Kapanlagi.com - Kamu bangun tidur, lalu masih teringat mimpi ada seseorang yang menyatakan suka padamu. Wajar kalau setelah itu kamu penasaran apakah mimpi tersebut punya makna khusus.
Arti mimpi ada yang suka sama kita menurut Islam pada dasarnya tidak bisa langsung dianggap sebagai pertanda pasti. Dalam Islam, mimpi semacam ini paling sering dianggap sebagai bawaan pikiran, bukan ramalan jodoh.
Supaya tidak salah paham, kamu perlu tahu dulu bagaimana Islam membagi jenis-jenis mimpi. Setelah itu, barulah arti mimpi ada yang suka sama kita bisa kamu sikapi dengan tenang dan bijak.
Advertisement
Melansir dari NU Online, tidak semua yang dimimpikan oleh seseorang itu benar dan bisa ditafsirkan. Dari beraneka ragamnya mimpi yang dialami seseorang, Rasulullah meringkas jenis mimpi pada tiga pembagian.
Langkah pertama memahami mimpi ini adalah tahu dulu apa yang dimaksud. Mimpi disukai seseorang adalah pengalaman saat tidur ketika kamu melihat ada orang, entah kenalan atau orang asing, yang tertarik atau menyukaimu secara romantis. Bentuknya macam-macam: ada yang menyatakan cinta, memberi perhatian khusus, mengajak bicara dengan hangat, sampai melamar. Dalam praktiknya, mimpi seperti ini cukup sering dialami, terutama oleh orang yang sedang banyak memikirkan soal hubungan atau perasaan.
Dari sudut pandang Islam, tidak ada dalil khusus yang menjelaskan arti mimpi ada yang suka sama kita secara spesifik. Yang ada adalah panduan umum tentang jenis-jenis mimpi. Dalam hadits riwayat Muslim yang dimuat Sunnah.com, disebutkan bahwa mimpi terdiri dari tiga jenis: mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi buruk yang menyakitkan dari setan, dan jenis ketiga berupa bisikan pikiran sendiri . Jadi, sebelum mencari makna, kamu perlu menimbang dulu termasuk jenis mana mimpimu.
Sebagian penulis tafsir mimpi memang memberi makna yang lebih spiritual. Dalam buku Tafsir Mimpi Islami, Mahmud Asy Syafrowi menjelaskan, dengan merujuk pendapat Ibnu Hajar dan al-Hakim, bahwa Allah menugaskan malaikat untuk mengurus persoalan mimpi sesuai kondisi manusia, lalu menyusunnya menjadi kabar gembira, peringatan, atau teguran. Meski begitu, penjelasan ini berlaku untuk mimpi yang benar, bukan untuk semua bunga tidur.
Contoh sederhananya, bayangkan kamu seharian chat dengan teman yang diam-diam kamu taksir, lalu malamnya memimpikan dia menyatakan suka. Mimpi seperti ini lebih masuk akal dianggap sebagai lanjutan dari pikiranmu sendiri. Pembahasan lebih jauh tentang ragam tafsirnya bisa kamu baca di ulasan arti mimpi orang yang kita suka menurut Islam. Intinya, mimpi bukan wahyu, jadi jangan dijadikan satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan soal perasaan.
Supaya kamu bisa menilai mimpimu dengan tepat, berikut pembagian mimpi menurut hadits. Ini kerangka dasar yang dipakai para ulama sebelum menafsirkan mimpi apa pun, termasuk mimpi disukai seseorang.
Hadits tentang tiga jenis mimpi ini dimuat lengkap dalam teks Arab sebagai berikut:
وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ، الحَسَنَةُ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ، وَالرُّؤْيَا يُحَدِّثُ الرَّجُلُ بِهَا نَفْسَهُ، وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ
Artinya: "Mimpi itu ada tiga: (1) mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Allah, (2) mimpi karena bawaan pikiran seseorang (ketika terjaga), dan (3) mimpi menyedihkan yang datang dari setan. Jika kalian mimpi sesuatu yang tak kalian senangi maka jangan kalian ceritakan pada siapa pun, berdirilah dan shalatlah!"
