Kapanlagi.com - Mimpi bertengkar merupakan salah satu pengalaman tidur yang paling umum dialami banyak orang di seluruh dunia. Konflik dalam mimpi ini bisa berwujud adu mulut, perdebatan sengit, hingga perkelahian fisik dengan orang yang dikenal maupun tidak dikenal.
Meski terkesan negatif, mimpi bertengkar tidak selalu bermakna buruk. Dalam beberapa tafsir baik psikologi maupun primbon, mimpi ini justru menjadi cermin berharga bagi kondisi emosional dan batin seseorang.
Melansir dari PsychCentral, mimpi bertengkar dengan seseorang bisa mengindikasikan adanya emosi yang terpendam dan stres yang belum terselesaikan dalam kehidupan nyata. Refleksi diri disebut sebagai langkah penting untuk memahami pesan di balik mimpi konflik semacam ini.
Advertisement
Mimpi bertengkar secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pengalaman tidur di mana seseorang merasa terlibat dalam konflik atau perselisihan dengan orang lain. Konflik ini bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari argumen ringan hingga pertarungan fisik yang intens. Dalam buku The Interpretation of Dreams, Sigmund Freud menyatakan bahwa "Mimpi adalah jalan raya menuju alam bawah sadar," yang mengisyaratkan bahwa setiap elemen dalam mimpi, termasuk pertengkaran, menyimpan makna psikologis yang mendalam.
Berikut beberapa faktor utama yang sering menjadi pemicu seseorang mengalami mimpi bertengkar:
Melansir dari Frontiers in Psychology, Freud mengemukakan bahwa apa yang terjadi dalam mimpi berasal dari kehidupan nyata, namun tidak identik. Terdapat koneksi dan transformasi antara mimpi dengan kehidupan terjaga yang bukan bersifat acak, melainkan merepresentasikan pikiran atau keinginan bawah sadar.
Perspektif psikologi modern memberikan pandangan yang komprehensif terhadap fenomena mimpi bertengkar. Para ahli psikologi melihat mimpi jenis ini bukan sekadar bunga tidur, melainkan jendela yang membuka pemahaman tentang kondisi emosional seseorang. Menurut Centre of Excellence, "Dalam budaya Barat, mimpi tentang pertengkaran sering dipandang sebagai refleksi dari gejolak batin atau masalah yang belum terselesaikan."
Berikut beberapa interpretasi psikologis utama di balik mimpi bertengkar:
Melansir dari Psychology Today, Layne Dalfen, penulis buku Have a Great Dream dan pendiri The Dream Interpretation Center, menjelaskan bahwa mimpi tentang konflik dengan orang yang dicintai tidak selalu berarti seseorang memendam kemarahan terhadap orang tersebut. Mimpi tersebut bisa mengarahkan pemimpi ke dalam konflik dengan dirinya sendiri mengenai perasaan-perasaan yang bertentangan.
Makna mimpi bertengkar sangat dipengaruhi oleh siapa yang menjadi lawan dalam pertengkaran tersebut. Setiap tokoh yang muncul membawa simbolisme berbeda yang memberikan petunjuk tentang aspek kehidupan mana yang sedang bergejolak. Menurut Dream Dictionary, "Mimpi tentang pertengkaran biasanya berkisar pada masalah masa lalu yang belum terselesaikan atau emosi terpendam yang tidak bisa diungkapkan dalam kehidupan nyata."
Melansir dari Psyculator, menganalisis mimpi tentang pertengkaran memerlukan pemahaman mendalam tentang siapa lawan dalam mimpi dan dalam situasi apa pertengkaran terjadi. Hal ini dapat mengungkap masalah yang belum terselesaikan atau perasaan tidak berdaya yang sedang berusaha disampaikan oleh pikiran bawah sadar.
Salah satu aspek menarik dari mimpi bertengkar yang jarang dibahas adalah fenomena biologis yang terjadi saat kita bermimpi. Banyak orang melaporkan bahwa saat bermimpi berkelahi, pukulan mereka terasa lemah atau bergerak dalam gerakan lambat. Ini bukan tanda kelemahan, melainkan mekanisme perlindungan biologis yang disebut REM atonia.
Melansir dari Cleveland Clinic, selama tidur REM (Rapid Eye Movement) fase di mana mimpi vivid paling sering terjadi sebagian besar otot rangka tubuh mengalami kelumpuhan sementara yang disebut muscle atonia. Paralisis sementara ini memungkinkan kita bermimpi dengan aman tanpa secara fisik memerankan apa yang terjadi dalam mimpi.
