Kapanlagi.com - Idiom merupakan salah satu unsur bahasa yang sering kita temui dalam percakapan sehari-hari, namun tidak semua orang memahami apa arti idiom sebenarnya. Idiom adalah konstruksi bahasa yang terdiri dari gabungan kata-kata dengan makna khusus yang berbeda dari arti harfiah setiap kata pembentuknya.
Pemahaman tentang apa arti idiom menjadi penting karena idiom menambah keindahan, pesona, dan daya tarik suatu bahasa. Tanpa idiom, bahasa akan terasa tidak menarik dan membosankan, sebaliknya dengan idiom, bahasa menjadi lebih berwarna dan ekspresif.
Menurut Ensiklopedi Budaya Islam Nusantara, peribahasa adalah kalimat yang singkat bermakna alegoris (kiyasan) sehingga membutuhkan proses pemahaman tertentu dalam memahaminya. Dalam konteks yang lebih luas, idiom memiliki karakteristik serupa dengan peribahasa dalam hal penyampaian makna yang tidak dapat dipahami secara literal.
Untuk memahami apa arti idiom secara mendalam, kita perlu melihat definisi dari berbagai perspektif. Idiom adalah ungkapan atau perkataan khas yang tidak dapat dijelaskan secara logis atau jalan bahasa, tetapi menambah keindahan, pesona, dan daya tarik suatu bahasa. Kata "idiom" berasal dari bahasa Yunani, idios yang berarti khas, mandiri, khusus, atau pribadi.
Secara konstruksi bahasa, idiom merupakan frasa atau gabungan beberapa kata dengan arti tersendiri yang berbeda jika diartikan secara harfiah alias kata per kata. Hal penting dari idiom adalah bukan bagaimana asal-usul pembentukannya, melainkan penggunaannya yang tepat dalam konteks kalimat. Idiom memiliki pola struktural yang "melenceng" dari kaidah bahasa umum dan artinya tidak bisa ditangkap secara logis maupun gramatikal.
Penggunaan idiom ini sengaja dilakukan terutama untuk menyatakan sesuatu secara tidak langsung kepada lawan bicara, hanya dengan menyatakan di luar konteks kata yang lebih mudah dicerna dan dimengerti oleh pendengar tanpa adanya kesalahan persepsi antara penutur dan petutur. Dalam idiom ada ungkapan tetap yang merupakan pasangan kata yang teradat yang pemakaiannya tidak boleh dipisahkan dengan kata yang mengikutinya.
Menurut Longman, idiom is a phrase which is something different from the meaning of the separate words from which it formed. Artinya, idiom merupakan frasa atau gabungan beberapa kata dengan arti tersendiri yang berbeda jika diartikan secara harfiah alias kata per kata. Meski begitu, idiom dapat mewakili ekspresi tertentu dan sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari untuk memberikan nuansa yang lebih kaya dalam penyampaian pesan.
Dalam memahami apa arti idiom, penting untuk mengetahui klasifikasi idiom berdasarkan keeratan unsur-unsur pembentuk dan maknanya. Terdapat dua jenis utama dalam kategori ini yang memiliki karakteristik berbeda dalam hal keterkaitan makna antar unsur pembentuknya.
Menurut penelitian dalam Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, di konstruksi bahasa, idiom tidaklah dapat diartikan secara literal melalui pemahaman makna masing-masing kata pembentuknya. Sebaliknya, untuk memahami idiom secara menyeluruh, diperlukan pemahaman yang lebih luas melalui sumber-sumber seperti kamus peribahasa dan kamus idiom.
Memahami apa arti idiom tidak lengkap tanpa mengetahui karakteristik yang membedakannya dari bentuk bahasa lainnya. Idiom memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya unik dalam sistem bahasa.
Pertama, idiom bersifat konvensional dan non-literal. Makna idiom tidak dapat diturunkan dari gabungan makna kata-kata pembentuknya. Misalnya, idiom "spill the beans" dalam bahasa Inggris yang berarti "membocorkan rahasia" tidak memiliki hubungan logis dengan kacang (beans). Kedua, idiom memiliki struktur yang relatif tetap dan tidak dapat diubah-ubah sesuka hati. Ketiga, idiom mencerminkan budaya dan kebiasaan masyarakat penuturnya.
Idiom juga memiliki tingkat transparansi yang berbeda-beda. Ada idiom yang bersifat transparan karena masih dapat ditafsirkan berdasarkan bagian-bagiannya, seperti "of course" atau "in any case". Sebaliknya, ada idiom yang bersifat opak atau kabur karena sama sekali tidak memiliki hubungan dengan makna harfiah kata-kata pembentuknya.
