Kapanlagi.com - Tidak banyak perusahaan yang mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. Menurut catatan Boston Consulting Group, rata-rata usia harapan hidup sebuah perusahaan hanya sekitar 40–50 tahun. Jika sebuah perusahaan mampu melewati batas usia tersebut, itu berarti perusahaan tersebut sangat beruntung dan tentunya memiliki strategi serta ketahanan yang luar biasa.
Untuk mencapai usia panjang, sebuah perusahaan harus mampu menghadapi berbagai tantangan seperti salah kelola, konflik internal, hingga krisis eksternal. Perusahaan yang berhasil bertahan lama biasanya telah melalui berbagai ujian ekonomi dan politik, serta terus berinovasi agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Advertisement
Di Indonesia, terdapat sejumlah perusahaan yang telah berdiri lebih dari satu abad dan masih eksis hingga saat ini. Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga turut membentuk perkembangan ekonomi dan sosial di Indonesia. Artikel ini sangat cocok bagi pecinta sejarah, pelaku bisnis, mahasiswa, dan siapa pun yang ingin mengetahui jejak perusahaan-perusahaan legendaris di Indonesia.
4. Bank Rakyat Indonesia / BRI (1895) — Bank Tertua di Indonesia
Bank Rakyat Indonesia / BRI (1895). Foto: BRI
Cikal bakal BRI bermula dari kas masjid di Purwokerto. Pada tahun 1894, Raden Bei Aria Wirjaatmadja yang mengelola uang kas masjid sebesar 4.000 gulden berinisiatif menjadikan uang tersebut sebagai sarana menolong guru, pegawai, dan petani agar tidak lagi meminjam ke rentenir. Pada 16 Desember 1895, terbentuklah bank simpan pinjam De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden. Berdasarkan Staatsblad No. 82 tahun 1934, bank ini berubah menjadi Algemene Volkscrediet Bank (AVB), berganti nama menjadi Syomin Ginko di era Jepang, hingga akhirnya dinasionalisasi menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI) setelah kemerdekaan. Kini, BRI adalah salah satu bank terbesar di Indonesia yang hampir tidak pernah tergeser dari jajaran big four dengan kapitalisasi pasar terbesar.
8. Unilever Indonesia (1933) — Raksasa FMCG yang Merevolusi Gaya Hidup
Unilever Indonesia (1933). Foto: Unilever Indonesia
Unilever hadir pertama kali di Indonesia pada 5 Desember 1933 dengan nama Lever Zeepfabrieken N.V. di Angke, Jakarta Utara. Kehadiran perusahaan multinasional ini tidak hanya menggerakkan ekonomi domestik, tetapi juga merevolusi peradaban dan gaya hidup masyarakat Indonesia. Produk-produk Unilever bahkan melekat sebagai nama generik di masyarakat—seperti menyebut Sunlight untuk sabun cuci piring atau Rinso untuk deterjen. Pada tahun 2023, nilai ekonomi yang didistribusikan Unilever mencapai Rp38,92 triliun atau setara dengan 0,2% dari total PDB Indonesia, melibatkan ribuan pekerja, ritel kecil, hingga petani.
9. Pertanyaan Seputar Perusahaan Tertua di Indonesia
Q: Apa perusahaan tertua di Indonesia?
A: Perusahaan tertua di Indonesia adalah Pos Indonesia yang didirikan pada 26 Agustus 1746 di Batavia. Perusahaan ini juga berstatus sebagai BUMN tertua yang masih beroperasi hingga hari ini.Q: Berapa rata-rata usia harapan hidup sebuah perusahaan?
A: Menurut catatan Boston Consulting Group, rata-rata usia harapan hidup sebuah perusahaan hanya berkisar antara 40–50 tahun saja.Q: Apa bank tertua di Indonesia?
A: Bank tertua di Indonesia adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berakar dari lembaga simpan pinjam di Purwokerto sejak 16 Desember 1895.Q: Apa perusahaan farmasi pertama di Indonesia?
A: Kimia Farma merupakan perusahaan farmasi pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1817 dengan nama awal NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co.Q: Apa pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara?
A: Semen Padang (dahulu NV NIPCM) yang didirikan pada 18 Maret 1910 merupakan pabrik semen pertama di Indonesia sekaligus yang pertama di kawasan Asia Tenggara.Q: Apakah semua perusahaan di daftar ini masih beroperasi hingga sekarang?
A: Ya, seluruh perusahaan dalam daftar ini, mulai dari Pos Indonesia hingga Unilever Indonesia, masih terus beroperasi dan eksis melintasi berbagai zaman.Q: Mengapa perusahaan-perusahaan ini bisa bertahan begitu lama?
A: Perusahaan-perusahaan ini mampu bertahan karena memiliki ketahanan finansial, terus berinovasi menghadapi krisis, serta adaptif terhadap dinamika ekonomi dan politik dari masa kolonial hingga era modern.Q: Apakah ada perusahaan lain yang juga didirikan sebelum kemerdekaan?
A: Selain kedelapan perusahaan di atas, terdapat beberapa perusahaan bersejarah lainnya seperti Hotel Sriwijaya (1810), Jiwasraya (1859), Kapal Api (1927), dan Multi Bintang Indonesia (1931).