Ketika seseorang bermimpi memukul dalam pertengkaran, otak menyadari bahwa lengan asli tidak bergerak, lalu menerjemahkan ketidaksesuaian tersebut menjadi sensasi kelemahan atau gerakan lambat dalam mimpi. Studi yang diterbitkan di PMC/National Library of Medicine menunjukkan bahwa neuron-neuron tertentu di batang otak mengirimkan sinyal penghambat ke saraf tulang belakang yang melumpuhkan hampir seluruh otot volunter selama tidur REM.
Pada kondisi gangguan yang disebut REM Sleep Behavior Disorder (RBD), paralisis sementara ini tidak terjadi dengan normal. Melansir dari Sleep Foundation, penderita RBD dapat secara fisik memperagakan mimpi mereka termasuk memukul, menendang, dan melakukan gerakan agresif karena otot tidak mengalami kelumpuhan sementara yang seharusnya terjadi saat tidur REM. Pemahaman tentang mekanisme biologis ini membantu kita menyadari bahwa mimpi bertengkar memiliki dimensi ilmiah yang dapat dijelaskan secara neurologis.
Mengalami mimpi bertengkar bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman saat terbangun. Namun, dengan pendekatan yang tepat, pengalaman ini justru bisa menjadi alat introspeksi yang berharga. Melansir dari Centre of Excellence, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan jika sering mengalami mimpi konflik, termasuk memeriksa batasan-batasan dalam hidup yang mungkin perlu diperkuat atau diperjelas.
Freud pernah menyatakan, "Mimpi adalah pemenuhan tersamar dari keinginan yang ditekan dan direpresi." Dengan memahami pesan tersebut, kita bisa mengubah pengalaman mimpi yang mengganggu menjadi sarana pertumbuhan diri yang bermakna.
Tidak selalu. Meski terkesan negatif, mimpi bertengkar dalam beberapa tafsir primbon Jawa justru dianggap sebagai pertanda datangnya rezeki atau kebahagiaan. Dari sisi psikologi, mimpi ini bisa menjadi dorongan positif untuk lebih asertif atau menyelesaikan masalah internal.
Fenomena ini disebut REM atonia, yaitu paralisis sementara otot rangka selama fase tidur REM. Otak menginduksi kelumpuhan otot volunter agar tubuh tidak secara fisik memeragakan mimpi. Ketika mencoba memukul dalam mimpi, otak menerjemahkan ketidaksesuaian ini sebagai sensasi kelemahan.
Ya, mimpi yang intens seperti pertengkaran bisa memengaruhi mood saat terbangun. Namun efeknya biasanya bersifat sementara dan bisa diatasi dengan aktivitas positif di pagi hari seperti olahraga ringan, meditasi, atau teknik relaksasi.
Mimpi bertengkar yang berulang sering kali menandakan masalah atau emosi persisten yang belum terselesaikan. Langkah yang disarankan antara lain menyelesaikan konflik di kehidupan nyata, melakukan dream journaling, dan berkonsultasi dengan psikolog jika mimpi terus mengganggu kualitas hidup.
Ya, anak-anak juga bisa mengalami mimpi bertengkar. Mimpi ini bisa mencerminkan konflik atau kecemasan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tekanan di sekolah atau perselisihan dengan teman sebaya.
Tidak selalu. Meski bisa mencerminkan ketegangan dalam hubungan, mimpi bertengkar dengan pasangan juga bisa menandakan konflik internal pemimpi sendiri atau kebutuhan akan komunikasi yang lebih terbuka. Mimpi ini sebaiknya dijadikan motivasi untuk memperkuat hubungan, bukan sumber kecemasan berlebihan.
Dalam tradisi primbon Jawa, mimpi bertengkar dengan saudara sering ditafsirkan sebagai pertanda bahwa pemimpi akan mendapatkan rezeki dalam waktu dekat. Namun di sisi lain, mimpi ini juga bisa menjadi peringatan untuk lebih menjaga keharmonisan hubungan keluarga dan menyelesaikan perselisihan yang ada.
Mimpi bertengkar pada akhirnya adalah pengalaman universal yang memiliki beragam makna tergantung konteks personal, budaya, dan kondisi psikologis masing-masing individu. Yang terpenting bukan sekadar menafsirkan mimpi, melainkan bagaimana kita merespons dan belajar dari pengalaman tersebut untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Ikuti kabar tips dan trik hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
(kpl/nlw)