Walau tidak ada dalil khusus, beberapa penafsir dan penulis Muslim memberi gambaran makna yang bisa kamu jadikan bahan renungan. Anggap poin-poin di bawah sebagai bahan refleksi, bukan kepastian.
Tipsnya, perhatikan perasaanmu setelah bangun. Kalau tenang, bersyukurlah dan jadikan motivasi. Kalau gelisah atau mendorongmu ke hal yang tidak baik, mohon perlindungan kepada Allah dan jangan terlalu dipikirkan.
Ilmu psikologi melengkapi pandangan Islam tentang mimpi dari bawaan pikiran. Para ahli tidur dan psikolog umumnya sepakat bahwa mimpi berkaitan erat dengan apa yang kamu pikirkan dan rasakan saat terjaga.
Dave Gibson, pelatih tidur, dikutip dari Goodto menyatakan, "Biasanya, mimpi adalah proses kreatif yang memadukan memori jangka pendek dan jangka panjang kita untuk memahami berbagai hal." Phil Lawlor, ahli tidur di Dormeo, juga dikutip dari Goodto mengatakan, "Ketika kita bermimpi tentang seseorang yang kita kenal, itu berarti pikiran bawah sadar kita meminta pikiran sadar untuk memperhatikan perasaanmu terhadap orang tersebut." Banyak ahli tidur juga menegaskan bahwa anggapan memimpikan seseorang berarti dia sedang memikirkanmu umumnya keliru.
Dr. Torres-Mackie, dikutip dari AOL menyatakan, "Secara umum, jika kamu bermimpi tentang seseorang, itu berarti mereka punya arti penting bagimu." Ia menambahkan, "Konteks mimpi bisa memberimu petunjuk lebih spesifik tentang apa artinya memimpikan orang tersebut." Dr. Kerwin, juga dikutip dari AOL, mengatakan, "Mimpi sering kali mengungkapkan minat dan kekhawatiran seseorang saat ini."
McRae, dikutip dari Bustle menyatakan, "Ketika seseorang mendapat mimpi positif tentangmu, itu bisa menggambarkan bagaimana mereka melihatmu secara ideal." Sementara itu, mengacu pada penjelasan Dreams.co.uk, karena mimpi mencerminkan kekhawatiran dan hal yang menyita pikiran dalam keseharian kita, orang yang benar-benar kita sukai dan sering kita pikirkan pasti ikut muncul dalam mimpi.
Manfaat utama memahami adab mimpi bagi kamu adalah supaya tidak gampang terbawa perasaan atau salah ambil keputusan. Berikut langkah praktis yang bisa langsung kamu terapkan setelah bangun tidur.
Tips singkat: jangan buru-buru menghubungi orang yang muncul di mimpi hanya karena satu malam. Gunakan mimpi itu sebagai bahan introspeksi, lalu ambil langkah berdasarkan kenyataan, bukan bayangan.
Belum tentu. Dalam Islam, mimpi semacam ini paling sering berasal dari pikiran sendiri, sehingga tidak bisa dijadikan patokan jodoh. Jodoh tetap perlu diikhtiarkan lewat cara yang halal, doa, dan istikharah.
Kalau mimpinya baik dan menyenangkan, boleh diceritakan kepada orang yang kamu percaya. Kalau mimpinya justru membuat gelisah, sebaiknya tidak diceritakan, lalu mohon perlindungan kepada Allah dan shalat.
Mimpi seperti ini tidak otomatis berarti kamu ingin mengkhianati pasangan. Anggap saja bunga tidur, perbanyak istighfar, dan jadikan pengingat untuk merawat hubungan dengan pasanganmu.
(kpl/rsp)