Kapanlagi.com - Sinar matahari punya peran penting bagi kesehatan tubuh, tapi banyak orang masih bertanya-tanya, sebenarnya berapa banyak sinar matahari yang orang butuhkan dalam sehari? Paparan cahaya matahari yang cukup membantu tubuh memproduksi vitamin D, zat yang berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang dan mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya. Selain itu, cahaya alami juga berkontribusi menjaga ritme tidur serta membuat seseorang lebih bertenaga sepanjang hari.
Meski begitu, manfaat tersebut bukan berarti seseorang harus berlama-lama berada di bawah terik matahari. Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan justru berisiko menimbulkan kulit terbakar, penuaan dini, kerusakan sel, hingga kanker kulit. Ditambah lagi, kebutuhan sinar matahari setiap orang tidaklah sama, karena dipengaruhi oleh warna kulit, lokasi tempat tinggal, waktu, musim, hingga tingkat intensitas radiasi UV di suatu wilayah.
Oleh sebab itu, penting untuk memahami berapa banyak sinar matahari yang orang butuhkan agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal tanpa mengorbankan kesehatan kulit. Berikut penjelasan selengkapnya sebagaimana dilansir KapanLagi.com dari berbagai sumber, Rabu (12/8/2026).
Advertisement
Mengutip laman BBC, paparan sinar matahari memiliki keterkaitan erat dengan berbagai fungsi tubuh, mulai dari produksi vitamin D hingga pengaturan jam biologis tubuh.
Sementara mengutip laman Beebe Healthcare, kurangnya paparan sinar matahari dapat memicu sejumlah gejala berikut:
Kebutuhan akan berapa banyak sinar matahari yang orang butuhkan sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kebutuhan paparan sinar matahari dapat berbeda berdasarkan warna kulit, lokasi geografis, musim, waktu, usia, kondisi kesehatan, pakaian, serta tingkat radiasi UV di lingkungan, sebagaimana dilansir dari laman BBC.
Orang dengan warna kulit lebih gelap memiliki kadar melanin yang lebih tinggi, yaitu pigmen yang secara alami membantu melindungi kulit dari sebagian radiasi UV. Meski begitu, kulit gelap bukan berarti sepenuhnya kebal terhadap dampak sinar UV, karena semua jenis kulit tetap berisiko mengalami kerusakan akibat paparan UV berlebihan, termasuk risiko kanker kulit. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa orang berkulit gelap membutuhkan sekitar 25 menit paparan sinar matahari pada siang hari untuk menghasilkan vitamin D yang cukup.
Sementara itu, orang dengan kulit yang sangat pucat, banyak tahi lalat, memiliki riwayat pribadi atau keluarga dengan kanker kulit, atau sedang mengonsumsi obat tertentu yang meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya, perlu memberikan perhatian ekstra terhadap perlindungan dari sinar matahari. Hal serupa juga berlaku bagi orang dengan kondisi tertentu seperti albinisme, yang berisiko mengalami kerusakan akibat UV jauh lebih tinggi dibanding orang lain. Dalam kondisi semacam ini, kebutuhan vitamin D sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk sengaja terpapar UV tanpa perlindungan, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan langkah yang paling sesuai.
Kebutuhan paparan sinar matahari juga bisa berubah tergantung lokasi dan musim, misalnya durasi berjemur yang dibutuhkan pada musim dingin cenderung berbeda dibandingkan musim panas karena intensitas sinar matahari yang tidak sama sepanjang tahun.
Masih mengutip BBC, sebenarnya tidak ada angka pasti yang bisa disebut sebagai waktu berjemur ideal yang berlaku untuk semua orang. Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tropis dengan tingkat paparan UV yang relatif tinggi, perhatian terhadap perlindungan kulit dari matahari justru menjadi semakin penting untuk diperhatikan.
Jika merujuk laman Beebe Healthcare, durasi yang disarankan adalah sekitar 5-30 menit berjemur di bawah sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga 3 sore, dilakukan dua kali dalam seminggu tanpa menggunakan tabir surya, untuk membantu tubuh memperoleh asupan vitamin D alami yang cukup.
Namun yang perlu digarisbawahi, durasi ideal setiap orang untuk berjemur adalah bervariasi. Jadi, daripada terpaku pada jumlah menit tertentu, akan lebih bijak jika seseorang memperhatikan kondisi kulitnya sendiri, indeks UV di lokasinya, serta kebutuhan pribadi masing-masing sebelum menentukan durasi berjemur yang paling sesuai.
Untuk mendapatkan manfaat sinar matahari tanpa mengabaikan perlindungan kulit, penting untuk menerapkan cara yang aman. Paparan sinar UV berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini, kerusakan mata seperti katarak, hingga kanker kulit.
Mengapa tubuh membutuhkan sinar matahari?
Tubuh membutuhkan sinar matahari terutama untuk memproduksi vitamin D, yang penting untuk kesehatan tulang, kekebalan tubuh, serta untuk mengatur suasana hati dan ritme tidur.
Apakah warna kulit memengaruhi kebutuhan sinar matahari?
Ya, orang dengan kulit gelap membutuhkan waktu paparan sinar matahari yang lebih lama (sekitar 25 menit di siang hari) dibandingkan orang berkulit terang karena melanin yang lebih banyak menghalangi produksi vitamin D.
Apa saja risiko paparan sinar matahari berlebihan?
Paparan sinar matahari berlebihan dapat meningkatkan risiko kulit terbakar, penuaan dini, kerusakan sel kulit, katarak, dan kanker kulit (melanoma).
Apakah orang berkulit gelap membutuhkan waktu berjemur lebih lama?
Ya, sebuah studi menemukan orang berkulit gelap membutuhkan sekitar 25 menit paparan matahari siang untuk vitamin D yang cukup.
Bagaimana cara berjemur yang lebih aman bagi kulit?
Hindari jam UV tertinggi untuk paparan berlebih, gunakan pelindung seperti topi dan tabir surya, serta sesuaikan durasi dengan jenis kulit.
(kpl/nti)