Kapanlagi.com - SDM atau Sumber Daya Manusia merupakan salah satu komponen terpenting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Istilah apa arti SDM sering muncul dalam dunia kerja dan manajemen organisasi modern.
Pemahaman yang mendalam tentang apa arti SDM menjadi kunci sukses bagi setiap organisasi dalam mencapai tujuannya. SDM tidak hanya sekadar tenaga kerja, melainkan aset berharga yang perlu dikelola dengan baik.
Mengutip dari buku Manajemen Bank oleh Andrianto, SE., M.Ak, Sumber Daya Manusia merupakan komponen aset yang paling utama dan yang paling berharga bagi suatu organisasi perusahaan, dikarenakan SDM merupakan penggerak utama dari seluruh kegiatan organisasi perusahaan dalam kegiatan operasional untuk jangka panjang.
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan, dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Dalam konteks yang lebih luas, SDM mencakup seluruh potensi manusia yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan organisasi.
Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua perspektif utama. Pertama, pengertian mikro yang merujuk pada individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi, biasa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, atau tenaga kerja. Kedua, pengertian makro yang mencakup penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja.
Melansir dari buku Peningkatan Kinerja Melalui Motivasi Kepemimpinan, Komitmen dan Lingkungan Kerja oleh Eddy Sanusi Silitonga, SDM merupakan suatu potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu untuk mewujudkan suatu target sebagai makhluk sosial. Dalam ilmu ekonomi, sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal perasaan, keinginan, keterampilan, pengetahuan, dorongan, daya, dan karya.
Karakteristik unik SDM terletak pada kemampuannya untuk berpikir, berkreasi, dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Berbeda dengan sumber daya lainnya seperti modal atau teknologi, SDM memiliki dimensi emosional dan intelektual yang dapat terus berkembang melalui pembelajaran dan pengalaman.
Fungsi utama SDM dalam organisasi sangat beragam dan mencakup berbagai aspek operasional. SDM berperan sebagai perencana, pelaksana, pengawas, dan evaluator dalam setiap kegiatan organisasi. Mereka tidak hanya menjalankan tugas-tugas rutin, tetapi juga berkontribusi dalam pengambilan keputusan strategis.
Dalam konteks perbankan, sebagaimana dijelaskan dalam buku Manajemen Bank, seorang karyawan bank harus memiliki keterampilan khusus dalam dunia perbankan agar dapat melayani setiap produk perbankan yang ditawarkan secara cepat, tepat, dan memuaskan. Hal ini menunjukkan bahwa peran SDM tidak hanya sebatas menjalankan tugas, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi organisasi.
SDM dalam organisasi dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria untuk memudahkan pengelolaan dan pengembangan. Klasifikasi ini penting untuk memahami keragaman peran dan kontribusi setiap individu dalam organisasi.
Berdasarkan fungsi kerjanya, SDM dibagi menjadi dua kategori utama. Pertama, karyawan operasional yang bertanggung jawab menjalankan kegiatan operasional sehari-hari organisasi. Kedua, karyawan manajerial yang bertugas merencanakan, mengorganisasi, dan mengendalikan berbagai aktivitas organisasi.
Mengutip dari Manajemen Berbasis Sekolah oleh Dr. H. Suhadi Winoto, M.Pd, pemberdayaan SDM di sekolah melibatkan warga sekolah dalam aktivitas manajerial, yang menunjukkan pentingnya klasifikasi SDM berdasarkan peran dan kontribusinya dalam organisasi.
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan kegiatan pengelolaan sumber daya manusia yang ada dalam organisasi melalui berbagai fungsi manajemen. MSDM mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian semua aspek yang berkaitan dengan SDM.
Tujuan utama MSDM adalah memastikan organisasi memiliki pekerja yang bermotivasi dan berkinerja tinggi, siap menghadapi perubahan, dan mampu memenuhi kewajiban pekerjaan secara optimal. MSDM juga bertujuan memperbaiki tingkat produktivitas, meningkatkan kualitas kehidupan kerja, dan memastikan organisasi memenuhi aspek-aspek legal.
Melansir dari buku Manajemen Bank, manajemen sumber daya manusia perbankan didefinisikan sebagai kegiatan pengelolaan sumber daya manusia yang ada di bank melalui kegiatan perancangan analisis jabatan, perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, perencanaan karier, penilaian prestasi kerja sampai dengan pemberian kompensasi yang transparan.
Pengembangan SDM merupakan proses berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kompetensi karyawan. Proses ini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi organisasi secara keseluruhan.
Pelatihan didefinisikan sebagai usaha untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam pekerjaannya sekarang atau dalam pekerjaan lain yang akan dijabatnya segera. Pelatihan berorientasi pada masa sekarang dan membantu karyawan menguasai keterampilan dalam pekerjaannya, sedangkan pengembangan lebih fokus pada persiapan individu untuk tanggung jawab yang lebih tinggi di masa depan.
Mengutip dari buku Manajemen Bank, metode pelatihan dapat dilakukan melalui dua pendekatan utama: metode praktis (on the job training) dan teknik presentasi serta metode simulasi. Setiap metode memiliki keunggulan tersendiri dalam mengembangkan kompetensi SDM.
SDM adalah singkatan dari Sumber Daya Manusia, yaitu individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.
SDM penting karena merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal, perasaan, keterampilan, dan kreativitas. Tanpa SDM yang berkualitas, organisasi akan kesulitan mencapai tujuannya meskipun memiliki teknologi dan modal yang memadai.
SDM mikro merujuk pada individu yang bekerja dalam suatu perusahaan atau institusi, sedangkan SDM makro mencakup seluruh penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang bekerja maupun belum bekerja.
Fungsi utama manajemen SDM meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan.
Kualitas SDM dapat ditingkatkan melalui program pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan, pendidikan formal, pengalaman kerja, mentoring, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran dan inovasi.
Pelatihan fokus pada peningkatan keterampilan untuk pekerjaan saat ini dan berorientasi jangka pendek, sedangkan pengembangan lebih fokus pada persiapan individu untuk tanggung jawab yang lebih tinggi di masa depan dan bersifat jangka panjang.
Tantangan utama meliputi adaptasi terhadap perkembangan teknologi, persaingan global, perubahan demografi tenaga kerja, tuntutan work-life balance, dan kebutuhan akan keterampilan baru yang sesuai dengan era digital.