Kapanlagi.com - Istilah remontada kini semakin populer di kalangan penggemar sepak bola dan media sosial. Kata yang berasal dari bahasa Spanyol ini memiliki makna mendalam dalam dunia olahraga.
Remontada merujuk pada situasi comeback atau kebangkitan tim yang sempat tertinggal jauh dalam pertandingan. Fenomena ini sering kali menciptakan momen-momen paling dramatis dan berkesan dalam sejarah sepak bola.
Mengutip dari buku Football's Greatest Moments karya Tom Palmer (2023), kata remontada dalam bahasa Spanyol berarti "untuk memanjat", "untuk melambung", atau "untuk berbalik". Istilah ini menjadi simbol semangat pantang menyerah yang sangat dihargai dalam sepak bola modern.
Remontada adalah istilah yang berasal dari bahasa Spanyol yang secara harfiah berarti "kebangkitan" atau "pembalikan keadaan". Dalam konteks sepak bola, remontada merujuk pada situasi di mana sebuah tim berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal dengan selisih gol yang signifikan, baik dalam satu pertandingan maupun agregat dua leg.
Konsep remontada tidak hanya sekadar tentang mencetak gol balasan, tetapi lebih kepada semangat juang dan mental yang tidak mudah menyerah. Tim yang melakukan remontada biasanya menunjukkan karakter luar biasa, tekad yang kuat, dan kemampuan untuk bangkit dari situasi yang tampak mustahil.
Dalam dunia sepak bola modern, remontada telah menjadi salah satu aspek paling menarik yang dinanti-nantikan penggemar. Momen-momen comeback dramatis ini sering kali menciptakan cerita-cerita legendaris yang dikenang sepanjang masa dan menjadi inspirasi bagi generasi pemain selanjutnya.
Istilah ini pertama kali mendapat perhatian luas setelah pertandingan Barcelona melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions 2016/2017, di mana Barcelona berhasil membalikkan ketertinggalan 0-4 menjadi kemenangan 6-1 di leg kedua, menciptakan agregat 6-5 yang fenomenal.
Popularitas istilah remontada semakin meningkat seiring dengan meningkatnya eksposur sepak bola Eropa, khususnya La Liga dan Liga Champions. Media internasional mulai mengadopsi istilah ini karena dianggap lebih ekspresif dibandingkan kata "comeback" dalam bahasa Inggris.
Barcelona vs PSG pada Liga Champions 2016/2017 menjadi contoh remontada paling ikonik dalam sejarah sepak bola modern. Setelah kalah 0-4 di leg pertama di Paris, Barcelona tampil luar biasa di Camp Nou dengan kemenangan 6-1, menciptakan agregat 6-5 yang memukau dunia.
Liverpool vs Barcelona di semifinal Liga Champions 2018/2019 juga menjadi salah satu remontada terhebat. The Reds berhasil membalikkan ketertinggalan 0-3 dari leg pertama dengan kemenangan telak 4-0 di Anfield, menunjukkan bahwa remontada bisa terjadi kapan saja.
AS Roma vs Barcelona di perempat final Liga Champions 2017/2018 memberikan contoh lain dari kekuatan remontada. Roma berhasil lolos setelah menang 3-0 di leg kedua, membalikkan kekalahan 1-4 dari leg pertama dengan semangat juang yang luar biasa.
Tottenham vs Ajax di semifinal Liga Champions 2018/2019 menunjukkan remontada dalam satu pertandingan. Spurs berhasil membalikkan ketertinggalan 0-2 di babak pertama menjadi kemenangan 3-2, dengan Lucas Moura mencetak hat-trick termasuk gol penentu di injury time.
Istilah remontada kembali viral menjelang pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025 antara Real Madrid dan Arsenal. Setelah kalah 0-3 di leg pertama, Real Madrid membutuhkan remontada spektakuler untuk melaju ke semifinal.
