Kapanlagi.com - Emisi merupakan istilah yang sering kita dengar dalam konteks lingkungan dan perubahan iklim. Istilah ini merujuk pada pelepasan atau pengeluaran zat-zat tertentu ke lingkungan yang dapat berdampak pada kualitas udara dan kesehatan manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari, emisi selalu berada di sekitar kita meskipun tidak selalu kita sadari. Aktivitas seperti mengendarai kendaraan bermotor, menggunakan listrik, atau bahkan memasak menggunakan gas LPG dapat menghasilkan emisi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), emisi didefinisikan sebagai hasil pembakaran bahan bakar fosil. Sementara dalam konteks yang lebih luas, emisi adalah pencemar udara yang dihasilkan dari kegiatan manusia yang masuk ke dalam udara dan berpotensi menyebabkan pencemaran.
Emisi merujuk pada pelepasan atau pengeluaran zat-zat atau substansi ke lingkungan, baik secara alami maupun buatan manusia. Zat-zat tersebut dapat berupa gas, partikel padat, atau cairan, dan dapat berasal dari berbagai sumber. Emisi dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Dalam konteks lingkungan, emisi merupakan cemaran lingkungan yang diakibatkan dari munculnya berbagai senyawa kimia hasil dari penggunaan dan pembakaran sesuatu yang mengandung gas karbon. Misalnya saja, penggunaan bahan bakar LPG, solar, CO2 dan berbagai bahan bakar lainnya.
Sebenarnya, gas karbon yang ada akibat pembakaran ini dapat diserap kembali oleh bumi sebagai bahan bakar fotosintesis tumbuhan. Namun, karena maraknya penebangan dan pembangunan, menyebabkan sumber daya pohon semakin menipis. Sehingga, zat karbon yang ada di bumi sudah tidak seimbang lagi.
Menurut buku Pemanasan Global Berbasis STEM dengan Model EDP karya Septyani Triwulandari dkk, emisi didefinisikan sebagai hasil pembakaran bahan bakar fosil. Definisi ini menunjukkan bahwa emisi erat kaitannya dengan aktivitas pembakaran yang menghasilkan gas-gas tertentu ke atmosfer.
Terdapat berbagai jenis emisi yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Berikut adalah jenis-jenis emisi berbahaya yang perlu diwaspadai:
Melansir dari Environment Indonesia, emisi dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis polutan yang dihasilkan, seperti emisi gas, emisi partikulat, dan emisi cairan. Setiap jenis emisi memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda terhadap lingkungan dan kesehatan.
Sumber emisi dapat berasal dari berbagai kegiatan manusia dan proses alami. Pemahaman tentang sumber-sumber ini penting untuk mengidentifikasi dan mengendalikan emisi yang dihasilkan.
Menurut data yang dikutip dari buku Pemanasan Global Berbasis STEM dengan Model EDP, penghasil terbesar emisi gas rumah kaca adalah negara-negara industri seperti China, United States, EU28, India, Rusia, dan Japan. China tercatat sebagai negara penghasil emisi gas rumah kaca tertinggi di dunia.
Emisi memiliki berbagai dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Dampak-dampak ini dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.
Paparan terhadap emisi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti iritasi mata, gangguan pernapasan, dan penyakit serius seperti kanker. Dampak spesifik meliputi pemicu hipertensi, penyebab iritasi mata, penurunan kecerdasan otak, mengganggu perkembangan mental anak, tenggorokan gatal dan batuk-batuk, serta mengurangi fungsi reproduksi laki-laki.
Melansir dari Liputan6, pencemaran udara dan air yang disebabkan oleh emisi dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia, menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk penyakit pernapasan, alergi, dan kanker. Paparan jangka panjang terhadap polusi udara di wilayah perkotaan dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.
Untuk mengurangi dampak negatif emisi, diperlukan berbagai upaya dan strategi yang komprehensif. Upaya-upaya ini melibatkan teknologi, kebijakan, dan perubahan perilaku masyarakat.
Salah satu cara mengurangi emisi di muka bumi adalah dengan bergabung dalam program Net Zero Emission. Program ini bertujuan mencapai keseimbangan antara emisi yang dihasilkan dengan emisi yang diserap atau dikurangi, sehingga tidak ada tambahan emisi bersih ke atmosfer.
Emisi adalah pelepasan atau pengeluaran zat-zat atau substansi ke lingkungan, baik berupa gas, partikel padat, atau cairan yang berasal dari berbagai sumber seperti kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran bahan bakar fosil.
Jenis emisi berbahaya meliputi karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitrous oxide (N2O), sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOx), partikel halus (PM2.5 dan PM10), dan karbon monoksida (CO).
Penyebab utama emisi adalah pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembangkit listrik, pertanian dan peternakan, serta penebangan hutan yang tidak terkendali.
Emisi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti iritasi mata dan saluran pernapasan, penyakit pernapasan, hipertensi, penurunan kecerdasan otak, dan dalam kasus yang parah dapat menyebabkan kanker.
Emisi gas rumah kaca seperti CO2 dan metana menyebabkan efek rumah kaca yang berlebihan, sehingga meningkatkan suhu rata-rata bumi dan menyebabkan pemanasan global serta perubahan iklim.
Cara mengurangi emisi meliputi penggunaan kendaraan ramah lingkungan, penerapan teknologi bersih, penggunaan energi terbarukan, konservasi hutan, dan penerapan kebijakan fiskal yang mendukung lingkungan.
Emisi menjadi masalah serius karena dapat menyebabkan pencemaran udara, pemanasan global, perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan berbagai masalah kesehatan yang mengancam keberlanjutan kehidupan di bumi.