya.
Buka workshop offline. Selenggarakan kelas dekorasi Ramadan untuk komunitas atau arisan. Tarif kelas offline bisa dipatok Rp 75.000–150.000 per peserta.
Konten kreator. Dokumentasikan proses pembuatan di TikTok, YouTube, atau Instagram Reels. Konten DIY dekorasi Ramadan termasuk kategori evergreen yang selalu dicari menjelang bulan suci.
Estimasi waktu mulai menghasilkan: 1–3 bulan jika konsisten membuat produk dan memasarkannya secara aktif di media sosial. Untuk mempelajari lebih banyak teknik dekorasi DIY lanjutan, eksplorasi material seperti clay dan foam bisa menjadi langkah selanjutnya.
Untuk inspirasi dekorasi tematik lainnya, Anda juga bisa melihat panduan menata dekorasi rumah bertema Ramadan atau mengeksplorasi proyek DIY barang bekas untuk kamar yang bisa diadaptasi sepanjang tahun.
Tidak. Sebagian besar proyek dalam panduan ini hanya membutuhkan keterampilan dasar seperti menggunting, menempel, dan mengecat. Teknik seperti membuat lentera kertas dan garland bisa dipelajari melalui tutorial di YouTube dalam hitungan menit. Mulailah dari proyek paling sederhana, lalu tingkatkan kompleksitas secara bertahap seiring kepercayaan diri Anda tumbuh.
Dengan finishing yang tepat — cat akrilik yang dilapisi clear coat dan dekorasi yang direkatkan kuat — hiasan Ramadan dari kertas dan karton bisa bertahan 2–3 tahun jika disimpan dengan benar. Hindari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan tinggi. Simpan dalam kotak tertutup di tempat kering setelah Ramadan berakhir, sehingga bisa digunakan kembali tahun depan.
Tentu bisa. Dekorasi Ramadan handmade termasuk produk musiman dengan permintaan tinggi. Anda bisa menjualnya melalui Tokopedia, Shopee, atau TikTok Shop, maupun lewat bazar sekolah dan grup WhatsApp komunitas. Dengan margin keuntungan 60–70%, hobi ini berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan yang nyata menjelang Lebaran.
Dekorasi Ramadan buatan tangan bukan sekadar hiasan. Setiap lentera yang dilipat, setiap bintang yang digunting, dan setiap kaligrafi yang ditempel membawa makna lebih dalam — mengingatkan bahwa bulan suci bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang menciptakan kehangatan dan keindahan bersama orang-orang tercinta di rumah. Ambil kertas dan gunting Anda hari ini, dan mulailah dari satu proyek kecil. Hasilnya mungkin akan mengejutkan Anda.
Baca juga: 7 Langkah Membuat Vas Bunga dari Botol Bekas yang Bisa Jadi Peluang Usaha
Daftar Referensi
(kpl/fed)