Dalam konteks penerjemahan, seperti yang dijelaskan dalam Ungkapan-Ungkapan Diskriminasi, idiom sering kali memerlukan pendekatan khusus. Penerjemah harus mempertimbangkan tidak hanya makna literal, tetapi juga konteks budaya dan penggunaan yang tepat dalam bahasa sasaran. Hal ini menunjukkan kompleksitas idiom sebagai fenomena bahasa yang tidak hanya melibatkan aspek linguistik tetapi juga aspek sosial dan budaya.
Setelah memahami apa arti idiom, penting untuk mengetahui fungsi dan kegunaannya dalam komunikasi sehari-hari. Idiom memiliki peran yang sangat penting dalam memperkaya ekspresi bahasa dan memberikan nuansa khusus dalam penyampaian pesan.
Fungsi utama idiom adalah sebagai alat untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung namun lebih ekspresif. Idiom memungkinkan penutur untuk mengungkapkan ide atau perasaan dengan cara yang lebih menarik dan berkesan. Misalnya, daripada mengatakan "dia sangat marah", penggunaan idiom "naik pitam" memberikan nuansa yang lebih kuat dan vivid tentang tingkat kemarahan seseorang.
Idiom juga berfungsi sebagai penanda identitas budaya dan sosial. Penggunaan idiom yang tepat menunjukkan pemahaman seseorang terhadap budaya dan konteks sosial tertentu. Dalam konteks pembelajaran bahasa, penguasaan idiom sering menjadi indikator tingkat kemahiran berbahasa seseorang, terutama dalam aspek pragmatik dan sosiolinguistik.
Dalam konteks global, idiom juga berperan dalam diplomasi bahasa dan komunikasi antarbudaya. Pemahaman idiom membantu dalam membangun hubungan yang lebih baik antar penutur dari latar belakang budaya yang berbeda, meskipun penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kesalahpahaman.
Untuk memperdalam pemahaman tentang apa arti idiom, berikut adalah berbagai contoh idiom dalam bahasa Indonesia dan Inggris beserta maknanya. Contoh-contoh ini menunjukkan keragaman bentuk dan makna idiom dalam kedua bahasa.
Idiom Bahasa Indonesia:
Idiom Bahasa Inggris:
Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa idiom hadir dalam berbagai bentuk dan menggunakan unsur-unsur yang beragam, mulai dari bagian tubuh, warna, angka, hingga nama hewan dan tumbuhan. Setiap idiom memiliki latar belakang budaya dan sejarah yang unik, yang membuatnya menjadi bagian integral dari kekayaan bahasa suatu masyarakat.
Idiom memiliki pola struktural yang melenceng dari kaidah bahasa umum dan artinya tidak bisa ditangkap secara logis, sedangkan peribahasa maknanya masih bisa ditangkap dari arti kata-kata pembentuknya karena terdapat hubungan antara makna asli dengan makna peribahasanya.
Idiom penting karena merupakan bagian integral dari komunikasi sehari-hari dan menunjukkan tingkat kemahiran berbahasa seseorang. Penguasaan idiom membantu dalam memahami nuansa budaya dan konteks sosial dalam penggunaan bahasa.
Cara efektif mempelajari idiom adalah dengan memahami konteksnya, mempelajari secara bertahap, mencatat idiom yang ditemui, memperbanyak referensi belajar, dan menggunakan idiom dalam percakapan sehari-hari untuk memperkuat pemahaman.
Tidak selalu. Idiom sering kali mencerminkan budaya lokal dan dapat berbeda antar daerah meskipun menggunakan bahasa yang sama. Beberapa idiom bersifat universal dalam satu bahasa, sementara yang lain bersifat regional.
Idiom umumnya tidak dapat diterjemahkan secara langsung karena melibatkan aspek budaya dan konteks yang spesifik. Penerjemahan idiom memerlukan pencarian padanan yang sesuai dalam bahasa sasaran atau penjelasan makna yang tepat.
Ya, idiom memiliki struktur yang relatif tetap dan tidak dapat diubah sesuka hati. Penggunaan idiom juga harus sesuai dengan konteks dan situasi komunikasi yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Idiom berkembang secara alami dalam masyarakat penutur bahasa melalui penggunaan berulang dan konvensi sosial. Idiom sering kali berasal dari pengalaman budaya, sejarah, atau aktivitas sehari-hari masyarakat yang kemudian mengalami pergeseran makna dan menjadi bagian tetap dari sistem bahasa.