Jude Bellingham mengungkapkan bahwa kata remontada telah menjadi pembicaraan hangat di Santiago Bernabeu. "Fans, media, semuanya membicarakan remontada. Itu membuat kami semakin termotivasi," ungkap pemain asal Inggris tersebut dalam konferensi pers.
Dengan sejarah 15 gelar Liga Champions, Real Madrid memiliki pengalaman dan mental juara yang dibutuhkan untuk melakukan remontada. Dukungan suporter di Santiago Bernabeu juga menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer yang mendukung comeback spektakuler.
Namun, harapan remontada Real Madrid tidak terwujud setelah mereka kalah 1-2 di leg kedua, membuat Arsenal lolos dengan agregat 5-1. Kegagalan ini justru membuat istilah remontada semakin viral di media sosial sebagai bahan diskusi dan bahkan sindiran.
Aspek psikologis dalam remontada sangat kompleks dan melibatkan berbagai faktor emosional. Tim yang tertinggal harus mampu mengelola tekanan sambil tetap fokus pada eksekusi rencana permainan yang telah disiapkan.
Perkembangan media sosial telah mengubah cara istilah remontada dipersepsikan dan disebarkan. Platform seperti Twitter, Instagram, dan TikTok menjadi tempat di mana penggemar sepak bola berbagi harapan, prediksi, dan reaksi terhadap kemungkinan terjadinya remontada dalam pertandingan penting.
Hashtag #remontada sering trending di media sosial menjelang pertandingan-pertandingan besar, terutama ketika ada tim yang tertinggal dan membutuhkan comeback spektakuler. Fenomena ini menunjukkan bagaimana istilah sepak bola dapat menjadi bagian dari budaya digital modern.
Meme dan konten kreatif tentang remontada juga bermunculan, baik untuk mendukung tim favorit maupun untuk mengolok-olok tim yang gagal melakukan comeback. Hal ini menunjukkan fleksibilitas istilah remontada yang bisa digunakan dalam konteks serius maupun humor.
Influencer dan content creator sepak bola juga turut mempopulerkan istilah ini melalui konten-konten edukatif dan hiburan, membantu menyebarkan pemahaman tentang apa arti remontada kepada audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang baru mengenal sepak bola.
Remontada adalah istilah dari bahasa Spanyol yang berarti comeback atau kebangkitan, merujuk pada situasi di mana tim yang tertinggal berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan atau lolos ke babak selanjutnya.
Kata remontada berasal dari bahasa Spanyol dengan akar kata "remontar" yang berarti naik kembali atau membalik keadaan. Istilah ini kemudian diadopsi secara luas dalam dunia sepak bola internasional.
Remontada paling terkenal adalah Barcelona vs PSG di Liga Champions 2016/2017, di mana Barcelona membalikkan kekalahan 0-4 menjadi kemenangan 6-1 di leg kedua, menciptakan agregat 6-5 yang fenomenal.
Remontada viral karena momen-momen comeback dramatis selalu menarik perhatian penggemar sepak bola. Media sosial mempercepat penyebaran istilah ini, terutama menjelang pertandingan-pertandingan besar yang berpotensi menghasilkan comeback spektakuler.
Meskipun paling populer dalam sepak bola, istilah remontada juga bisa digunakan dalam olahraga lain yang melibatkan comeback atau pembalikan keadaan, seperti basket, tenis, atau olahraga tim lainnya.
Remontada sukses membutuhkan kombinasi mental yang kuat, dukungan suporter, strategi taktis yang tepat, serta sedikit keberuntungan. Tim harus mampu mencetak gol pertama untuk membangun momentum dan kepercayaan diri.
Tidak semua comeback disebut remontada. Istilah ini biasanya digunakan untuk comeback yang sangat dramatis dan spektakuler, terutama ketika tim berhasil membalikkan ketertinggalan yang signifikan dalam situasi yang tampak mustahil.